Sesaji Gunung Kelud, Kediri


-29 Desember 2010-

Prosesi Ritual Sesaji Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur,
Tolak Balak hingga Wujud Syukur.
Ritual sesaji Gunung Kelud belum lama ini digelar. Bertujuan sebagai penolak bala. Tradisi adat ini juga dimaknai sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Persembahan berupa hasil bumi yang diberikan diharapkan mampu meredam amarah Gunung. Kelud sehingga tercipta harmoni alam yang selaras.

PAGI itu, Minggu Legi (19/12) saat sang fajar telah bangkit dan menghangatkan suasana di kawasan Gunung Kelud yang terletak di Desa Sugihwaras, Kec. Ngancar, Kab. Kediri tampak ratusan masyarakat lereng gunung, di antaranya warga Desa Sugihwaras, Babadan, Ngancar, dan Pandantoyo tengah bersiap menggelar upacara adat. Yakni ritual sesaji yang menjadi tradisi tahunan setiap bulan Suro.

Sekitar pukul 09.00 WIB, iring-iringan pembawa sesaji yang dipimpin oleh tiga putri desa sebagai cucuk lampah (penunjuk jalan) tengah bersiap. Tak berselang lama, upacara ritual sesaji dimulai dengan diserahkannya sesaji inti yang diletakkan dalam sebuah bokor warna emas oleh Camat Ngancar kepada pengiring cucuk lampah yang merupakan simbol Dewi Sekartaji yang sangat tersohor sebagai lambang kearifan lokal masyarakat Kediri. Iringan diikuti oleh sesepuh desa, dayang-dayang sesepuh desa berjumlah lima pasang, tumpeng agung sumbangan dari warga lereng Gunung Kelud, dan iringan terakhir yakni masyarakat desa sekitar lereng-gunung, umat Hindu, dan masyarakat umum.

Sesaji pun diterima oleh iringan pembawa sesaji. Selanjutnya diarak menuju anak Gunung Kelud. Sesampainya di anak Kelud, iring-iringan terpisah menjadi dua. Iringan pertama yang terdiri atas pembawa sesaji menuju sisi anak Gunung Kelud dan lainnya menuju kubah lava Gunung Kelud.

Ikrar Doa Keselamatan
Sesampainya di lokasi ritual, iringan sesaji dipimpin sesepuh desa melakukan ritual dan selamatan. Mbah Ronggo yang didaulat para sesepuh desa membacakan ikrar doa sebagai kesepakatan bersama 42 sesepuh masyarakat Gunung Kelud dan Kades selaku pinisepuh desa-desa. Pengikrar doa ini merupakan orang yang paling disepuhkan oleh para sesepuh.

Usai ikrar doa, shalawat serta zikir dipimpin oleh Kiai Jaiz yang juga salah satu sesepuh desa melengkapi ritual. Di akhir doa tersebut, ditariklah janur berisikan beras kuning hingga tersebar isi janur ke segala arah oleh pinisepuh desa (Kades), Bejo Utami dan Mbah Ronggo sebagai simbol berakhirnya ritual. Kemudian tanpa dikomando sesaji berupa hasil bumi diperebutkan pengunjung demi mendapatkan berkah.

Terkait dengan keberkahan sesaji ini, Jaiz, sesepuh desa asal Dukuh Mulyorejo RT 5 RW 2 mengatakan bahwa pengunjung mendapatkan keberkahan kerezekian serta kesehatan. “Yakni mengaku usaha lancar,” ungkap Jaiz.

Sementara itu, iringan yang terdiri atas umat Hindu sekitar Kab. Kediri melakukan sembahyang Giri Kerti yang dipimpin oleh Singgih Pandita dan Mangku Sampun di sisi timur kuba lava Gunung Kelud. Kepada posmo Ni Made Susilowati, SH, umat Hindu dari Candra Kirana; mengatakan Giri Kerti merupakan ritual syukur hasil bumi yang dilakukan di puncak gunung. “Termasuk di Gunung Kelud ini,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dalam sembahyang yang diikuti umat Hindu dari Kertabuana Bale Pawedan serta Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kab. Kediri berdoa ditujukan kepada Yadnya yakni Buta Yadnya.

Selamatan Danyang Desa
Sehari sebelum pelaksanaan ritual tersebut, para sesepuh lereng Gunung Kelud menggelar selamatan di dua danyang desa, Mbah Subur di Margomulyo serta Mbah Ringin di Sugihwaras. “Yang tak lain adalah punden Den Bagus Kliwon dan Den Bagus Muncung,” jelas Mbah Ronggo yang memimpin ritual.

Terkait dengan selamatan yang diikuti 10 sesepuh termasuk pinisepuh desa, Mbah Ronggo sebagai sesepuh yang dikeramatkan mendapat wangsit terkait dengan keberadaan Gunung Kelud. “Hingga tahun depan, Gunung Kelud masih aman meski Gunung Bromo dan Gunung Merapi tengah bergejolak yang menyebabkan korban jiwa akibat letusan,” tegas Mbah Ronggo lagi.  HUDA

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Posmo, Edisi 606, 29 Desember 2010, hlm. 28.

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kediri, Kesenian, Seni Budaya dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Sesaji Gunung Kelud, Kediri

  1. Ping balik: Sesaji Gunung Kelud, Kediri | Promosi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s