Rumah Sakit Haji


RS. HAJI SURABAYA DIRESMIKAN
PRESIDEN SOEHARTO
Biaya Rp. 15 milyar

Rumah Sakit Haji yang berlokasi eli Kecamatan Sukolilo Surabaya merupakan sarana yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan eliantarajemaah haji yang akan berangkat atau yang baru pulang dari Tanah Suci. Disamping sebagai tempat pelayanan kesehatan, juga diharapkan dapat menjadi tempat syiar agama sehingga kemuliaan agama benar-benar terasa bagi pengunjung rumah sakit.

Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa diantara parajemaah haji kurang memperhatikan keadaan kesehatannya dalam melaksanakan ibadah haji. Makanan dan minuman yang tepat jumlah yang mencukupi sangat dibutuhkan. Demikian pula istirahat yang memadai agar dapat menjalankan ibadah haji dengan baik dan pulang ke tanah air dalam keadaan tetap sehat.

Untuk memenuhi keperluan semua itu Presiden Soeharto pertengahan bulan Apri l 1993 meresmikan Rumah Sakit  type C plus. Pembangunan Rumah Sakit Haji melalui dana berasal dari umat  Islam Indonesia, Pemerintah Daerah dan Ban tuan Pemerintah Arab Saudi. Hal ini meneenninkan persatuan umat Islam Indonesia serta rasa kebersamaan antar umat Islam di dunia, inilah salah satu lambang ukhuwah Islamiyah.

Dalam kaitan ini Presiden Soeharto mencanagkan rancangan pembangunan empat Rumah Sakit Haji sebagai monumen hidup untuk mengenang para syuhada Mina yang meninggal dunia dalam musibah terowongan Mina. Lokasinya adalah dipelabuhan Embarkasi Medan, Jakarta, Surabaya dan Ujung Pandang. Modal awal dari Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila sebesar Rp. 500 juta untuk masing-masing lokasi. Modal berikutnya dari PT Garuda Indonesia dan PT Bimantara sebesar Rp. 800 juta untuk masing-masing lokasi. Disamping itu mendapat bantuan Raja Fahd dari Arab Saudi sebesar Rp. 7,2 milyaruntuk empat Rumah Sakit Haji.

Tahun 1992 lalu Presiden Soeharto telah meresmikan Rumah Sakit Haji Medan dan Ujung Pandang dan telah melayani umat maupun masyarakat tanpa terbatas pada haji atau kaum muslimin  Status dan pe-ngelolaan Rwnah Sakit Haji Surabaya sesuai petunjuk Pauitia Pusat diatur dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan dan Menteri Agama. Untuk tahap awal Pemerintah propinsi. Daerah Tingkat I Jawa Timur menetapkan pengelolaan Rumah Sakit Haji dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah yang dalam pelaksanaan dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur.

Personalia Rumah Sakit Haji baik medis maupun nona medis, direkrut dari tenaga-tenaga yang telah ada yaitu dari Kantor Wilayah Kesehatan Propinsi Jawa Timur, Rumah Sakit Umum Dr. Sutomo, Dinas Kesehatan Daerah Tingkat III RUl11ah Sakit di Daerah Tingkat II dan pengadaan baru. Dari kebutuhan 246 orang telah tersedia 241 orang dengan rincian rekrut tenaga yang sudah ada 171 orang, rekrut tenaga baru 70 orang. Pelantikan Direktur serta Pejabat Struktural lainnya dilakukan tanggal 5 Pebruari 1993.

Dalam rangkaian kunjungan kerja ke J awa Timur, Presiden juga meresrnikan pembangunan Gedung Juang 45 di JI. May. Jen.  Sungkono Surabaya yang dipersiapkan sebagai sarana dalam pelaksanaan segala kegiatan Dewan Harian Daerah 45 Propinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut antara lain pelaksanaan tugas pokok Angkatan 45 dalam melestarikan jiwa, semangat dan nilai-nilai 45 serta tugas rutin organisasi.

Disamping itu juga dimaksudkan untukk mempercepat tercapainya kesinambungan pada ‘generasi muda dalam melestarikan jiwa, semangat dan nilai-nilai 45. Memberikan tambahan khasanah guna lebih tercenninnya jati diri kota Surabaya sebagai kota Pahlawan.

Tujuan khusus untuk mendukung dan menunjang keberadaan organisasi angkatan 45 dalam mencari data-data autentik guna mewujudkan sarana yang dapat dimantapkan seperti: museum perjuangan, buku-buku dan tulisan-tulisan/lukisan-lukisan sejarah perjuangan bangsa, monumen, tugu-tugu dan prasasti yang ditempatkan pada situs-situs/palaga juang.

Empat faktor yang melandasi terselenggaranya pembangunan gedung juang 45 ini adalah fungsi bangunan, falsafah bentuk bangunan, sistem struktur yang mampu mendukung bangunan tiga lantai pada kondisi tanah bergerak yang eksp ansif, luas lantai seluruhnya 3.400 M2 dengan menyerap dana sebesar Rp. 2,1 milyar berasal dari swadaya murni DHD Angkatan 45 Propinsi J awa Timur.

Lantai dasar terdapat Main Hall seluas 250 M2 untuk lobby, penerimaan tamu VIP, ruang pameran terbatas. Dikanan kiri Main Hall terdapat ruangan perkantoran untuk pimpinan pengurus DHD Angkatan 45 dan ruang sidang. Lantai I disediakan untuk menikmati pemandangan di JI. May. Jen. Sungkono dan disediakan cafetaria. lantai II ruangan tempat kerja staf personil, dokurnentasi, perpustakaan dan laboratoriunl dalam mendukung tugas-tugas pelestarianjiwa, semangat dan nilai-nilai 45 .

Di lantai III terdapat ruangan bebas kolom seluas 700 M2 sebagai ruang multi purpose yang dapat dipergunakan menunjang kegiatan organisasi maupun untuk umum. Ruangan serba guna dapat menampung 800 orang dalam acara resepsi berdiri atau 500 orang untuk pertemuan yang memakai meja,kursi dan perlengkapan lainnya.(NS)

 ‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: MIMBAR JATIM, EDISI:    152 APRIL 1993, hlm. 26

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Beranda, Surabaya dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s