Dewi Rasawulan


Marilah kita mengikuti perjalanan dewi Rasawulan. Ia sampai di hutan Gelagahwangi, lalu hidup bersama-sama dengan sekelompok kijang. Apa yang dikerjakan oleh kijang, dikerjakannya.

Apa yang dimakan oleh kijang dimakannya. Pada suatu hari dewi Rasawulan sampai di sebuah kolam yang sangat  jernih aimya. Di tepi kolam itu banyak pohon besar-besar yang sangat rimbun daunnya. Di atas salah satu pohon itu, ada seorang seh dari Arab, yaitu Seh Maulana Maghribi yang sedang bertaffakur, mohon idzin untuk mendirikan jemaah Islam di Bintara. Tetapi Allah tak mengidzinkannya, karena belum masanya.

Dewi Rasawulan tidak mengetahui. Ditanggalkannya seluruh pakaiannya lalu mandi merendam di dalam air. Seh Maulana melihat segala tingkah-laku dewi Rasawulan, tergiur hatinya, sehingga merasa seperti menidurinya. Setelah selesai, dewi Rasawulan keluar dari air, lalu dilihatnya di dalam air itu bayangan seorang pemuda yang tampan. Dewi Rasawulan tergiur hatinya, sehingga iapun merasa seakan-akan tidur dengan pemuda itu. Dewi  Rasawulan lalu pergi, tapi dengan takdir Allah yang hendak menurunkan seorang makhluk utama yang akan menurunkan ratu-ratu, dewi Rasawulan menjadi hamil. Setelah anak itu besar dalam kandungan, dewi Rasawulan merasa diberi malu oleh pendeta yang bertaffakkur di atas pohon itu.

Sang dewi kembali ke tempat kolam itu. Ditemuinya Seh Maulana Maghribi, lalu dituduhnya Seh Maulana berbuat curang terhadapnya. Sang pendeta turun dari pohon, sambil mencabut kemaluannya dan diciptakannya menjadi senjata yang dinamakan “braja sangkuh”. Ia menerangkan kepada dewi Rasawulan, bahwa ia tidak mempunyai kemaluan lagi, bagaimanakah ia dapat berbuat curang terhadap sang dewi.

Dewi Rasawulan percaya dan minta maaf. Selanjutnya mohon pertolongan, karena ia masih seorang gadis, sekarang telah hamil. Itu akan memberi aib padanya. Sang pendeta berkata: “Baiklah, akan saya panggil anak itu supaya keluar.” Dipanggilnya anak yang di dalam kandungan itu, seperti  memanggil ayam. Tiba-tiba meloncatlah anak itu keluar, melalui  lambung dan jatuh di pangkuan sang pendeta.

Muka bayi itu bersinar-sinar bagai rembulan penuh. Dewi Rasawulan senang akan anak itu, tetapi malu untuk mengakunya sebagai anaknya.  Seh Maulana berkata: “Anak laki-laki ini saya namakan Kidang telangkas, karena ibunya sedang bertapa hidup seperti kijang.”  Dewi Rasawulan menjawab:”Hamba setuju saja, tetapi hamba tak mau memeliharanya.” Sang Dewi pergi untuk tak kembali lagi. Sang pendeta terpaksa membawa anak itu.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: BABAD TANAH JAWI; Galuh Mataram, hlm. 76–77

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Legenda, Sejarah dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Dewi Rasawulan

  1. Lilik Salwa berkata:

    Mohon koreksi dari Admin.
    Yang benar namanya Kidang Telangas atau Kidang Telangkas ? Dari sumber yang pernah saya baca namanya Kidang Telangkas / Jaka Tarub.
    Kenapa Syekh Maulana Magribi dicerita diatas disebutkan sebagai seorang pendeta?
    Mohon koreksi dari Admin. Terimakasih atas koreksi dan perhatiannnya.

    • Kami Mohon maaf, yang benar memang Kidang Telangkas. Namun tentang ‘Kenapa Syekh Maulana Magribi disebutkan sebagai seorang pendeta’, kami hanya mengalihmediakan apa-adanya dari buku aslinya, (kecuali judulnya). Menurut perkiraan kami, saat itu memang istilah2 islam belum banyak dipakai pada tataran umum.

  2. hendrikff77 berkata:

    tolong kalau membuat cerita jangan ambil dari nama nama walisongo. soalnya walisongo itu orang2 pilihan alloh yang diutus mensiarkan agama islam ditanah jawa. seperti syeh maulana maghribi itu sunan gresik dan dewi rasawulan itu adik kandung sunan kalijogo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s