Rara Jonggrang


Setelah runtuhnya Kerajaan Mendangkamulan, kerajaan besar berpindah ke Prambanan. Dengan demikian maharaja yang berkuasa di tanah Jawa adalah Prabu Prawatasari. Seperti yang telah disabdakan oleh Prabu Jayabaya, permaisuri Prabu Prawatasari adalah jelmaan dari raksasa putri yang bernama Buta Nyai, yang dulu pernah ngunggah-unggahi  Prabu Jayabaya.

Akan tetapi raksasa tersebut sudah menjelma menjadi seorang putri yang sangat cantik, namun perawakannya tinggi besar, tidak seperti layaknya wanita Jawa. Oleh karena itu sang permaisuri tersebut mendapat julukan Rara Jonggrang, sebab parasnya sangat cantik, namun badannya tinggi besar (jonggrang-jonggrang bahasa Jawa).

Sang Permaisuri itulah yang juga dikenal dengan nama Ratu Baka. Sebab beliau seeara diam-diam suka memakan manusia. Hal itu tidaklah mengherankan, karena dia merupakan jelmaan raksasa, yaitu makhluk pemakan manusia.

Begitu kegemarannya memakan manusia diketahui oleh Sang Prabu, Rara Jonggrang lalu diusir. Dia kemudian pergi ke hutan Panaraga, dan menetap disana. Pada waktu itu Rara Jonggrang sudah mempunyai seorang putra. Maka untuk menghibur putranya yang masih kecil apabila menangis menanyakan ibunya, dan juga sebagai kenangan, atas kehendak sang Prabu, Rara Jonggrang lalu diabadikan dalam wujud arca.

Sang Prabu Prawatasari mempunyai lima orang putra, yang kesemuanya dijadikan raja. Lima orang putra tersebut yang lahir dari permaisuri hanya satu orang sedangkan empat yang lainnya lahir dari istri lain, dengan urutan sebagai berikut:

Putra pertama bernama Prabu Hamongtani, dijadikan raja bagi para petani.

Putra kedua bernama Prabu Sendanggarba, dijadikan raja bagi para pedagang.

Putra ketiga bernama Prabu Karungkala, dijadikan raja bagi para penyembelih hewan.

Putra keempat bernama Prabu Patungmalaras, dijadikan raja bagi para penyadap.

Sedangkan putra kelima bernama Prabu Sri Gentayu.  Putra bungsu inilah yang lahir dari permaisuri (Rara Jonggrang), sehingga dia pula yang menggantikan ayahnya menjadi raja di Prambanan, yang juga membawahi keempat kakaknya. Setelah mengangkat anaknya menjadi raja, Prabu Prawatasari lalu muksa.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kediri, Kediri [Kota], Legenda dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s