Dr.H. Soekarwo, Gubernur Jawa Timur


16 Juni 1950, lahir di Madiun, Jawa Timur,

Tahun 1962, Pakde Karwo menamatkan pendidikannya di SR Negeri Palur Madiun SMP

Tahun 1965, Negeri 2 Ponorogo

Tahun 1969, SMAK Sosial Madiun

Tahun 1979, Gelar sarjana hukum diperolehnya dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya

Tahun 1996, gelar pascasarjana hukum di Universitas Surabaya

Tahun 2001, gelar doktornya di Universitas Diponegoro Semarang.

Suami dari Nina Kirana ini  lebih akrab disapa Pakde Karwo (Gubernur Jawa Timur) dikenal sebagai birokrat tulen. Pemikirannya jauh berada di “depan” zamannya. melangkah melebihi “langkah” zaman. saat menjabat menjadi Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Jawa Timur, banyak memberikan gagasan yang dinilai aneh. Salah satunya proses pembayaran pajak kendaraan bermotor sebelumnya butuh waktu satu atau dua hari, dipangkas menjadi 5-10 menit. Kecerdasan Pakde Karwo yakin bahwa itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan informasi teknologi (IT), yang akhirnya gagasan tersebut menjadi terlaksana.

Pakde Karwo melontarkan gagasan pelayanan publik. Pameo layanan birokrasi sebelumnya “Jika bisa diperlambat, mengapa harus dipercepat” diubah menjadi “Pelayanan Publik, Asal Mau Pasti Bisa”. Mengubah perspektif birokrat yang sebelumnya sebagai pemerintah, menjadi birokrat sebagai pelayan. Kunci layanan prima pada masyarakat adalah kepastian waktu. biaya dan persyaratan/prosedur. Bahkan proses pembayaran. harus dihindari orang ketemu orang. Sebaiknya pembayaran dilakukan melalui mekanisme mesin. seperti lewat perbankan. Anjungan Tunai Mandiri. atau melalui system online lainnya.

Dalam hati Pakde Karwo tersimpan kelembutan hati yang sangat dalam. Sikap mudah trenyuh inilah yang membuat Pakde Karwo terus berpikir agar birokrasi memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Serta memberikan fasilitas sebaik-sebaiknya pada masyarakat kurang mampu. Jika pemerintah tidak bisa memberikan tambahan penghasilan sebaiknya membuat pengeluaran rakyat kecil berkurang.

Pakde Karwo berkomitmen mengentas kemiskinan melalui solusi fasilitasi dan kemudahan pada Usaha Mikro, Kecil. dan Menengah (UMKM), serta memberikan fasilitasi pada Koperasi.

Untuk menarik inverstor agar menanamkan modalnya di Jawa Timur, Pakde Karwo telah melakukan langkah progresif dengan mendirikan Pusat pelayanan Perijinan Terpadu (P2T), yang memotong jalur birokrasi yang membutuhkan waktu lama menjadi lebih cepat.

Disediakan tanah untuk investor, memberi kecukupan listrik, hingga menjadi konsep yang berkorelasi positif antara pengentasan kemiskinan dan memperluas lapangan kerja. Dengan demikian, Pakde Karwo tetap berpihak pada rakyat miskin namun tetap memberi kesempatan pengusaha untuk mengembangkan investasinya. “Growth With Equity”

23 Juli 2008, Pakde Karwo terpilih pada putaran pertama sebagai Gubernur Jawa Timur, dalam Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Jawa Timur yang diselenggmakan pada dua putaran,

4 November 2008, putaran kedua.

21 Januari 2009, pemilihan ulang putaran kedua di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang.

12 Februari 2009, Pelantikan Pakde Karwo sebagai Gubernur dan Saifullah Yusuf sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur dilaksanakan oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto. Yang sebelumnya melalui beberapa tahapan

(Sh1W0 n  BanT0)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Sumber: dari berbagai koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Madiun, Madiun [Kota], Tokoh dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s