Hari Jadi Kota Surabaya


Kemenangan Raden Wijaya

Kemenangan Raden Wijaya atas tentara Tartar di Tegal Bobot Sari. Sampai di Ujunggaluh pada tanggal 30 Mei 1293

Untuk menghadapi kekuatan Pax Mongolica dari daratan Cina yang selalu me­ngembangkan wilayah jajahannya, Raja Singasari, Kertanegara, mengembangkan gagas­an persatuan Nusantara, yang kemudian ter­kenal dengan Wawasan Nusantara. .Tiga kali Raja Kertanegara kedatangan utusan dari daratan Cina, yaitu pada tahun 1280, 1282 dan 1289. Maksud para utusan adalah me­maksa Raja Kertanegara untuk tunduk dan takluk kepada rajanya di daratan Cina, Kaisar Khu Bilai Khan.

Utusan yang datang pada tahun 1289 dipimpin oleh Meng-Ki’i. Ketika itu Kerta­negara telah merasa siap melaksanakan Wa­wasan Nusantara dan menghadapi tentera Mongolia atau Tartar. Karena itu ketika Meng-Ki’i datang mendesak agar Kertanegara memberikan pernyataan tunduk kepada Khu Bilai Khan, Raja Kertanegara merasa dihina dan marah. Sebagai jawaban, utusan Meng- Ki’i dilukai wajahnya dan diusir pulang ke negerinya.

Mendengar laporan Meng-Ki’i serta me­lihat kenyataan kekuasaan raja di Jawa, Kaisar Khu Bilai Khan menjadi berang dan mem­persiapkan penyerbuan besar-besaran ke Pulau Jawa, akan menghukum Raja Kertanegara. Pasukan Tartar yang dipersiapkan terdiri dari 20.000 prajurit, lengkap dengan kapal perang dan kapal pengangkut yang mem­bawa perlengkapan serta bahan makanan untuk jangka waktu satu tahun, dipimpin oleh Panglima Shihpi dengan pembantunya Ike Mise dan Kau Hsing.

Pada bulan Desember 1292, armada besar pasukan Tartar yang terdiri dari seribu kapal besar kecil berangkat dari pelabuhan Chuan-chou. Pasukan tersebut mendarat di Ujunggaluh dan bermarkas besar di Pacekan (sekarang sekitar saringan air minum Ngagel) serta membuat benteng di sebelah utara Tegal Bobot Sari (sekarang Tegalsari).

Tidak diketahui telah terjadi pergeser­an kekuasaan di Kerajaan Singasari. Dua ta­hun sepeninggal Meng-Ki’i, pada tahun 1292, kerajaan Singasari runtuh akibat serangan pasukan Jayakatwang dari Kediri. Pada waktu itu ibu kota kerajaan memang sedang sepi, karena banyak panglima perangnya dikirim ke seluruh Nusantara dalam rangka melak­sanakan ketahanan Wawasan Nusantara, dan sebagian yang tertinggal di ibu negeri sedang menumpas kaum perusuh di utara Singasari. Kertanegara, yang sama sekali tidak curiga terhadap niat jahat raja Kediri Jayakatwang yang juga besannya, terbunuh.

Raden Wijaya, menantu Kertanegara, berhasil melarikan diri menyeberang ke Ma­dura. Atas nasihat Adipati Wiraraja (Madura), Raden Wijaya mengakui kekuasaan Jayakat­wang, minta ampun dan minta diperkenankan mendapatkan sebidang tanah hutan di desa Tarik. Setelah dibuka menjadi perkampung­an, diberi nama Majapahit. Ketika tentera Tartar mendarat di mu­ara Kali Brantas, Raden Wijaya berkesem­patan terlebih dahulu menghubungi pasukan asing ini. Bekas panglima perang Singasari ini berhasil membelokkan maksud pasukan Tar­tar untuk menggempur Singasari menjadi menyerbu Kediri. Pada tanggal 22 April 1293 berangkat­lah tentera gabungan Tartar — Majapahit me­nuju Kediri.

Pasukan Majapahit terdiri dari pasukan desa baru Majapahit, yang pada inti­nya adalah bekas pasukan Singasari yang telah bercerai-berai, ditambah pasukan dari Madura yang diperbantukan oleh Adipati Wiraraja untuk membangun desa Majapahit. Sebelum berangkat mereka berkumpul di Tegal Bobot Sari, dan Raden Wijaya bertetap hati untuk merebut kekuasaan tertinggi, baik dari tangan Jayakatwang maupun dari tangan tentera Tartar. Pada tanggal 26 April 1293 sebelum jam enam pagi, pasukan Tartar — Majapahit tiba di Kediri, dan langsung menyerang.

Ibu negeri Kerajaan Kediri jatuh. Raja Jayakatwang dan anaknya ditawan di markas besar tentera Tartar. Setelah Kediri jatuh, Raden Wijaya mengatur siasat untuk menyerang pasukan Tartar. Sebagai seorang ahli siasat perang yang tahu menggunakan kesempatan, Raden Wijaya tidak dengan segera melakukan se­rangan terhadap pasukan Tartar ketika masih berkumpul di Kediri. Pasukan Ike-Mese masih terlalu kuat untuk dilawan oleh pasuk­an Majapahit. Tanggal 9 Mei 1293, setelah mengeta­hui rencana gerakan sekutunya, Raden Wija­ya mendahului minta izin pulang ke Majapa­hit dengan alasan untuk mempersiapkan penyambutan dan upeti untuk Kaisar Khu Bilai Khan.

Sampai di Majapahit Raden Wijaya segera mengatur siasat penyergapan terhadap pasukan Tartar yang hendak kembali ke induk pasukannya di Ujunggaluh. Bala tentera Tartar di bawah pimpinan Shih-pi dan Ike-Mese yang berangkat dari Kediri 22 Mei 1293 diserang sepanjang jalan oleh pasukan Majapahit. Begitu besarnya perlawanan pasukan Majapahit itu hingga Shih-pi terpisah dari induk pasukannya. Mereka harus bertempur sepanjang 300 li, atau kira-kira 100 Km, dan kehilangan tidak kurang dari 3000 orang.

Panglima Shih-pi harus tergesa-gesa masuk kapal dan terpaksa terlibat da|am pertempuran sengit dengan pasukan pimpinan Raden Wijaya di Tegal Bobot Sari. Sampai di Ujunggaluh tanggal 30 Mei 1293, dan berlayar meninggalkan da­ratan dengan tergesa-gesa pada tanggal 31 Mei 1293. Dalam pertempuran di Tegal Bobot Sari itu pasukan Raden Wijaya selain terdiri dari bekas prajurit Singasari yang berhasil dikumpulkan kembali, pasukan bantuan dari Madura, juga mendapat bantuan dari rakyat yang bertempat tinggal di kota pelabuhan Ujunggaluh. Jadi mereka secara bersama berjuang memerangi pasukan asing yang menduduki muara Kali Brantas. Sehingga membawa pengaruh besar ter­hadap pertumbuhan sejarah selanjutnya. Sejak saat itu sebenarnya telah bersemi jiwa mer­deka tak mau dijajah dalam dada rakyat Ujunggaluh sebagai pendahulu daerah Sura­baya sekarang.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Surabaya Dalam Lintasan Pembangunan, Sub Bagian Humas & Protokol, Kotamadya Daerah Tingkat II, Surabaya, Surabaya, 1980. Hlm 15-20

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Sejarah, Surabaya, Th. 1980 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s