Lestarikan Batik dan Dolanan Tradisional


BUDURAN – Museum Mpu Tantular tidak mau kalah untuk berperan serta melestarikan batik sebagai kekayaan budaya Indonesia yang diakui dunia. Di museum nasional tersebut kemarin (26/11), ratusan siswa-siswi dari berbagai sekolah membatik bersama. Mereka juga menyaksikan beragam seni dan permainan tradisional dalam Festival Tantular 2011.

Koordinator Peragaan Pembuatan Batik Sadari menyatakan, setiap sekolah mengirimkan lima siswa. Mereka diajari pakar-pakar batik yang sudah ahli. “Kami harap mereka bisa mencintai Batik dan mampu mengembangkannya. Istilahnya, mencari generasi penerus pembatik,” ujamya. Saat ini, kata dia, mayoritas pembatik memang sudah berusia lanjut. Anak muda kurang tertarik kepada kerajinan yang satu ini.

Seluruh siswa diberi kain berukuran 50 x 50 senti meter. Di atas kain ini sudah digambar pola oleh panitia. Pola masing-masing kain berbeda. Ada yang bergambar topeng, burung kasuari, pemandangan, candi, wayang, dan berbagai gambar lain. Para siswa tinggal mengikuti pola menggunakan canting yang berisi lilin dan pewarna. “Lilin ini harus menutup garis pola di kain hingga tembus agar nanti garisnya muncul ungkapnya. Jika sudah kering, baru mulai proses pewarnaan. Kain dicelupkan ke pewarna yang dikehendaki. Baru setelah itu, dicelupkan lagi ke larutan HCL agar warna meresap dan tidak luntur. Setelah itu, kain dicuci dengan air bersih dan dikeringkan.

Sadari mengungkapkan, seluruh kegiatan di Festival Tantular 2011 ini disesuaikan dengan koleksi museum. Di museum juga ada koleksi batik sehingga diselenggarakan acara membatik bersama. Kegiatan lain seperti pertunjukkan kesenian reog, kuda lumping, dan berbagai tarian lain ditampilkan karena juga ada peninggalan berupa barang-barang seni di museum. “Selain itu, kegiatan-kegiatan ini melestarikan budaya tradisional agar tidak hilang,” ungkapnya. Kemarin juga diselenggarakan berbagai lomba dolanan. Misalnya, lomba adu cepat egrang, dakon, teklek panjang, serta bekel. (sha/clO/roz)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Jawa Pos, Minggu 27 November 2011

 

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kesenian, Seni Budaya, Sidoarjo dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s