Nasib angkutan feri pasca-Suramadu


Seorang pengusaha feri pada satu forum diskusi bertanya, bagaimana nasib 18 unit feri pada saat Jembatan Suramadu nanti beroperasi. Maksudnya bukan karena takut kehilangan pasar, tapi pertanyaan lebih mengarah kepada adakah kebijakan yang bisa menyelematkan usaha penyeberangan yang sudah suram tersebut.

Pertanyaan itu mendadak menjadikan forum satu diskusi yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Feri CGapasdaf) Jatim belu~ lama ini tercenung. Diskusi memang sedang membahas nasib angkutan feri yang sudah suram sejak beberapa tahun terakhir. Pertanyaan itu benar-benar di luar dugaan peserta diskusi. Ibarat koor, peserta diskusi yang sebagian besar anggota Gapasdaf itu pun lantas saling menimpali dengan aneka argumentasi yang lebih dahsyat. Intinya, ungkapan bernada kecemasan-masih bisakah mereka bertahan di tengah aneka kesulitan yang menjepitnya sekarang. Belum lagi nanti setelah Jembatan Suramadu dioperasikan. Diskusi pun lantas merambah ke mana-mana, termasuk menyinggung soal besaran dana pembangunan proyek Suramadu yang mencapai Rp2,8 triliun. Mereka melakukan pengandaian seandainya pemerintah juga memperhatikan nasibnya saat ini, terlebih nanti setelah beroperasinya Suramadu. Bambang Harjo S., ketua Gapasdaf Jatim sebagai moderator diskusi kemudian meluruskan  arah diskusi dengan menyampaikan beberapa pendapatnya yang lebih mengarah kepada ajakan agar operator 18 unit feri di lintas Ujung-Kamal untuk bersiap-siap menjadi angkutan penumpang semi entertainment. “Ansipasi seperti itu penting. Kemungkinan berkurangnya load factor sekitar 30%  akibat beralihnya potensi angkutan ke transportasi darat via Jembatan n Suramadu. Jangka waktunya pun sudah dekat, yakni empat tahun lagi atau selesainya proyek jembatan pada 2007.” Lebih jauh dia menjelaskan saat ini enam operator dari 18 unit feri di lintas Ujung-Kamal harus bersatu dan mencari format terbaik untuk bisa keluar dari berbagai kesulitan yang dihadapi saat ini maupun mendatang. Karena selama ini 18 unit feri yang dioperasikan pada lintasan itu belum pernah mendapatkan tariff yang baik untuk kelangsungan usahanya. Belum lagi kesulitan yang lain.

Ancaman hilangnya pendapatan akibat terus menurunnya load factor hingga nanti mencapai 30% terkait pengoperasian jembatan Suramadu, juga dinyatakan akan menjadi tantangan sangat serius yang perlu dicarikan solusi. “Kita harus antisipasi dari sekarang. Misalnya mengubah unit-unit kapal yang kita operasikan menjadi feri semi entertainment,” katanya.

Menurut perkiraanya, jika saat ini kapasitas 18 unit feri itu masih terpakai 55% untuk  kendaraan dan 45% untuk penumpang, pada saat jembatan Suramadu dioperasikan di tahun 2007 bisa dibayangkan nasib operator feri kelak.

”Yang paling banyak tersedot nanti mungkin penumpang kendaraan. Bisa mencapai 30%. Sedangkan penumpang orang rasanya masih kecil, atau berkisar antara 10%-20%,” lanjutnya.

Jika langkah antisipasi tidak segera dilakukan, lanjut Bambang, enam operator yang mempekerjakan tidak kurang dari 1.500 pekerja akan mengalami nasib sangat buruk. Dampak lebih lanjut dimungkinkan feri-feri itu tidak akan mampu lagi memberikan pelayanan maksimal pada pelintasan Selat Madura.

Menyinggung konsep riil dari rencana menyiapkan feri semi entertainment itu, Bainbang mengatakan, pada setiap kapal paling tidak harus di disain ulang menjadi kapal wisata yang representatif. “Minimal dilengkapi sarana hiburan seperti karaoke dan sejenisnya.”

Begitu juga dengan rute, lanjutnya, paling tidak ada yang disiapkan untuk perjalanan sekitar perairan Tanjung Perak, atau bisa juga dipakai untuk menyaksikan matahari terbenam dan mungkin digunakan untuk acara pesta. • Samantha Ardiansyah

 

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: BISNIS INDONESIA, REGIONAL TIMUR, hlm. 3

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Bangkalan, Surabaya. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s