Gunung Kawi, Memuja Mengalap Berkah


Memuja Mengalap Berkah

ADA SAJIAN AYAM  TUMPENG DI PESAREHAN GUNUNG KAWI
Wilayah Gunung Kawi dikenal sebagai tujuan wisata mistik karena adanya makam di salah satu lereng sisi selatan dan pohon Dewa Ndaru yang juga dianggap keramat. Masyarakat Jawa dan Tionghoa di sini, berbaur beriringan bersama-sama mengucapkan doa syukur, mengalap berkah di pesarehan Gunung Kawi, sambil menyerahkan sesaji sebagai pelengkap ritual.

Bagi yang ingin melaksanakan nadar atau selamatan, tidak perlu repot-repot membawa sesaji, karena Anda bisa memesan langsung di Yayasan Ngesti Gondo, lembaga yang secara resmi menjadi pewaris tanah pesarean Gunung Kawi.

Hari, petugas loket pendaftaran menuturkan, kegiatan menyiapkan keperluan sesaji, sudah ada sejak tahun 1950, dan hampir setiap hari diadakan selamatan.

Jadwal selamatan pagi dimulai pukul 10 pagi, siang hari pukul 15.00 dan malam pukul 21.00. Pada malam Kamis, Sabtu dan hari besar selamatan bisa digelar hingga pukul 24.00. Khusus Minggu Legi, selamatan hanya dua kali, pagi dan malam.

Kamis Kliwon, dan malam Jumat. Legi, acara selamatan hanya satu kali, yaitu pukul tiga sore. “Minggu dan Jumat Legi, puncaknya orang melaksanakan selamatan”, jelas Hari. Menyambut bulan suro, dalam sehari yayasan ini bisa menerima 500 pesanan tumpeng bahkan Minggu Legi, bisa mencapai 4-5 ribu tumpeng dalam sehari.

Harga tumpeng selamatan, disesuaikan dengan lauk yang digunakan. Untuk sayur tumpeng Rp 20 ribu, telur biasa Rp 30 ribu. Telur sayur tumpeng Rp 80 ribu. Khusus tumpeng ayam, ada tiga macam jenis ayam yang ditawarkan, yaitu, ayam biasa Rp 40 ribu, ayarn tumpeng Rp 90 ribu, ayam sayur tumpeng Rp 110 ribu. Untuk tumpeng dari daging kambing, harganya bervariasi, untuk kambing biasa Rp 45 ribu, kambing tumpeng Rp 190 ribu, kambing sayur tumpeng Rp 210 ribu, kambing satu ekor Rp 450 ribu.  Di kawasan ini, barang siapa yang berziarah, minta berkah, dan kemudian usahanya berhasil pasti ke sini untuk selamatan lagi.

Menu selamatan sudah ditentukan oleh Yayasan Ngesti Gondo, Pengelola Pesarean Gunung Kawi. Hidangan selamatan, selain sayuran, lalapan atau urapurap, juga disertai lauk-pauknya. Menu selamatan yang istimewa yaitu, sate ayam, tapi sate khas Gunung Kawi ini, berbeda dengan sate ayam yang kita kenal, bukan daging ayam yang dipotong kecil-kecil, tapi satu tusuk ayam berisi, jeroan hati dan ampela ayam, kemudian usus ayam, dililitkan pada kedua sisinya. Para pekerjanya rata-rata wanita yang telah tua, tangan-tangan keriput mereka, sangat terampil merangkai usus ke dalam sujen. Sate ini juga tidak dibakar, setelah diberi bumbu, kunyit, tumbar, bawang putih, dan garam, sate ini digoreng. Ayam yang digunakan juga bukan sembarangan, karena hanya ayam kampung jenis ternakan yang diperbolehkan.

Ayam kampung ternak, berbeda dengan ayam kampung, yang dibiarkan berkeliaran, ayam kampung liar dagingnya memang gurih tapi kalau tua alot,” jelas Mbah Jem,  yang bertugas membuat sate ayam.

Hidangan lain yaitu dari kambing. Lagi-lagi kambing yang digunakan adalah kambing pilihan yaitu kambing jenis kacang. “Ukurannya kecil, tidak amis dan dagingnya empuk,” alasannya. Untuk olahan dari daging kambing, biasanya dibuat gule, tapi gulenya tidak menyertakan kuah, alias gule kering.

Daftar Tempat Makan dan Penginapan
Pesarean Gunung Kawi terletak di ketinggian sekitar 800 meter, di atas permukaan laut, tepatnya di desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Pesarean Gunung Kawi mudah dijangkau, dari terminal atau parkiran desa Wonosari, perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki menyusuri jalan mendaki bertangga semen, jaraknya kira-kira 750 meter.

Di sepanjang jalan menuju pesarean, banyak terdapat rumah makan, depot, dan warung kaki lima, juga mudah ditemui penginapan baik itu hotel, losmen, atau bahkan rumah penduduk dapat juga disewa untuk dijadikan tempat menginap. Berikut di antaranya:
Rumah Makan: RM Gunung Kawi; RM Merdeka; RM Jakarta; Depot Kalasan; Depot Anda; Depot Jawa Timur; Depot Cwi Mie dan Depot Pojok.

Hotel dan Losmen: Furi Rama; Subur Hotel; Hotel Gunun Kawi; Roro Indah; Indah Jaya; Surya Abadi dan Chandra. •manda roosa/foto:an kusnanto

 ‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Mossaik, Juni 2006, hlm. 105.

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Malang, Wisata, Wisata Relegi dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Gunung Kawi, Memuja Mengalap Berkah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s