Ramayana (Hanoman Duto)


Cerita dari Relief candi Penataran pada lokasi: dinding teras pertama candi induk, mengelilingi dinding teras, dengan urutan adegan prasawya, membaca dimulai dari dinding sisi utara yang menghadap ke barat terus melingkar kembali ke dinding utara yang menghadap ke utara, jumlahnya sekitar 91 panil.

Cerita Singkat

Hanoman salah satu pimpinan kera kepercayaan Sugriwa pada suatu ketika diutus ke Alengka tempat istana Rahwana untuk mencari Sita. Dengan jalan mendaki gunung kemudian menyeberangi lautan sampailah ia di istana Rahwana. Sementara Hanoman bersembunyi di atas pohon, kemudian setelah keadaan memungkinkan ia menyelinap ke dalam istana untuk menyerahkan cincin titipan Rama.

Sewaktu ke luar istana Hanoman kepergok penjaga istana sehingga terjadilah perkelahian. Hanoman mengamuk merusak taman, kejadian ini kemudian dilaporkan kepada Rahwana. Bala bantuan dikirim, pertempuran sengit terjadi.

Banyak korban berjatuhan bahkan Aksa anak Rahwana sampai patah tangannya. Pasukan berikutnya dipimpin oleh Indrajid yang mempergunakan panah ular (panah berantai). Dengan panah ini Hanoman berhasil dibelenggu, ekornya dibungkus kain kemudian dilumuri minyak terus dibakar.

Tentu saja membuat Hanoman merontaronta, dengan bergulung-gulung belenggu dapat dilepaskan. Dalam keadaan terbakar ekomya ia melompat kian kemari, melompat ke atas hubungan rumah sehingga seluruh istana terbakar.

Suasana menjadi gempar, sebelum meninggalkan tempat Hanoman sempat berpamitan kepada Sita. Hanoman kemudian lapor kembali ke Rama dan Laksmana.

Sugriwa diperintahkan untuk mengerahkan pasukan kera. Dengan menembok samodra pasukan kera berhasil membuat jembatan yang menuju ke Alengka.

Setelah persiapan selesai bala tentara kera dipimpin oleh Sugriwa, Laksmana dan Rama menyerang Alengka. Korban banyak beljatuhan di antara kedua belah pihak.

Dalam peltempuran ini Laksmana berhasil memanah Kumbokarno sehingga mati seketika. Peltempuran masih terus berlangsung untuk menumpas sisa-sisa pasukan.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: …

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Blitar, Legenda, Sejarah dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s