Suramadu, Implikasi Beroperasinya


Implikasi Beroperasinya Jembatan Suramadu terhadap Transportasi Angkutan Darat Lokal dan Regional
Oleh: Drs. Priyambodo, MPM, DESS

TOL Jembatan Suramadu adalah Tol jembatan yang menghubungkan Kota Surabaya di pulau Jawa bagian timur dan kota Bangkalan di pulau Madura. Dengan dioperasikannya Tol jembatan Suramadu maka diyakini keberadaan Tol jembatan Suramadu akan merubah kondisi dan wilayah pulau Madura yang semula terbelakang secara sosial ekonomi menjadi sebuah pulau yang bercirikan industri dan modern. Keberadaan Tol jembatan ini diyakini akan memperlancar arus lalu lintas penumpang, barang dan jasa dari kedua wilayah tersebut. Tol  jembatan sepanjang 5,4 kilometer yang dibangun dengan biaya sekitar Rp 4,5 trilliun itu akan menjadi pembangkit perubahan bagi pulau Madura.

Pulau Madura yang selama ini dikenal dengan kondisi geografisnya yang kurang subur terutama di pesisir utara serta karakteristik penduduknya yang agamis dengan pertumbuhan ekonomi wilayahnya yang rata-rata rendah, yaitu antara 2-4 persen per tahun, dengan beroperasinya Tol jembatan Suramadu kondisi dan wilayah pulau Madura akan mengalami lompatan-lompatan spektakuler di bidang infrastruktur transportasi, khususnya transportasi angkutan darat.

Selain itu di pulau Madura nantinya akan berdiri cluster-cluster industri beserta ikutannya terutama di sepanjang pesisir utara kota Bangkalan dan di pesisir selatan kota Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Di mana dalam proses menuju industrialisasi tersebut sudah bisa dipastikan akan memerlukan dukungan sarana dan prasarana transportasi angkutan darat. 

Berkaitan dengan beroperasinya Tol jembatan Suramadu dan pengembangan wilayah Madura menjadi daerah industri, maka keberadaan Tol Suramadu akan berimplikasi pada transportasi angkutan darat lokal dan regional di Jawa Timur. Oleh sebab itu pemerintah lokal dan regional dalam hal ini adalah Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Pemerintah Kota Surabaya, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur perlu mempersiapkan segala sesuatunya terkait dengan implikasi-implikasi tersebut.

Implikasi beroperasinya Tol jembatan Suramadu terhadap keberadaan trayek, pola pergerakan penumpang dan kendaraan (roda 2 dan 4) lintas Surabaya-Madura (termasuk angkutan penyeberangan Ujung – Kamal) serta volumenya dapat dianalisis dan dievaluasi sebagai berikut. 

Dengan dioperasikannya Tol jembatan Suramadu maka diyakini keberadaan Tol jembatan Suramadu akan merubah kondisi dan wilayah pulau Madura yang semula terbelakang secara sosial ekonomi menjadi sebuah pulau yang bercirikan industri dan modern.

Berdasarkan jumlah trayek angkutan penumpang di Jawa Timur pad a tahun 2008 ada sekitar 186 trayek yang terdiri dari 23 trayek bus patas dan 163 trayek bus boemel. Secara umum terkait dengan beroperasinya Tol jembatan  Suramadu, maka keberadaan trayek-trayek tersebut yang akan menuju pulau Madura akan beralih lewat Tol jembatan Suramadu.

Sementara di tingkat lokal, yaitu trayek dalam kota Surabaya dan kabupaten Bangkalan akan mengalami perubahan. Untuk itu perlu adanya trayek antar kota dalam provinsi yang melewati Tol jembatan Suramadu yang menghubungkan pulau Madura dengan Surabaya dengan daerah daerah lain di timur, selatan, dan barat kota Surabaya yang akan menuju pulau Madura.

Implikasi dari beroperasinya jembatan Suramadu terhadap angkutan penyeberangan Ujung-Kamal menyebabkan volume  penyeberangan Ujung–Kamal merosot tajam hingga lebih dari 50 persen. Bahwa setelah dioperasikannya Tol jembatan Suramadu pada bulan Juli 2009 yang lalu sebelumnya di penyeberangan Ujung–Kamal ada 18 armada kapal yang dioperasikan, dan setelah beroperasinya jembatan Suramadu 7 (tujuh) kapal ferry dialihkan ke beberapa penyeberangan lainnya.

