Paralayang, Gunung Banyak


Wisata Paralayang Extreme Challenge

DARI Fauzi Very Sandi yang lebih akrab dipanggil Ojie’, kami dapat banyak informasi soal kegiatan paralayang di Batu. Pemilik Boenga Batoe di Jl. Bukit Berbunga No 112 Sidomulyo Batu ini juga sebagai operator wisata paralayang, air soft gun, donut challenge, outbound training, family gathering, motor trail dan jungle trecking. “Kalau ada yang berminat pada salah satu kegiatan wisata yang penuh tantangan ini, kami siap membantunya,” kata Ojie’. Kawasan Gunung Banyak sebenarnya sudah cukup lama dikenal sebagai kawasan yang indah untuk olahraga dirgantara ini. Namun, secara resmi penggunaan kawasan tersebut sebagai kawasan paralayang pada 20 Juni 2000 lalu. Saat itulah kawasan Gunung Banyak ini diresmikan menjadi wanawisata dirgantara. Peresmiannya ditandai dengan pembuatan prasasti yang ditandatangani Ketua Umum Federasi Aero Sport Indonesia saat itu Marsekal TNI Hanafi Asnan.

Kawasan ini sengaja dipilih karena cocok sebagai pusat olahraga paralayang. Para atlet bisa terbang berkeliling sambil mengintip pemandangan alam dari udara. Setelah berputar-putar di udara, mereka mendarat di kawasan Songgoriti, Kota Wisata Batu. Lokasi ini tidak hanya dimanfaatkan para pecinta paralayang di Malang Raya bahkan atlet nasional tetapi juga wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Bahkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu untuk mendorong semangat pemilih Pemilihan Presiden (Pilpres 2009) pernah menggunakan atraksi paralayang untuk menyebarkan 100.000 lembar brosur di atas perumahan di Kota Batu. Isi brosur adalah materi sosialisasi Pilpres. Atraksi berlangsung menarik, dilakukan oleh atlet paralayang. Penyebaran materi sosialisasi berupa brosur dilakukan di tiga titik lokasi, di tiga lokasi kecamatan, yakni Kecamatan Batu, Junrejo dan Bumiaji.

Gunung Banyak tak hanya menjadi obyek wisata yang menarik karena keindahan alamnya. Letaknya di perbatasan wilayah Kota Wisata Batu dan Kabupaten Malang ini juga serasa bisa menjadi tempat untuk menikmati outer journey. Ratusan ribu titik lampu warna-warni menjadi sajian utama Gunung Banyak di malam hari. Pijaran titik lampu yang berjajar membuat semacam garis tak beraturan seolah hanya tampak seperti cahaya lilin. Sebagian besar titik lampu seukuran telur puyuh tampak seakan diam dan sebagian lagi bergerak. Itulah pemandangan yang disajikan Gunung Banyak pada malam hari. Gunung ini terletak di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Wisata Batu, dan berbatasan langsung dengan Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Tinggi gunung kurang lebih 1.300 meter di atas permukaan laut (dpl). Keindahan pemandangan di daratan itu tak selalu tampak. Untuk menikmatinya juga terkadang harus menunggu beberapa saat. Karena, tidak jarang di tengah menikmati keindahan, tiba-tiba kabut turun menyelimuti kawasan ini. Jika sudah begini, semuanya kembali menjadi putih, dan sesekali juga gelap. Bagi pengunjung yang ingin menyaksikan atraksi para atlet paralayang baik dari lokasi pendaratan di kawasan Songgoriti maupun dari lokasi pemberangkatan di atas Gunung Banyak tidak perlu khawatir. Di lokasi ini juga tersedia banyak fasilitas pendukung mulai gardu pandang, warung makanan, hingga tempat singgah. Tapi, pernahkah Anda membayangkan bisa terbang membelah udara, melayanglayang bagai burung walet menjelajah langit biru di angkasa? Memang agak sulit membayangkan jika manusia bisa menumbuhkan sayap kemudian terbang seperti yang biasa digambarkan dalam film-film Hollywood.

Paralayang adalah olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi atau kompetisi. Pilot atau orang yang mengemudikan parasut tersebut duduk di suatu sabuk (homes) yang menggantung di bawah sayap kain yang bentuknya ditentukan oleh ikatan tali dan tekanan udara yang memasuki ventilasi di bagian depan sayap. Olahraga paralayang adalah olahraga di alam bebas. Menikmati udara bebas siapa yang tak suka? Hanya dengan memanfaatkan angin dapat melayang-layang tinggi di angkasa luas dan merasakan desiran angin dalam kesunyian. Bayangkan saja, beberapa saat sebelumnya menginjak bumi namun beberapa saat kemudian sudah memandang bumi dari sisi lain, dari sebuah ketinggian di angkasa raya. Kalau cuaca mendukung maka akan dapat terbang sesuai keinginan. Dalam olahraga ini, keselamatan adalah paling utama yang harus senantiasa diperhatikan. Bagi yang belum menguasai olahraga ini secara mandiri, disediakan partner yang berpengalaman dan memiliki kualifikasi sebagai atlet paralayang untuk melayani tandem. Bebarapa instrumen yang biasa dipakai adalah variometer (untuk mengukur tekanan udara, tingkat akselerasi perubahan ketinggian), HT, dan GPS. Olahraga paralayang memang penuh tantangan, siapa takut?. fathoni/m djupri

 ‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: SAREKDA, Jawa Timur, edisi: 012, 2011.

 

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Batu, Wisata, Wisata Alam, Wisata Olahraga dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Paralayang, Gunung Banyak

  1. Wiwid S Roziq berkata:

    Tlg minta nomer telp yg bisa dihub, rencana kami mau kesana thl 27 Okt 2012, pingin paralayang utk 2 org, brp biayanya, tks.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s