Pisang Agung Semeru dan Pisang Mas Kirana, Lumajang


Kabupaten Lumajang dikenal dengan buah pisangnya. Ada dua pisang yang diunggulkan, yaitu pisang agung dan pisang mas kirana. Masing-masing varitas pisang ini sudah dilepas oleh departemen pertanian dan sudah ada nomornya. Pisang agung semeru dan pisang mas kirana sebagai ikon Lumajang, juga sudah diuji lewat sertifikasi.

ADA perbedaan antara pisang agung dan pisang mas kirana. Pisang agung sudah terlebih dulu menjadi ikon Lumajang, karena sudah lama dan punya spesifik, rasanya pun lebih manis dari pisang tanduk lainnya. “Cuma yang menjadi kendala, pisang agung larinya kepada olahan, misal kripik atau dodol dsb. Nah, sekarang yang berkembang di tingkat nasional justru pisang mas kirananya.

Pisang mas kirana adalah buah siap makan, dan kini sudah menjadi ikon nasional,” kata Kabid Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, Ir. Donny Ananto N. Bahkan, lanjut Donny, produk pisang mas kirana agak sulit diperoleh di Lumajang, karena lebih cepat laku di pasaran. “Permintaan pisang mas kirana sudah cukup tinggi. Bahkan permintaan dari Jakarta sekarang ini sekitar 300 ton/bulan. Namun kita hanya mampu mengirim separonya saja.”

Pisang mas kirana memang bisa ditanam di daerah Dampit, Malang, dan sebagainya. Cuma rasanya berbeda dengan pisang mas kirana dari Lumajang. Di Lumajang pisang mas kirana paling banyak di Senduro, Pasrujambe dan Gucialit. Kalau pisang agung lebih banyak di Pasrujambe. “Jadi, mitra produk pisang mas kirana mulai dari lahan sampai kemasan kita sudah ada dan siap kirirn ke Jakarta atau kota-kota lain,” jelas Donny.

Diceritakan, permintaan konsumsi untuk luar negeri seperti Arab Saudi, Malaysia memang ada, tapi itu pun tidak bisa dilayani. “Lha wong untuk konsumsi dalam negeri sendiri saja masih kurang kok. Kalau kita ekspor ke luar negeri, ya konsekuensi pengirimannya harus rutin dengan jumlah yang besar. Itulah yang mejadi kendalanya,” ungkapnya. Bicara soal pasar saat ini, menurut Donny, yang jelas buah segar seperti pisang mas kirana, banyak diminati masyarakat. Apalagi bentuknya yang mungil dan manis rasanya. “Makanya pisang mas kirana lebih punya prospek. Apalagi di setiap event yang diselenggarakan departemen pertanian, setiap ada lomba makan buah atau pameran di tingkat Jawa Timur, pasti yang dilombakan adalah pisang mas kirana,” ungkap Donny bangga.

Pembibitan selain dari BPPT, juga dari dinas pertanian sendiri yang melakukan pemibinaan, dan petani sendiri yang melakukan secara kelompok. Tahun lalu pernah diadakan pelatihan pembibitan. Cuma untuk pengembangan pisang mas kirana semen tara ini terbatas dengan lahan. “Reneananya dalam waktu dekat akan dibuatkan pisang mas organik. Budidayanya semua belum memakai pupuk non-organik, tidak memakai bahan kimia dsb. Itu sebabnya dalam waktu dekat nanti kita daftarkan kepada bahan organik,” katanya.

Sebetulnya, pisang mas kirana ini sudah melalui spa (standard prosedur operasional) untuk budidayanya. “Bahkan sudah kita daftarkan ke register kebunnya sebagai persyaratan untuk ekspor. Sudah kita daftarkan ke primanya, seperti SNI untuk buah. Misal ada prima 1, 2 dan 3. Kita sudah mendapat prima-3. Untuk mendapat prima-1, itu cukup organik padahal kita sudah organik. Tidak bisa lanjut ke prima-1 tapi bertahap, dimulai dari prima-3, prima-2 baru ke prima-1. Ya, dengan mendapat prima-3 dan register kebun itu sudah siap ekspor, sehingga untuk budidaya pun sudah cukup.”

