Pameran Purbakala di Kabupaten Kediri


Dinas kebudayaan dan Pariwisata, dalam hal ini Bidang Sejarah, Museum dan Purbakala (SMP) bersama BP-3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) Mojokerto, Museum Wajakensis Tulungagung, Museum Anjuk Ladang Nganjuk ikut memarakkan pekan budaya dan pariwisata di Kabupaten Kediri yang berlangsung 30 Juni- 5 Juli 2011 di arena Simpang Lima Gumul.

Bupati Kediri, Hariyanti, dalam sambutannya mengatakan, acara rutin yang digelar setiap tahun tersebut bertujuan untuk melestarikan, mengembangkan serta mempromosikan potensi daerah. Dengan kegiatan ini diharapkan Kabupaten Kediri lebih maju lagi, kata Hariyanti yang juga istri mantan Bupati Kediri.

Kegiatan yang diikuti oleh para pegiat pariwisata, koperasi serta perdagangan tersebut menempati bilik yang disediakan untuk memamerkannnya. Para peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Kediri, namun peserta luar daerah juga banyak turut serta.

Museum Wajakensis
Sementara itu untuk pameran kepurbakalaan Museum wajakensis, BP3 dan Anjuk Ladang menampilkan berbagai koleksi unggulan

PATUNG BIMA,
Patung Bima merupakan fragmen Makara yang biasanya dipergunakan sebagai hiasan ujung tepi tangga masuk suatu bangunan suci. Makara adalah binatang motis yang dianggap mempunyai kekuatan magis untuk mengusir roh jahat, merupakan perpaduan dari berbagai binatang seperti ikan, naga dan gajah.

GANESHA,
Ganesha merupakan Dewa Manusia berkepala Gajah, Putra Dewa Siwa dengan Parwat Dalam ikonografinya Ganesha seringkali digambarkan duduk untuku tukasama. Ganesha dianggap sebagai simbol ilmu pengetahuan, dewa perang sekaligus pembasmi kejahatan dan kebodohan.

BP3 Mojokerto Menampilkan koleksi,
AGASTYA,
Agastya adalah perwujudan Siwa dalam kedudukannya sebagai guru yang mengajarkan kebudayaan Hindu ke India Selatan. Oleh karena itu dalam perwujudan arcanya. Ia ditempatkan di relung selatan bangunan Candi. Agastya digambarkan berjenggot, perut gendut dan bertangan dua. Satu tangan membawa tasbih sebagai tambang perputaran waktu dan tangan yang lain membawa Kamanilalu atau kendi sebagai simbol ilmu pengetahuan dan kesuburan.

MAHAKALA,
Mahakala adalah salah satu aspek Siwa yang digambarkan dalam keadaan marah atau kreda. Ia diwujudkan sebagai raksasa dengan muka yang mengerikan, gigi bertaring, bertangan dua. Pada salah satu tangannya membawa Gade dan yang lain bertolak pinggang. Mahakala adalah Dewa Waktu, sehingga segala sesuatu tergantung kepadanya. Karena kekuatannya tersebut, ia dipercaya sebagai penolak bala. Dalam tugasnya menjaga bangunan candi, Mahakala diletakkan di relung kanan bangunan pintu masuk candi.

 
Anjuk Ladang Menampilkan koleksi,
TELEPON MANUAL, Pesawat telepon manual ini digunakan untuk menghubungkan ke pesawat telepon lawan. Caranya dengan mengangkat gagang telepon -putar dengan menggunakan generator dan generator akan mengeluarkan alur listrik sekitar 60 watt. Pesawat telepon yang dituju akan berdering. Untuk pembicaraan melalui hanset (mikropon) dengan menggunakan baterai, setelah selesai pembicaraan tutup telepon kembali.

UANG BELANDA,
Mata uang adalah salah satu alat tukar yang menggantikan sistem barter. Mengingat perannya sangat penting, maka uang mendapat perhatian khusus baik dari  segi bahan, bentuk dan ciri-cirinya, yang semuanya merupakan sumber informasi untuk mengungkap tingkat kebudayaan manusia.

GENTA PENDETA,
Genta pendeta biasanya digunakan oleh para pendeta Hindu maupun Budha pada saat upacara keagamaan. Genta pendeta bagian bawah berbentuk setengah bulatan menyerupai stupa dan berongga, di dalam rongga tersebut terdapat bandul sebagai sumber bunyi. Bagian atas terdiri dari berbagai bentuk hiasan misalnya wajra (petir). Berfungsi memanggil para dewa agar hadir dalam upacara yang sedang berlangsung.

TOMBAK,
Tombak adalah senjata tradisional Indonesia. Pada mulanya tombak sebagai senjata, kemudian pada perkembangannya, menjadi barang kramat dan dihormati bahkan masih banyak masyarakat percaya bahwa tombak memiliki daya magis sehingga sangat besar pengurus sugestinya dalam kehidupannya. (hen

 ‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: JATIM Plus, DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PROVINSI JAWA TIMUR,Edisi 283, Ming. IV Juni – Ming. II Juli 2011

 

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kediri, Mojokerto, Nganjuk, Sejarah dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s