Pembuat Ide, Pembangunan Masjid Cheng Hoo


Masjid Cheng Hoo Surabaya yang berada di Jl. Gading,Surabaya hasil sebuah ide besar,karena sebelumnya memang tidak pernah terpikirkan perlunya sebuah “prasasti” yang menunjukkan bahwa di Indonesia,masyarakat Tionghoa juga banyak menjadi mualaf. Ide dari HMY Bambang Sujanto ini memang orisinil dan sebenarnya sebuah gebrakan untuk menunjukkan kepada dunia luar,bahwa kebebasan beragama di Indonesia benar benar terwujud.Etnis Tionghoa di Indonesia juga bebas untuk memilih agama sesuai dengan iman yang dianutnya Masjid Cheng Hoo Surabaya, yang berada di Jl. Gading,Surabaya hasil sebuah ide besar,karena sebelumnya.

Laki laki yang memiliki tekad keras untuk mewujudkan idenya itu, terus menggalang persatuan untuk mewujudkan idenya. Satu dua rupiah dikumpulkan dari teman temannya, dengan menjual idenya itu. Tentu saja teman temannya bukan hanya teman teman muslim, tetapi juga yang non muslim. Juga bukan hanya dari etnis Tionghoa,tetapi juga Non Tionghoa.

Dan tentunya lebih melegakan,apabila ide besar itu memperoleh dukungan dari pejabat pejabat pemerintah,baik Pemprov ataupun Pemkot Surabaya.Jalan lapang telah ada didepannya,dan pembangunannyapun mulai dilaksanakan……

Awalnya, tanah atas namanya sendiri dan Trisnoadi Tantio seluas 3070 m2,secara ikhlas diserahkan sebagai tempat pembangunan masjid.”Itu modal awal ditambah sumbangan teman teman bisa mencapai Rp. 500 juta hasil gotong royong dan alhamdulillah,masjid sudah mulai dibangun…”, ujarnya

Tetapi diluar itu,ide untuk membangun sebuah masjid yang memiliki khas budaya Tiongkok tersebut juga sekaligus ingin mengangkat kota Surabaya dan Jawa Timur ke permukaan dunia luar.Dan itu berhasil. Menurut penelitian yang ada, masjid Cheng Hoo, ini sekarang sudah identik dengan kota Surabaya.Hal itu dapat dibuktikan, semakin banyak wisatawan manca negara ataupun domestik,ketika di Surabaya menanyakan Masjid

Cheng Hoo. Masjid ini memiliki daya tarik tersendiri di kota Surabaya. Bahkan nantinya akan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri warga kota ini.

Tetapi bagaimana sebenarnya merealisasikan gagasan besar itu? Apakah hanya bermodalkan sebuah ide,yang kemudian sedangkan proyek mangkrak seperti kebanyakan proyek di negeri ini. Ternyata tidak. Ide dicetuskan, dukungan didapat dan pelaksanaan pembangunan dilakukan. Itulah sebuah ceritera tersendiri,bagaimana masjid ini dibangun. “Dengan jiwa gotong royong sesama teman,insyaallah masjid akan terbangun.Bukan hanya teman teman muslim, tetapi juga teman teman yang beriman lain.Semuanya sudah terbukti……. “,ujar HMY

Bambang Sujanto,sang pemilik ide la melihat kedepan, bahwa dengan pembangunan yang memiliki ciri khas itu, akan merupakan tempat bertemunya budaya Indonesia dan Tiongkok atau juga bertemunya berbagai etnis untuk membangun negeri ini. Mengapa dengan nama  Cheng Hoo?. ” Kita melihat kebelakang, bahwa perjuangan Laksmana Cheng Hoo yang merupakan pelopor hubungan antara negara Indonesia dan Tiongkok sangat besar. Ia (Cheng Hoo) datang ke Indonesia untuk melakukan muhibah,bukan untuk menyerang, la datang untuk bersahabat, la datang untuk melaksanakan syiar Islam dan dia datang atas utusan dinasti Ming. Deng an jasa jasa terhadap misinya itulah, maka kami sepakat untuk memberi nama Cheng Hoo di  masjid ini sebagai penghargaan, sekaligus menandai keunikan dan spesifikasi masjid ini”, ujarnya.

Menurut dia,kalau mau dikalkulasi,biaya awal itu diperkirakan  akan menelan Rp.3,3 miliar,tetapi kalau menunggu biaya sejumlah itu, maka sulit dimulai.la berharap dari awal pembangunan,maka akan bisa dilanjutkan dengan pembangunan yang berkelanjutan sambil menunggu bantuan dari teman temannya.Alhasil, hal seperti telah berlangsung dengan baik sampai sekarang dalam mewujudkan idenya. Perjuangan untuk mewujudkan ide tersebut memang berat.tetapi berkat tekad dan keikhlasan,akhirnya terbangun juga

HMY Bambang Sujdnto telah memberikan bukan saja pemikiran dan ide yang besar.tetapi telah pula mewujudkan cita citanya dalam persatuan dan kesatuan,khususnya kaum muslim,suku Tionghoa dan bangsa Indonesia pada umumnya.Nama Masjid Cheng Hoo,bukan hanya dikenal Jawa Timur atau nasional,tetapi juga sudah terdengar dari manca negara.

Dengan adanya seminar Laksamana Cheng Hoo yang legendaris itu, tentunya akan membawa nama Masjid Cheng Hoo juga semakin mengemuka didunia. Dari sebuah Ide, mewujudkan sebuah karya yang besar yang monumental, Masjid Cheng Hoo.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:Komunitas edisi 40 – April 2008

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Sejarah, Surabaya, Wisata Relegi dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s