Batik Madura


Pesona Batik Madura Dikenal Sampai Manca Negara

Pesona dan performa batik tulis Madura makin popular dan dikenal ke penjuru tanah air bahkan sampai manca negara karena memiliki daya tarik tersendiri. Eksotika khas batik pesisir dan warna yang berani serta karakteristik motif yang merefleksikan karakter masyarakat Madura. Ungkapan itu disampaikan Ny. Nina Soekarwo saat pengukuhan Dewan Keraiinan Nasional Daearah (Dekranasda) dan Pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Bangkalan Periode 2010-2014 di Pendopo Kabupaten Bangkalan, Karnis (9/12).

Dikatakan, batik tulis Madura dapat disejajarkan dengan batik Solo, Yogya dan Pekalongan. Designer asal Jakarta mulai banyak menggunakannya sebagai kombinasi, sehingga mengangkat harga jual gaun tersebut. Warna batik Madura, tambah Bude Karwo, memiliki khas pesisir berasal dari bahan-bahan alam, atau dikenal dengan sebutan soga alam yang berbeda dengan batik Solo, Yogya yang didominasi warna sogan. Sebagian besar produk unggulan tersebut, merupakan produk UMKM di wilayah Bangkalan dan umumnya masih merupakan industri rumah tangga yang mempunyai prospek sangat bagus di masa depan. Dekranasda sebagai wadah dan fasilitator bagi pengrajin dalam mengembangkan usaha, juga sebagai katalisator, inisiator, serta pembuka jaringan informasi dan komunikasi.

Juga sekaligus sebagai mitra pemerintah dalam membina dan mengembangkan kerajinan agar UMKM memiliki nilai jual yang kompetitif di pasar global. Kepada Pengurus Dekranasda yang baru dikukuhkan, Bude mengajak untuk membantu perajin memperbaiki kualitas produk dan memperluas jaringan pemasarannya agar bisa membus pasar nasional dan ekspor. Sehingga ekspor dari para pengrajin yang tergolong masih rendah dapat ditingkatkan.

Selain itu, diharapkan tercipta sinergitas program kegiatan antara program Dekranasda Provinsi dengan Dekranasda kabupaten/kota di Jatim. Sementara itu, Bupati Bangkalan, Fuad Amin, SPd mengatakan, Dekranasda Kab. Bangkalan mempunyai kewajiban untuk menggali, meningkatkan kualitas produk serta memperhatikan kepentingan pengrajin agar di Bangkalan berkembang industri kerajinan. Harapannya, ke depan industri kerajinan, khususnya. batik tulis dapat meningkat. Khusus untuk generasi pembatik, diharapkan agar ada kesinambungan generasi tidak putus. Pada kesempatan tersebut, Ny. Nina Soekarwo menyaksikan 1.000 pembatik dari berbagai macam usia, bahkan anak-anak sekolah sebagai generasi pembatik.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Prasetya, Volume II , No. 24, Desember 2010.

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Madura, Seni Budaya, Sentra dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s