Sementara untuk jenis pisang agung ada dua, yaitu pisang agung talun dan pisang agung lokal. Memang ada perbedaan, kalau pisang agung talun itu lebih besar, bagus bentuknya cuma rasanya tidak semanis pisang agung lokal. Kalau pisang agung lokal bentuknya lebih kecil, dan harganya pun berbeda. Cuma bagi masyarakat pendatang yang tidak tahu, harganya saran saja. Bahkan yang keeil dianggap yang murah. Pisang agung lokal mayoritas larinya ke kripik, karena kebutuhan kripik sangat tinggi.

Biasanya petani pisang agung bekerja seeara kelompok yang menyewa lahan bersama-sama, dikerjakan dan dirawat bersama-sama hasilnya dimasukkan ke kas, nantinya ada semacam bagi hasil. Demikian juga dengan pisang mas kirana, kita ada reneana menjalin kerjasama dengan Bank BNI. “Kalau jadi, BNI akan membangun Kampung Pisang BNI. Sebagai binaan BNI, akan dibuatkan gapura, jalan kawasan agribis termasuk modalnya akan dipinjami oleh BNI dengan bunga murah,” tegas Donny.

Khusus pisang mas kirana, sebetulnya ada asosiasi atau paguyuban yang pada bulan Desember diresmikan bupati. “Harapan kita, selama ini kan banyak sekali mitra pisang mas kirana di Jakarta. Setidaknya ada delapan mitra yang mengambil pisang mas kirana ini. Kita harap ke depan semua mitra ini bisa satu suara dalam asosiasi. Khawatir saja yang namanya mitra berbeda-beda, mereka mengambil ukuran sembarangan dsb,” pungkas Donny• abi/djup/ryan

I. MENGENAL PISANG AGUNG
SALAH satu produk unggulan pertanian di Kabupaten Lumajang adalah Pisang Agung. Kelebihan dari jenis pisang ini di antaranya berukuran besar, satu tandan dapat berisi 1-2 sisir, panjang per satu buah berkisar antara 33-36 cm dengan lingkar buah 19 cm dan tahan simpan lama, sehingga pisang agung ini cocok sebagai buah untuk oleh-oleh maupun sebagai bahan baku produksi kripik, pisang goreng, pisang rebus dan getuk pisang.

II. SENTRA PRODUKSI
Pisang agung di Kabupaten Lumajang banyak dibudidayakan di wilayah Kecamatan Senduro dan Keeamatan Pasrujambe. Luas areal pengembangan meliputi 1.323 ha dengan jumlah populasi tanaman 1.190.700 rumpun. Tanaman yang dibudidayakan petani meliputi dua varietas yaitu: Jenis Agung dan jenis Talum, baik secara monokultur maupun sebagai kebun campuran. Jumlah produksi pisang agung di Kabupaten Lumajang per hari mencapai 53.1 ton, baik untuk kepentingan industri kripik pisang maupun untuk buah suvenir yang banyak dijual di pasar-pasar buah di Kota Lumajang.

III. SPESIFIKASI
Spesifikasi Pisang Agung Komoditi Unggulan Kabupaten Lumajang adalah :
:> Jenis tanaman Pisang Agung Talun.
:> Warna buah mulai masak hijau kekuning-kuningan.
:> Bentuk buah bulat, panjang agak melengkung.
:> Satu tandan berisi 1 – 2 sisir.
:> Ukuran buah :
• Panjang                     :  20 – 30 cm.
• Diameter buah         :  70 – 100 mm.
• Ketebalan kulit        :    3 – 5 mm
• lsi per sisir                :  15 – 20 buah.
:> Rasa manis agak masam.
:> Daging buah berwarna kuning keputihan dan tidak banyak berair.
:> Daya simpan buah: 3-4 minggu, dengan digantung lebih tahan lama.
:> Berat pertandan: 10-20 kg.
:> Bagus untuk bahan kripik pisang.

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: SAREKDA Jawa Timur, edisi: 008,1 2010, hlm. 22

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Lumajang, Sentra dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Pisang Agung Semeru dan Pisang Mas Kirana, Lumajang

  1. Makasih Lumajang telah di update berita

    • Kabupaten Lumajang itu kan PROVINSI JAWA TIMUR Gan….., tak salah kan kan bila PUSAKA JAWATIMURAN MENGGALI sekaligus menyebarkan Informasi tentang LUmajang, Tulis laporan yang lebih lengkap tentang Wisata Pantai Wotgalih yang ada Di Kecamatan Yosowilangun Lumajang, PUSAKA JAWATIMURAN akan link. terima kasih kunjunganya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s