Mengenai Panggilan Cheng Hoo “Sam Poo” Mao Peiqi


Kutiban dari : MIMBAR SERATUS ILMUWAN

Mao Peiqi:
1,             Mantan wakil kepala “Balai Penerbit Lembaga Budaya Negara;
2,             Pembimbing Doktor Jurusan Ilmu Sejarah Universitas Rakyat Tiongkok;
3,             Wakil Ketua Dewan Penelitian “Cheng Hoo Mengarungi Samudera Hindia” Beijing;
4,             Anggota Dewan Harian “Ilmu Sejarah Dinasty Ming Tiongkok” dan lainnya.

Karangan Penting:

Tentang Sejarah Ming Cheng Zu,

Biografi Besar Kaisar Yong Le,

Sejarah Politik Zaman Ming Tiongkok (Karya bersama) dan banyak lainnya.

(Red: Ming Cheng Zu, Kaisar Yong Le, Zhu Di) adalah Kaisar Dinasty Ming yang sama (Bertakhta pada tahun 1403 – 1425. Ming Cheng Zu) adalah nama kehormatan setelah wafat; Yong Le adalah nama tahun waktu bertakhta; Zhu Di adalah nama kelahiran).

Mengenai sebutan “Sam Poo” kepada Cheng Hoo, ceritanya tidak kurang dari 5 macam:

1,     Karena Kaisar Zhu Di pernah mengutus Cheng Hoo, Wang juinghong, Hou Xian tiga orang kasim mengarungi Samudera Hindia, maka ada orang menyebutnya “Sam Poo” kepada 3 kasim tersebut diatas, akhirnya “Sam Poo” menjadi sebutan khusus kepada Cheng Hoo;

2,     Waktu Cheng Hoo mengarungi Samudera Hindia, mendapat benda ajaib: Mutiara Berkilau di Malam Hari, Wangi-wangian Burung Bangau dan satu benda ajaib lainnya yang ditemukan Cheng Hoo, ketiga benda tersebut dinamakan “Sam Poo”, cerita ini sangat rumit dan mistik;

3,     Kedudukan Cheng Hoo sangat tinggi, Kaisar pernah menghadiahkan 3 nama kehormatan: a, Tai Zi Shao Bao, b, Tai Zi Tai Bao dan akhirnya dinaikkan menjadi c, Tai Bao, maka orang menyebutnya “Sam Poo”;

4,     Cheng Hoo adalah seorang Muslim, juga diberi nama Buddha dan nama Tao “Fu Shan”, sehingga orang menyebutnya “Sam Poo”;

5,     “Sam Poo” adalah sebutan untuk Wang Sanbao, yaitu Wang Jinghong Cerita ini tidak ada kaitannya dengan Cheng Hoo,jelas tidak betul.

(Red: Wang Jinghong, warga Fu Jian selatan. Dalam catatan sejarah Ming, nama beliau dibelakang nama Cheng Hoo sebagai Panglima Armada Cheng Hoo, waktu tahun 1633 Cheng Hoo meninggal, ia yang memimpin armada pulang ke Tiongkok. Dan setelah itu beliau mengunjungi negara- negara Asean, di Philipina ada nama jalan yang menggunakan namanya. Terakhir beliau menetap di Semarang dan menyebarkan Agama Islam sampai akhir hayatnya. Beliau dimakamkan di dalam Tempat Pariwisata “Sam Poo Kong”, warga Jawa menyebutnya “Dampo Awang”.)

Semua cerita tersebut diatas menunjukkan “Sam Poo” adalah sebutan Cheng Hoo dikemudian hari, seperti “San Bao Da Ren”, “San Bao Tai Jian, “San Bao Gong Sebutan “San Bao (Dibaca dengan bahasa daerah Fu Jian selatan menjadi ‘Sam Poo’.

Sebetulnya, Cheng Hoo dilahirkan di keluarga Muslim yang sholeh, beliau adalah turunan Raja “Xian Yang Yunan yang bernama: ZAIDINSYECH SYAMSUDDIN pada Dinasty Yuan, nama kakek: Haji MEDINA dan nama ayahnya: Haji MYRIKYN.

Cheng Hoo sejak lahir sudah dipanggil “Sam Poo” oleh keluarganya, yang diterjemahkan dari bahasa Arab “Sakban”, artinya “Bulan Agustus”, karena Cheng Hoo lahir pada bulan Agustus. (S)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:Komunitas edisi 40 – April 2008,

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Sejarah, Surabaya, Th. 2008 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s