Lembu dan Buaya


Cerita dari Relief-relief yang ada di komplek percandian Panataran yang telah diketahui jalan ceritanya.

Lokasi: dinding kolam berangka tahun pada dinding bagian barat, juga terdapat pada bagian belakang arca dwaraphala bertahun 1269 Saka yang terletak di sebelah kanan tangga masuk bangunan candi induk sisi utara. Urutan adegan: dari kiri terus ke kanan

Cerita singkat
Seekor buaya tiba-tiba kerobohan sebatang pohon, untung berada di suatu tempat yang berlubang sehingga masih sempat menyelamatkan diri tidak sampai mati.

Seekor lembu jantan sedang lewat di depannya kemudian dimintainya pettolongan. Lembu jantan tidak keberatan dan berhasil mengangkat pohon yang tumbang tersebut.

Karena tempat buaya di lautan maka lembu jantan dimintanya untuk mengantarkannya. Setelah peljalanan sampai di tengah laut punuk (ponok, bonggal punggung) lembu digigitnya.

Terasa sakit teljadilah perkelahian . Lembujantan hampir kalah karena laut bukan alamnya. Datanglah kemudian kancil yang bertindak sebagai wasit perkara (tidak digambarkan dalam relief).

Buaya dikembalikan ke tempat semula scwaktu kerobohan pohan dan kemudian ditingg ikan scndirian. Buaya tinggal menunggu ajalnya saja. (SOEYONO WISNOEWHARDONO)

 

Memperkenalkan Komplek Percandian Penataran di Blitar, KPN PURBAKALA MOJOKERTO, Mojokerto, 1995, hlm. 19

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Blitar, Legenda, Sejarah, Seni Budaya, Wisata Sejarah dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s