Masjid Cheng Hoo, Peresmian


Masjid Cheng Hoo Terinspirasi Panglima Perang AL Cina

Nama besar Panglima Perang Angkatan Laut Cina Muhammad Cheng Hoo menginspirasi berdirinya sebuah bangunan megah Masjid yang diberi nama Muhammad Cheng Hoo di kawasan Selatan Kota Surabaya.

Bangunan Masjid ini bemuansa klasik Tiongkok (Cina) menunjukkan peradaban masa silam negara tirai bambu yang mempunyai nilai arsitektur bergaya klasik modem pada zamannya. Penggunaannya diresmikan Menteri Agama RI Prof. Dr.H. Said Agil Husin Munawar, MA di halaman komplek gedung Serba Runa PITI bertepatan HUT ke-42 PITI (Pembinaan Imam dan Tauhid Indonesia) JI.Gading Surabaya Rabu (28/5).

Bangunan Masjid yang memiliki gaya arsitektur Tiongkok ini merupakan satu-satunya masjid di Indonesia sejenisnya, ini ber-arti menambah satu tempat ibadah yang sekarang terdapat sebanyak 700 ribu masjid.

Menteri Agarna Prof. Dr. H. Said Agil Husin Munawar, MA dalam kata sambutan peresmiannya mengungkapkan, mudah-mudahan bangunan MasJid Muhammad Cheng Hoo Indonesia yang indah dan megah tersebut, tak hanya dilihat bentuk luarnya saja, tetapi di dalamnya pun juga harus indah dan kokoh, kerena dalam membangunan masjid itu mudah tetapi untuk kemakrnuran masjid adalah tantangan bagi umat Islam semua. Masjid M. Cheng Hoo yang unik dan indah bukan untuk sekedar ditonton, namun untuk diisi di dalarnnya dengan pembinaan keimanan dan ketaqwaan.

Menurut Menteri Agama, membangun sebuah masjid, akan tampak siapa yang terlibat di dalamnya walaupun sekedar membantu dengan sepotong kayu atau sebuah batu, maka yakinlah hal itu tidak sia-sia di hadapan Allah SWT. Selama masjid itu berdiri dan masih dimanfaatkan, maka pahala dan ganjaran akan terus mengalir bagi yang bersangkutan walaupun yang bersangkutan sudah kembali ke alam barzah. Bahwa benar apa yang dis ampaikan oleh Rasullulah SAW, barang siapa yang membangunan sebuah rumah Allah Swt, maka dia akan dibangunkan sebuah istana nanti di surga, saya do’akan yang terlibat dalam pembangunan masjid tersebut, mudah-mudahan mendapatkan istana di surga. Amin ya Robbal Alarniin,” tegas Menteri Agama Said Agil Husin.

Lebih jauh Menag, merasa bangga terhadap PITI karena dari seluruh daerah dapat berkurnpul menghadiri peresmian masjid yang sekaligus merayakan HUT ke-42 PITI. Ini menunjukkan betapa kuatnya persatuan dan keatan ‘yang dihimpun oleh PITI sungguh luar biasa. Sehingga merupakan hal yang sangat balk bagi pemerintah untuk melakukan kerjasama di bidang pendidikan agama (Islam) dengan RRC (Republik Rakyat Cina). Karena bangunan masjid itu seperti bangunan masJid yang ada di Beijing, Cina.

Menteri manambahkan, masjid Muhammad Cheng Hoo yang dibangun oleh PITI hanya dengan dana sebesar Rp 3,4 miliar adalah relatif sangat sedikit jumlahnya. Insya’ Allah setelah diresmikannya masjid ini, maka PITI yang berada di daerah seperti misalnya di MoJokerto, PITI di Sumatera Selatan, di Jakarta mapun PITI yang berada di Nusa Tenggara Barat, akan melakukan hal yang saran seperti di Surabaya, sehingga dapat mensyiarkan agama, bukan hanya pandai mendirikan dan bangunan masjid, tetapi bagaimana mengisi dan memanfaatkannya.

Ketua Panitia HYM Bambang Suyanto dalam laporanya menyebutkan, bahwa di komplek pm terdapat sekolah TK dan Sekolah dasar yang masih membutuhkan kucuran dana, sehingga secara spontan Menteri Agama membenkan bantuan sumbangan tahap pertama pada vayaan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia yang bemaung di bawah Korwil pm Jatim sebesar Rp 50 juta untuk pengembangan pendidikan kedua sekolah tersebut.

Peresmian yang ditandai dengan menekan tombol sirine dan penandatanganan sebuah prasasti oleh , Menteri Agama, didampingi Gubernur Jatim Imam Utomo, dan mantan Gubernur Jatim HM. Basofi Sudirman. Ketua DPP pm HM. Trusno Adi Tantiono dan Ketua Korwil pm Jatim H. Moch Gozali serta Ketua YHCI Bambang. S.

Bangunan masjid berdiri diatas lahan seluas 21 X 11 meter, dengan bangunan utama berukuran 11 X 9 meter. Disamping itu juga ada 8 sisi bagian atas bangunan utama. Ketiga ukuran itu masing-masing mempunyai makna, yaitu angka sebelas untuk ukuran Ka’bah saat dibangun, angka sembilan melambangkan Wali Songo, dan angka delapan melambangkan Pat Kwa (Keberuntungal kejayaan, dalam bahasa Tiongkok). Pada sisi kiri dan kanan bangunan utama terdapat bangunan pendukung berukuran 5,5 X 7 meter.

Hadir pada persemian selain Gubemur Jatim Imam Utomo mendampingi Menag, juga HM. Basofi Sudirman, sesepuh Jatim Moch. Noer, ulama, Kyai Ponpes se Jatim dan tokoh masyarakat serta para pengusaha di Surabaya. (Hariyanto guno)

 

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:Mimbar Jatim, Mei 2003, hlm. 21

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Surabaya, Wisata, Wisata Relegi dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s