Mendulang Emas di Blauran


Abah, begitu panggilan Mohammad Abas, Abdillah, terbangun dari kantuknya. Seorang perempuan datang, lalu memperlihatan emas yang terbungkus saputangan. Setelah sesaat memperhatikan liontin dan cincin bertabur intan, Abah segera menggosok dan membubuhkan air keras di bekas goresan.

“Ini emas muda, dan yang ini emas tua,” jelasnya. Perempuan itu langsung pasang harga. Sembari menimbang, Abah mencoba menawar. Tak ada perdebatan berat. Karena beberapa saat kemudian, Abah menerima harga yang diminta perempuan penjual emas.

Inilah potret pedang emas kaki lima di Pasar Blauran Surabaya. Deretan toko emas di kawasan ini memang tak luput dari para pedagang emas. Mereka menetap di depan emperan toko, menunggu penjual emas yang ingin cepat menjual emasnya. Menjual emas pada pedagang-pedagang ini memang relatif mudah.

Tak harus pakai surat pembelian dan Perempuan itu langsung pasang harga. Sembari menimbang, Abah mencoba menawar. Tak ada perdebatan berat. Karena beberapa saat kemudian, Abah menerima harga yang diminta perempuan penjual emas.

Inilah potret pedang emas kaki lima di Pasar Blauran Surabaya. Deretan toko emas di kawasan ini memang tak luput dari para pedagang emas. Mereka menetap di depan emperan toko, menunggu penjual emas yang ingin cepat menjual emasnya. Menjual emas pada pedagang-pedagang ini memang relatif mudah. Tak harus pakai surat pembelian dan bisa saling tawar. Jika beruntung, bisa mendapat harga yang bagus.

Kini, saat harga emas tinggi, para pedagang emas kaki lima ini masih bisa tersenyum lega. Paling tidak jika ramai, menurut Abah, dirinya bisa bertransaksi sarnpai 10 juta dalam sehari. Menunggu pembeli, menilai umur emas, kemudian menimbang dan membelinya bagai mendulang emas di pertambangan jalanan. Jika hari ini sepi, masih ada waktu untuk kembali mendulang emas esok hari. _ naskah dan foto : m ismuntoro

 ‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Mossaik, maret 2006, hlm. 42

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Sentra, Surabaya dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s