Giri Kedaton, Kabupaten Gresik


Giri Kedaton Butuh Perhatian Plus

Besok, tepatnya 9 Maret 2012, Kota Gresik bakal genap berusia 525 tahun. Penandaan usia itu mengacu pada penobatan Raden Paku. Sayangnya, meski sisa-sisa situs di atas bukit itu masih ada, kondisinya belum mendapat sentuhan lebih.

EMPAT pelajar SMP Islam Manbaul ulum, Gresik, terlihat duduk melingkar di area situs Girl Kedaton siang kemarin (7/3). Dengan buku di tangan, mereka tampakasyik berdiskusi. Setelah itu, para siswa tersebut berkeliling. Satu persatu sudut diamati. Mulai tulisan, bangunan, hingga sekeliling situs.

Selain para siswa itu, tampak beberapa pengunjung lain di bukit dengan ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut. Sebagian di antara mereka merupakan pegawai Pemkab Gresik. Rupanya, mereka tengah mempersiapkan rencana prosesi napak tilas bupati di Giri Kedaton dalam peringatan Hari Jadi Ke-525 Kota Gresik.

Giri Kedaton dibangun Raden Paku pada 1486. Sejak saat itu, Raden Paku bergelar Sunan Giri Nah, sekitar setahun kemudian atau 1487, Sunan Giri dinobatkan menjadi kepala pemerintahan (nata) dengan gelar Prabu Satmata sekaligus pandita (pemimpin umat Islam) dengan gelar Tetunggul Khalifatul Mukminin. Berdasar Babad Gresik, penobatan itu juga dihadiri sejumlah Wali Songo.

Tahun penobatan itulah yang kemudian menjadi dasar peringatan hari jadi Gresik. Sayangnya, kondisi situs terbilang kurang mendapat perhatian plus. Untuk bisa seperti sekarang, beberapa kali perbaikan dan konservasi memang telah dilakukan pihak terkait. Namun, masih banyak hal yang perlu dilakukan. Membangun masa lalu kadang memangsama pentingnya dengan membangun hari ini dan esok.

“Kami ingin situs Giri Kedaton ini lebih dihidupkan biarmasyarakat luas lebih mengenal. Karena itu, peringatan hari jadi sekarang harus dimulai dari sini: kata KH Muhtar Djarnil, tokoh masyarakat Gresik, yang ditemui Jawa Pas di area situs Girl Kedaton kemarin.

Situs Giri Kedaton berada di Sidomukti, Kecamatan Kebomas. Dari arah Jalan Sunan Giri, tidak ada penunjuk arah ke kawasan tersebut. Setelah beberapa meter melarigkah masuk Kampung Sidomukti XIII, tampak gapura kecil berlogo pemkab bertulisan Giri Kedaton. Jalan menuju gang itu pun cukup sempit. Jika kendaraan roda empat masuk, lebih dari separo jalan tersita. Parkirpun susah. Namun, untuk pengendara sepeda motor, mungkin kendaraan bisa dititipkan kepada warga kampung terdekat.

Menuju Situs Giri Kedaton cukup menguras energi. Sebab, ada lebih dari seratus undak-undakan yang mesti dilalui. Sesampai di atas bukit, sepintas terlihat sebagian situs itu kurang terawat dengan sempurna. Juga, tidak terlihat papan resmi yang menunjukkan bahwa situs harus dilindungi. Hanya ada papan yang menyerupai majalah dindmg (mading). Di papan itu tertulis sekelumit sejarah beserta gambar-gambar. 1tu pun gambarnya sudah luntur dan tidak lekas diperbarui.

Sebenarnya, upaya merekonstruksi pernah dilakukan sekitar 2002. Dengan melibatkan arkeolog, tim pemkab menata bagian-bagian bangunan tertentu. Namun, entah kenapa, upaya itu berhenti. Alhasil, wajah Giri Kedaton pun tampak belum sempurna.

Wabup Gresik M. Qosim juga mengakui kondisi situs Giri Kedatoh tersebut. Dia menyatakan, pihaknya telah memiliki niat untuk merevitalisasi situs tersebut. Namun, tampaknya, itu belum bisa dilakukan tahun ini karena menyangkut ketersediaan anggaran. Yang pasti, pemkab sudah merancang untuk melanjutkan konservasi, ekskavasi (pengupasan tanah), studi kelayakan pugar, hingga penataan lingkungan. “Selama masa pemerintahan ini, kami upayakan Giri Kedaton bisa hidup,” tegasnya. (ris/c5/hud)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:  Jawa Pos,Kamis 8 Maret 2012

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Gresik, Sejarah, Wisata, Wisata Sejarah dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Giri Kedaton, Kabupaten Gresik

  1. andri berkata:

    Mengapa hari jadi kota gresik berdasarkan tanggal dan tahunnya Sunan Giri (Prabu Satmoto) dilantik menjadi Raja di Giri Kedaton? Apakah tidak didasarkan pada saat dilantiknya Adipati Pusponegoro menjadi Adipati Gresik? Yang notabene merupakan tunjukan dari kerajaan mataram yang memerangi Giri Kedaton yang hampir memusnahkan anak turun dari Sunan Giri? Kalaupun bedasarkan tanggal dan tahun dinobatkannya Prabu Satmoto mengapa tidak nama Giri dimunculkan menjadi nama kabupaten? Padahal Giri merupakan sentral Agama Islam dan menjadi rujukan raja2 jawa dikala itu?

    • penetapan hari jadi kota atau daerah dimanapun, seperti hari jadi Jakarta. Surabaya, Kediri, Mojokerto, Tuban, Ngawi, Sumenep, Lumajang dan Gresik,selalu diambil dari suatu peristiwa yang paling bersejarah dari kota atau daerah yang bersangkutan, yang dapat menimbulkan rasa bangga, “pride”, masyarakatnya. Dengan perkataan lain, penetapan hari jadi sebuah kota atau daerah selalu bersifat ideal.
      tiga hal yang melandasi penetapan hari jadi:
      1. Unsur kesejarahan artinya didasarkan kepada fakta sejarah, bukan dongeng, legenda atau rekaan.
      2. Unsur kesejahteraan artinya didasarkan kepada fakta sejarah, bukan dongeng. Legenda atau rekaan.
      3. Unsur filosofi, yaitu unsur-unsur kepribadian Indonesia yang kemudian digali dan terkandung dalam Pancasila.
      Ketiga unsur tersebut hendaknya merupakan unsur-unsur yang saling mengikat dan tidak terpisahkan. Karena apabila suatu peristiwa sejarah mengandung hanya satu atau dua unsur saja dari ketiga unsur tersebut di atas. maka peristiwa dimaksud tidak akan dapat secara utuh memberikan rasa bangga daerah.

      • andri berkata:

        Kalau begitu Nama Giri Kedaton lebih pas memenuhi ke 3 unsur tersebut?

      • Sesuai info yang didapat PUSAKA JAWATIMURAN Penetapan hanya harijadinya kota saja, sedangkan nama kota tidak ditetapkan, namun sesuai dengan masyarakat menjulukinya/menamainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s