Jaka Pegadung


Setelah meninggalnya Sang Adipati, di wilayah Panjer menjadi sepi dan kosong, tanpa adipati selama satu tahun. Pada waktu itu ada warga Panjer yang dikenal sangat sakti dan kaya raya. Warga tersebut bernama Jaka Pegadung dan juga tinggal di desa Gadung.

Jaka Pegadung mempunyai dua orang saudara yang juga sangat Sakti bernama Jaka Besawa dan Jaka Medada, yang keduanya tinggal di sebelah utara Gunung Kelud sebelah barat Gunung Harjuna.
Mereka bertiga dikenal sangat sakti dan kaya raya. mereka dapat berubah wujud menjadi seekor harimau, serta mempunyai ajimat/aji pancasona, yaitu bilamana mati dapat hidup kembali.

Namun Jaka Pegadung akhirnya mati di tangan sahabatnya satu perguruan yang bernama Singanyeta, karena memperebutkan istri. Kematian Jaka Pegadung tidak bisa dihidupkan kembali oleh ajian pancasona, karena disebabkan antara badan dan kepalanya dipisahkan dengan batasan sebuah sungai hingga raga tidak bisa menyatu kembali.

Kepalanya dilemparkan ke seberang sungai sebelah barat, dan jatuh di desa Singkal. Sedangkan badannya tetap di desa Prundung, di sebelah timur sungai, yaitu desa tempat tinggal Singanyeta. Namun beberapa saat kemudian Singanyeta menyusul mati.

Kesaktian Jaka Pegadung bersaudara yang dapat berubah wujud menjadi harimau tersebut, ilmunya menurun kepada murid-muridnya, hingga  kemudian ilmu itu diikuti oleh para muridnya. Sejak saat itu sampai sekarang dikenal adanya harimau jadi-jadian dari manusia yang disebut harimau gadungan.
Untuk mengingat Jaka Pegadung dan Singanyeta, diabadikan dalam wujud arca. Konon sampai sekarang arca tersebut masih berada di desa Gadung, disebelah timur Gunung Kelud.

Di samping diabadikan dalam wujud arca, juga pakaian milik Jaka Pegadung dan dua saudaranya yang ikut berbelapati lalu disimpan di sanggar di desa Gadung.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:  Suyami, Tinjauan Historis dalam Babad Kadhiri. Jakarta: Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Jakarta, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Dirjen Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1999. hlm. 138-139.

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kediri, Legenda, Sejarah, Th. 1999 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s