Namun pengurangan armada kapal Ferry tersebut ternyata tidak berpengaruh terhadap peningkatan volume angkutan ferry tersebut, baik itu volume penumpang, barang, dan kendaraan roda 2 maupun roda 4. Malah yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu terjadinya penurunan yang terus menerus (lihat Grafik 1 di bawah).

Untuk itu maka kebijakan yang perlu diambil menurut Ketua Gapasdap (Gabungan pengusaha angkutan sungai danau dan penyeberangan) Jawa Timur (Kompas 17-11-2009) terkait dengan masalah penyeberangan Ujung – Kamal adalah pemerintah perlu memberikan bantuan subsidi kepada operator Namun menurut Asisten II Ekonomi dan rembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, pemerintah tidak akan memberikan bantuan subsidi berupa dana, tetapi akan memberikan bantuan berupa perbaikan infrastruktur, seperti terminal penumpang, pelabuhan ata dermaga.

Selain itu mengacu pada data yang ada, bahwa sebelum ada Tol jembatan Suramadu seluruh pergerakan penumpang, barang, dan kendaraan dari Provinsi Jawa Timur bagian timur pulau Jawa menuju pulau Madura hanya dilayani oleh lintasan penyeberangan Ujung – Kamal. Dengan jumlah armada sebanyak 18 armada dimana dalam keadaan normal dioperasiikan 12 armada.

Jadi kekuatan armada di lintasan penyeberangan Ujung-kamal pada waktu itu untuk penumpang adalah 12/18 X 61 62 = 4.108 penumpang. Kendaraan roda 2 adalah 12/18 X 406 = 271 unit kendaraan roda 2. Kendaraan roda 4 adalah 12/18 X 460 = 287 unit kendaraan roda 4. Dari perhitungan di atas separo dari jumlah tersebut diperkirakan akan beralih memanfaatkan Tol jembatan Suramadu, yaitu sekitar 2.054 penumpang, 136 unit kendaraan roda 2, dan 144 unit kendaraan roda 4 akan melimpah melewati Tol jembatan Suramadu.

Untuk itu maka Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Bangkalan, dan Kota Surabaya perlu meninjau kembali tentang kebijakan trayek lintas Jawa Timur – Madura dan mensosialisasikan tentang perubahan pola pergerakan penumpang dan kendaraan dari penyeberangan Ujung – Kamal ke Tol jembatan Suramadu.

Implikasi Beroperasinya Tol Jembatan Suramadu Terhadap Percepatan Pembangunan Jaringan Jalan di Jawa Timur dan Lintas Gerbangkertosusila.

Terkait dengan telah beroperasinya Tol jembatan Suramadu maka dapat dianalisis dan dievaluasi bahwa ada beberapa implikasinya terhadap kebijakan transportasi angkutan darat baik di tingkat lokal maupun tingkat regional. Pertama aaalah kebijakan yang berkaitan dengan perlunya pemindahan lokasi terminal di kota kabupaten Bangkalan yang letaknya di tengah-tengah kata kabupaten Bangkalan direlokasi mendekati Tol jembatan Suramadu di desa Sukolilo kecamatan Labang di kaki Tal jembatan Suramadu sisi Madura (Bangkalan).

Kedua adalah segera menyelesaikan pembangunan jaringan jalan utama di kata Surabaya sendiri, yaitu penyelesaian jaringan jalan utama di kota Surabaya, berupa jalan arteri primer yang berwarna merah (Peta 1) mulai dari kaki-kaki Tol Jembatan Suramadu sisi Surabaya ke arah timur Kota Surabaya yang melingkari sisi luar kat a Surabaya dalam bentu kotak. Jalan arteri tersebut biasa dikenal dengan jalan iingkar timur dan jalan lingkar barat. etelah itu menyelesaikan jalan Tal berwarna biru, biasa dlsebut Tal timur dan tal tengah. Dan yang lainnya berwarna hijau adalah jalan arteri sekunder yang terletak di dalam Kota Surabaya. Adapun proses pembangunan jalan-jalan utama tersebut masih belum selesai. Selain ketiga jalan utama yang sedang dibangun seperti tersebut di atas, di dalam kota Surabaya sendiri direncanakan akan di bangun monorel di tengah kota yang membelah dari utara ke selatan dan dari timur ke barat. Namun sampai saat ini realisasinya tidak ada.

