Dam Jagir


Penjajahan tak selalu meninggalkan kenangan buruk. Cobalah menengok
Sejumlah bangunan kuno yang ada di Surabaya yang sampai sekarang masih berfungsi.

Seperti salah satunya sebuah bangunan Bendungan Dam Jagir. Sejak sah dioperasikan pada masa pemerintahan Belanda sekitar 1920-an.

Dari Bendungan Dam Jagir ini pula yang

mengontrol  Bran sungai sedemikian rupa, sehingga genangan banjir di kawasan kota Surabaya banyak  terkurangi. Selain itu dari pintu air yang dibangun di atas kali Surabaya ini sudah banyak menyuplai bahan baku air tersaring untuk konsumsi air bersih warga kota.

Seiring dengan menuanya kota, banyak berdiri deretan bedak-bedak kios memanjang di sekitar  tepian dam. Dagangan yang tawarkan aalah barang-barang untuk keperluan memancing digelar disini, mulai pancing hingga jaring. Tak jarang kios-kios tersebut menimbulkan kemacetan lalu lintas, dikarenakan kawasan tersebut  pintu masuk jalan jagir yang mana masih menyerupai leher botol.

Dan kini kepada juru pintu air, dam ini dipasrahkan. Secara bergantian mereka menjaga pintu air untuk terus berfungsi sebagaimana mestinya. Maka sangat beruntunglah kita masih bisa merasakan fungsinya, menikmati kemegahan bangunannya, sebagai pusaka bersejarah yang patut dilestarikan dan dipertahankan keberadaannya.

naskah dan foto : an kusnanto

Mossaik Juni 2006, hlm. 10

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Sejarah, Surabaya dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s