Titik Terang Suramadu


Dari 7 Proyck APBN di Jatim, Titik Terang Hanya Suramadu

Macetnya pembangunan tujun proyek pengungkit di Jatim karena minimnya dukungan dana APBN juga diamini DPRD Jatim. Versi dewan yang masih bisa diharapkan kelanjutannya dari sekian proyek itu adalah Jembatan Suramadu. Karena itu mereka terus berjuang minta anggaran pusat segera turun.

Anggota Kamisi D (Bidang Pembangunan) DPRD Jatim, Edy Wahyudi , Rabu (5/7) siang membeberkan dana untuk pembangunan Suramadu yang diambilkan dari alokasi pemerintah pusat sebesar Rp. 400 miliar. Saal ini sedang di perjuangkan dalam Perubahan Anggaran Pembangunan dan Belanja Ncgara (PAPBN) yang kini sedang dibahas di DPR RI. Diharapkan, hasil PAPBN ini bisa disahkan akhir Agustus 2006 dan dana tersebut bisa scgera dicairkan September 2006.

“Komisi D ikut terus memperjuangkan lewat jalur legislalif maupun jalur partai di DPR ‘ RI. Sebab, Jatim sangat berkepentingan terhadap pembangunan Jembatan Suramadu ini. Suramadu ini kan juga mcnjadi pinlu masuk untuk  menarik investor di Jatim,” ujarnya.

Edy menambahkan, saat ini s isa kekuran gan dari proyek mcrcusuar ini sendiri mencapai Rp 1.187 triliun. jika tahun 2006 ini bisa dikucurkan Rp 400 miliar, berarti sisa Rp 787 miliar bisa dicairkan bertahap dalam tahun 2007 hingga 2008.

“Mungkin tahun 2007 dicairkan Rp 400 miliar dan sisanya tahun 2008. jika demikin, kita harapkan tahun 2008 Suramadu sudah bisa selesai sesuai jadwal,” ujar Ketua Pansus Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jatim ini.

Sebe1umnya. Sekda prov Jatim, Dr. H. Soekarwo, SH.,MHum mengungkapkan minimnya kucuran dana dari pemerinlah pusat atas tujuh proyek pengungkit perekonomian Jatim itu. Tujuh proyek pcngungkit itu sendiri antara lain. Jalur Lintas Selalan (LS), Jembatan Suramadu, Proyek Pasar Induk Agrobis (PIA), Gerdutaskin. Jalan Tol Surabaya-Mojokerto, jalan Tol Gempol-Malang, Jalan Tol- Pasuruan.

Dikhawatirkan pembangunan proyek itu terancam molor.

Dikonfirmasi terpisah melalui ponselnya, Pimpro Suramadu, Ir.Zamhar ir Ba s uni MMT mengalakan meski kucuran dana tersendat namun pembangunan fisik di bentang Jembatan Suramadu sisi Surabaya tetap jalan terus. Sekilar 150 pekerja telah melakukan pemasangan tiang pancang, kepala pilar hingga balok-balok penyangga setiap hari dari anggaran yang sudah turun sebesar Rp 41 miliar pada tahun 2006.

“Kami sudah memasang 12 kepala pilar, kurang 7 pilar lagi. Balok penyangga sudah terpasang 17 dari kebutuhan 36 balok,” katanya seraya menyebut I pilar dan balok masing-masing sepanjang 40 meter.

Namun diakui Basuni jika sampai Agustus nanti, kontraktor (ada 3 yakni PT Agrabudi, PT Hulama Karya dan PT Wijaya Karya) tak dapat kucuran dana lagi pihaknya akan slow down. Karena semua anggaran yang turun tahun 2006 sudah terserap habis. “Yang Rp 41 miliar sudah teralokasi semua. “Kan nggak mungkin kerja kalau dana yang dia lokasikan untuk tahapan berikutnya tak kunjung turun.” Katanya.(coy,tis) 

 

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: SURABAYA POST, Rabu, 5 luti 2006 Hal. 9

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Bangkalan, Surabaya dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s