Candi Jawi


Candi Jawi terletak di Prigen tidak jauh dari Pandaan (Malang) di kaki gunung Welirang. Di dalam Nagarakertagama candi Jawi disebut “Jajawa” (Nag. 55 :3) atau “Jawa-Jawa”. Candi ini dibangun di atas tanah dataryang tinggi dengan pintu masuk ada di sebelah timur. Melihat bekas-bekas bengunan yang masih dapat dilihat sekarang, selain candi yang utama masih ada bangunan yang lain. Pemugaran telah dilakukan sejak tahun 1938-1941 karena sebelumnya candi ini telah runtuh. Akan tetapi pemugaran ketika itu belum dapat menyelesaikan seluruhnya sampai atap meskipun batu-batu candi bagian atap dapat disusun sebagai susunan percobaan. Hal ini disebabkan oleh hilangnya satu lapis batu pada bagian tubuh candi sehingga hubungan dengan bagian atas tidak diketahui.

Seni Bangun
Bentuk bangunannya tinggi dan ramping. Kaki candi dihias dengan serangkaian relief yang rupa-rupanya menggambarkan suatu ceritera. Namun sampai sekarang identifikasi ceritera tersebut belum jelas. Relief dipahatkan agak tipis sehingga beberapa di antaranya sudah rusak. Urutan ceriteranya dapat diperkirakan sesuai dengan jalan pradaksina. Pada sisi tubuh candi terdapat relung yang dihias dengan Kepala Kala. Di bagian tengah tubuh candi ada bingkai persegi mendatar.

Atap candi terdiri atas tiga tingkatan, puncaknya berbentuk dagoba. Jenis batu bagian atap berlainan dengan batu-batu bagian bawah (bagian kaki candi). Batu-batu atap sebagaian besar adalah batu putih sedangkan batu bagian kaki candi adalah adalah batu hitam (andesit).

Sangat boleh jadi batu-batu bagian atap ini berasal dari masa yang berlainan. Soalnya ialah Nagarakartagama pupuh 57 : 4 menjelaskan bahwa pada tahun saka 1253 candi Jawi pernah disambar petir.

Peristiwa tersebut mungkin sekali mengakibatkan keruntuhan bagian atasnya yang kemudian diperbaiki pada tahun berikutnya. Hal ini menjadi jelas dari temuan yang kemudian diperbaiki pada tahun 1938 sewaktu diadakan penyelidikan didapatkan batu candi yang berangka tahun 1254 saka.

Angka tahun tersebut mungkin sebagai peringatan di bangunnya kembali candi Jawi. Mcnurut W.F Sutterheim bentuk candi Jawi, pada mulanya seperti bentuk lukisan pada salah satu reliefnya, dimana pada relief tersebut ada suatu bangunan yang bagian atasnya berbentuk atap tumpang. Dr. N.J. Krom mengatakan bahwa candi Jawi bertingkat tetapi sebaliknya Porbatjaraka berpendapat bahwa candi Jawi tidak bertingkat.

Sifat kcagamaan dan arca-arca
Nagarakartagama pupuh 56 : 2 menyebutkan bahwa arca utama di dalam bilik candi adalah arca Ciwa, dengan tambahan keterangan bahwa ada arca Aksobya di atas mahkota-mahkota. Selama diadakan penyelidikan ternyata arca-arca yang ditemukan bersifat Saiwa. Arca-arca temuan tersebut ialah Nandiewara, Durga, Brahma, Ganesa, nandi ada juga fragmen Ardhanari. Diantara temuan-temuan itu tidak ada arca Aksobya. Prapanea sendiri menyatakan bahwa arca aksobya telah hilang dari candi Jawi pada tahun saka 1253.

Sifat Keagamaan candi Jawi diterangkan oleh Prapanca bahwa candi Jawi mempunyai dua sifat keagamaan, bagian bawah bersifat Saiwa sedangkan bagian atas bersifat Buddha: cihneng candi risor kecaiwan apueak kaboddan i ruhur (Nag. 56 : 2 : 1 ). Percampuran dua agama antara agama Hindu dan Budha di Jawa Timur ketika itu memang sangat menonjol lebih-lebih pada jamannya Kertanagara. Sehingga setelah wafatnya terkenal dengan gelar bhatara sang kumah riciwa-buddha (Prasasti Gajah Mada, 1351 AD) atau sang lina ring ciwabud-dhalaya (prasasti gunung Butak). Pararaton menyebutkan Cri Ciwabuddha dan bhatara Ciwa-buddha.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: MIMBAR JATIM, EDISI : 152 APRIL 1993, hlm. 24

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Malang, Wisata, Wisata Sejarah dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s