Sastra Jawa Harus Dilestarikan


Sastra Jawa sebagai sumber nilai spiritual harus dilestarikan, karena mengandung kearifan budaya lokal yang erat kaitannya dengan karakter, kepribadian dan jati diri bangsa.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Dr. H. Rasiyo, MSi. pada Pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Sinkronisasi Pengembangan Sastra Budaya Jatim, di Hotel Satelit, Jl. Mayjend Sungkono no. 139, Surabaya, Rabu (15/6) malam.

Menurut Sekda, sastra Jawa mengandung nilai religius, etika moral yang berkaitan era dengan tuntutan perilaku mulia. Nilai-nilai ini secara filosofis dan ideologis menjadi sumber kearifan hidup yang relevan dengan budaya lokal.

Bahasa Jawa terkait dengan pendidikan karakter karena dalam bahasa Jawa mempunyai tatanan (unggah-ungguh). Di era global yang ditonjolkan adalah emosi. Padahal emosi tidak bisa dikendalikan. Untuk mengendalikan emosi, salah satunya menggunakan bahasa jawa, misalnya dengan gending/tembang.

Jatim merupakan provinsi yang kaya ragam budaya tradisional Keragaman budaya tradisional ini merupakan identitas masyarakat Jatim yang dapat menjadi potensi pembangunan, baik pembangunan sosial, ekonomi, politik maupun budaya. Salah satu keragaman budaya tradisional yang tumbuh dan berkembang di Jatim adalah sastra Jawa. Untuk mengembangkan sastra etnik/budaya di Jatim, tumpuannya pada sastrawan, budayawan dan pelaku budaya karena di era globalisasi ini harus mampu berkompetisi dengan budaya lain.

Berdasarkan kenyataan kekayaan sastra, didukung oleh keanekaragaman sub etnik, katanya, dialek merupakan khasanah seni budaya yan mengandung nilai spiritual dan estetika mendalam. “Hal ini diperlukan tindakan penggalian lebih mendalam terhadap nilai-nilai yang terkandung didalamnya,” katanya.

Demi pelestarian bahasa daerah, di sekolah-sekolah di Jatim sudah diajarkan bahasa daerah, semisal bahasa Jawa, Madura, dan bahasa Osing. Tapi permasalahannya mencari gurunya sulit. Oleh karena itu melalui Kongres Bahasa Jawa ke-5 pada tanggal 127–29 Nopember mendatang di Surabaya harus ada peneloran Kepmendagri agar guru bahasa diberikan pelatihan karena sekarang jarang sekali orang bisa nembang. “Kongres mendatang sifatnya internasional karena ada pembicara dari Australia yang bisa menggunakan bahasa Jawa, oleh karena itu orang Jawa harus melestarikan kalau tidak akan kehilangan Bahasa Jawa-nya,” ujamya.

Bahasa Jawa terkait dengan pendidikan karakter karena mempunyai lalanan (unggah ungguh)

Dalam kesempatan itu Sekda didampingi Kepala Biro Administrasi Kemasyarakatan setda Provinsi Jatim Thoriq Afandie, SH, MM. menunjukkan kebolehan dengan nembang mocopat.

Sementara itu Ketua Panitia Drs. Hizbul Wathon, MM. mengatakan, Rakor dan sinkronisasi pengembangan sastra budaya di Jatim ini untuk menggali dan mengaktualisasikan nilai kearifan budaya lokal sastra Jawa. Juga untuk memberikan penguatan tumbuh kembangnya mentalitas bangsa termasuk generasi penerus. Terhadap keragaman dialektika sub etnik sastra Jawa, serta meningkatkan wawasan dan kemampuan secara professional.

Rakor yang berlangsung tiga hari yaitu tgl. 15 s/d 17 Juni ini diikuti 100 orang peserta yang terdiri dari pemerhati dan pelaku sastra Jawa dari Kab/Kota se Jatim. Adapun 5 narasumber Prof  Dr. Ayu Sutaro, MA (UNEJ), Prof dr. Setyayuwana Sadikan, MA (UNESA), Drs. Dhanu Priyo Prabowo, M.Hum (Balai Bahasa Yogyakarta, Drs. Tito Setyo Budi, MSi (Pemimpin Umum Majalah Genta Semarang) dan Drs. Bonari Nabonenar (Budayawan Jatim).  Sil/Asikin

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾

Artikel dinukil Tim Pusaka Jawatimuran  dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Prasetya. Volume III, No. 30, Juni 2011, hlm. 23

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Seni Budaya dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s