Ketiga adalah kebijakan yang sifatnya lokal megapolitan terkait dengan beroperasinya Tol jembatan Suramadu adalah trend pembangunan wilayah Gergangkertasusila akan cenderung menetrasi melingkar ke arah daerah-daerah tersebut. Aspek-aspek yang akan tumbuh dan berkembang dalam pembangunan tersebut tentunya adalah trend pertumbuhan dan pembangunan cluster-cluster industri dan jaringan transportasi.

Keempat adalah kebijakan yang lebih luas mengarah pada tingkat regional Jawa Timur, yaitu harus disegerakannya pembangunan jalan Tol lintas tengah yang dimulai dari Surabaya – Pandaan – Malang. Lintas barat yang dimulai dari Surabaya – Mojokerto – Kertosono – Ngawi – tembus sampai Mantingan. Dan lintas timur mulai dari Surabaya – Pasuruan – Probolinggo – Banyuwangi. Dengan panjang jalan Tol secara keseluruhan sekitar 682,39 km. Dimana yang sudah selesai dan dioperasionalkan baru Surabaya – Gempol (49 km, putus di ruas Porong – Gempol sepanjang ±5 km), Surabaya – Gresik 20,70 km), dan Suramadu (5,4 km). Jadi total yang selesai dan sudah dioperasionalkan baru 10,2% dari 682,39 km jalan Tol yang harus dibangun di seluruh Jawa Timur.

Sementara yang perlu segera ditangani pembangunannya adalah jalan Tol lintas Porong – Gempol yang terputus akibat semburan Lumpur Lapindo. Total biaya pembangunan jalan Tol secara keseluruhan (682,39 km) di Jawa Timur pada tahun 2008 diestimasikan sebesar Rp 40,65 trilliun. Ini belum termasuk biaya relokasi Jalan Tol Porong – Gempol yang terputus akibat semburan Lumpur Lapindo. Dimana pada saat ini diperkirakan untuk pembangunan relokasi jalan Tol Porong – Gempol saja diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp 25 trilliun.

Implikasi Atas Beroperasinya Tol Jembatan Suramadu Terkait Dengan Kondisi Aksesibilitas dan Tingkat Pelayanan di Sekitar Jembatan Suramadu. Implikasi atas beroperasinya Tol jembatan Suramadu terhadap Aksesibilitas dan VCR tersebut dapat dianalisa dan dievaluasi sebagai berikut.

Bahwa aspek aksesibilitas dan VCR di lintasan Tol jembatan Suramadu dan di kaki-kaki Tol jembatan Suramadu, baik ditinjau dari sisi Madura maupun Surabaya memperlihatkan bahwa aksesibilitas di lintasan tersebut masih cukup baik, mudah, dan tinggi. Karena nilai persepsi pengguna atau pemakai lintasan Tol jembatan Suramadu tersebut rata-rata 3,6. Sedangkan nilai VCR-nya berkisar antara 0,02 – 0,34, masuk kategori A dan B. Ini artinya bahwa tingkat pelayanan jalan di lintasan Tol jembatan Suramadu (Surabaya – Bangkalan atau sebaliknya) adalah tinggi atau lancar. Untuk itu kebijakan yang perlu diambil terkait kondisi aksesibilitas dan VCR di lintasan Tol jembatan Suramadu yang masih baik dan lancar tersebut adalah perlu di jaganya dan ditingkatkannya kualitas dan kuantitas jalan di pulau Madura yang memiliki akses ke Tol jembatan Suramadu. Serta melengkapi rambu-rambu jalan. di sepanjang lintasan tersebut yang rata-rata belum seluruhnya dipasang.

Selanjutnya di pihak kota Surabaya harus segera menyelesaikan pembangunan jalan-jalan di lintasan timur, tengah, dan barat. Sebab hal ini untuk mengantisipasi meningkatnya volume barang dan penumpang serta kendaraan, baik kendaraan roda 2 maupun 4 yang diprediksi akan meningkat di lintasan Tol jembatan Suramadu di masa-masa yang akan datang.

Penutup
A.  Beroperasinya Tol jembatan Suramadu berimplikasi pada percepatan proses dan pelaksanaan pembangunan struktur jaringan transportasi angkutan darat di Jawa Timur dan lintas Gerbangkertosusila. Di kota Surabaya perlu dengan segera diselesaikan pembangunan jaringan jalan utama di dalam kota Surabaya itu sendiri. Yaitu jalanjalan arteri primer mulai dari kaki-kaki Tol jembatan Suramadu sisi Surabaya ke arah timur dan barat Kota Surabaya yang melingkari sisi luar kota Surabaya dalam bentuk kotak. Jalan arteri tersebut biasa dikenal dengan jalan lingkar timur dan jalan lingkar barat. Serta jalan Tol timur dan tol tengah. Selanjutnya perlu kebijakan tentang jadi tidaknya diteruskannya rencana pembangunan monorel di tengah kota yang membelah dari utara ke selatan dan dari timur ke barat.

B.   Kebijakan lain yang sifatnya lokal megapolitan terkait dengan beroperasinya Tol jembatan Suramadu adalah trend pembangunan cluster-cluster industri dan jaringan transportasi wilayah Gergangkertasusila akan cenderung menetrasi melingkar ke arah daerah-daerah tersebut.
C.  Kebijakan lain yang lebih luas mengarah pada tingkat regional adalah perlu disegerakannya pembangunan jalan Tol lintas tengah yang dimulai dari Surabaya – Pandaan – Malang. Lintas barat yang dimulai dari Surabaya – Mojokerto – Kertosono – Ngawi – Mantingan. Dan lintas timur mulai dari Surabaya – Pasuruan – Probolinggo – Banyuwangi. Dengan panjang jalan Tol secara keseluruhan sekitar 682,39 km. Dimana total biaya keseluruhan sebelum adanya bencana lumpur lapindo diestimasikan sebesar Rp 40,65 trilliun. Dan ini belum termasuk biaya relokasi Jalan Tol Porong – Gempol yang terputus akibat semburan Lumpur Lapindo. Dari keseluruhan panjang jalan Tol tersebut yang sudah dibangun dan dioperasikan baru 69,70 km atau  10,2%.

D.  Mengalihkan sebagian (7 armada) kapal ferry Ujung – Kamal ke penyeberangan lainnya karena penurunan volume, baik penumpang, barang, maupun kendaraan (roda2 atau 4) sejak dioperasikannya Tol jembatan Suramadu bulan Juli 2009 yang lalu. Serta perlunya memberikan bantuan subsidi terhadap operator pengangkutan di dermaga Ujung – Kamal.

Rekomendasi
A.  Kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan direkomendasikan untuk menjaga dan mengawasi serta menerapkan manajemen lalu lintas yang ketat dan teratur serta melengkapi pemasangan rambu-rambu lalu lintas dari kota kabupaten Bangkalan di sepanjang jalan utama kabupaten yang menuju Tol jembatan Suramadu. Serta segera merealisasikan pembangunan terminal baru di desa Labang dekat Tol jembatan Suramadu. Kepada Pemerintah Kota Surabaya direkomendasikan untuk segera menyelesaikan pembanguan jalan-jalan akses di sisi timur dan barat serta tengah kota Surabaya.

B.   Serlanjutnya kepada tiga daerah, yaitu Pemerintah Kota Surabaya, Kabupaten Bangkalan, dan Provinsi Jawa Timur direkomendasikan untuk segera menyusun dan menyelesaikan penerbitan trayek-trayek baru lintas Tol jembatan Suramadu.

*) Penulis adalah Peneliti Bidang Manajemen Transportasi Balitbang Provinsi Jawa Timur

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: TEROPONG, edisi 53, September-Oktober 2010, hlm, 20

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Bangkalan, Madura, Surabaya dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s