Untung Surapati


UNTUNG SURAPATI “SEBAGAI MOTTO PEMBANGUNAN” BERWAWASAN LINGKUNGAN

“UNTUNG” MENGANDUNG ARTI SELURUH POTENSI MASYARAKAT

Pasuruan, merupakan daerah yang sangat strategis, berada dipersimpangan jalan antara Malang – Surabaya, Surabaya – Banyuwangi dan Malang – Banyuwangi.

Disamping potensi alamnya, juga jumlah penduduk sebanyak 1.072.000 jiwa dengan berbagai jenis pencaharian serta pengelompokan umurnya, apabila dapat dibina dan dihimpun menjadi satu maka akan merupakan modal pemba – ngunan yang besar dan sangat menguntungkan bagi usaha-usaha pembangunan di segala bidang.

Dengan di jiwai semangat juang Untung Surapati, dan dilandasi Program- program pembangunan di daerah, maka pemikir, pelaku dan pendorong pembangunan di daerah perlu disatukan langkahnya.

Semangat juang Untung Surapati ini sejak Juni 1988 oleh masyarakat Pasuruan telah dibangkitkan kembali.

Masyarakat Pasuruan menyadari bahwa baik pembangunan Nasional mau­pun pembangunan daerah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan baik lahir maupun batin.

Kesejahteraan yang berkeadilan sosial, sekaligus akan menegakkan keta­hanan Nasional yang pada gilirannya akan meratakan jalan bagi Generasi yang akan datang untuk mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Panca­sila.

Dengan keyakinan dan kesadaran bahwa Pembangunan akan berhasil apa bila tidak hanya tergantung dari usaha Pemerintah, akan tetapi juga harus di dukung dengan partisipasi seluruh rakyat, maka masyarakat Pasuruan bertekad untuk menyatukan diri dan menyatukan langkahnya.

Masyarakat Pasuruan telah menetapkan Motto Untung Surapati sebagai penyatu dan penggerak potensi yang ada untuk diarahkan sebagai sumber moti­vasi pembangunan. Potensi tersebut terdapat pada Untung, yang apabila dijabar kan dapat dijelaskan sebagai berikut :

U Ulama : Di Jawa Timur ini, daerah yang tercatat mempunyai Pondok Pesantren yang paling banyak adalah Pasuruan. Jumlah Pondok Pesantren, tercatat 102 buah dengan jumlah Santri seki­tar 28975 orang.

Mereka dibimbing oleh para Ulama. Para Ulama sebagai pemimpin non formal sangat penting peranannya di da lam mensukseskan pembangunan. Lewat para Ulama, banyak program – program pembangunan Nasional dan daerah dapat disampaikan kepada Ma syarakat yang pada gilirannya diharapkan masyarakat dapat tergerak un­tuk berpartisipasi di dalam pembangunan.

N Nelayan : Masyarakat Pasuruan banyak yang menekuni pekerjaannya sebagai Nelayan. Sebagai Nelayan, mereka mencari dan menyediakan protein hewani kepa­da masyarakat.

Sementara ini memang pergaulan mereka terbatas karena seringnya mere ka berada diatas perahu, akan tetapi merekapun merupakan potensi yang dapat ikut mendukung keberhasilan Pemb angunan.

 

T Tani : Di Pasuruan, masyarakat tani/petani yang bekerja dibidang pertanian dalam arti luas ( Pertanian tanaman pangan, peternakan, perikanan, per­kebunan dan kehutanan ) merupakan bagian yang terbesar.

Mereka sebagaian besar hidup di pedesaan dan desa adalah merupa kan basis pembangunan. Mereka sebagai produsen bahan pangan mempunyai peranan yang strategis, karena perlu terus dibina agar memiliki pengetahuan dihidang­nya masing-masing, terampil di dalam melaksanakan pekerjaan dan da pat mengikuti kemajuan Tehnologi.

U Umaro’: Yang dimaksud dengan Umaro’ adalah para Abdi Negara dan Abdi Masya­rakat ( Pegawai Negeri, ABRI dan Pelaksana pemerintahan dan Pembangunan.

Didalam melaksanakan Pembangunan, dituntut terciptanya sikap mental, tekad dan semangat, ketaatan dan disiplin para penyelenggara negara ini. Umaro’ yang bersih dan berwibawa akan ikut menentukan keberhasilan pembangunan di daerah.

N Niagawan :Yang termasuk dalam pengertian Niagawan disini adalah para pengusaha yang menghasilkan produk berupa barang maupun jasa.

Dengan demikian para tukang cukur, tukang sepeda dan lain-lain sejenis nya dapat disebut sebagai Niagawan. Seiring dengan kemajuan dibidang Industri, maka di Pasuruan ber­tambah pula jumlah niagawan ini.

Mereka merupakan bagian dari potensi yang dapat menciptakan lapangan kerja sendiri, yang juga dapat mendo­rong dihasilkannya komoditi non migas sebagai salah satu sumber devisa kita. 

G Generasi Muda :Statistik menunjukkan bahwa penduduk usia muda /Generasi muda di Pasuruan, merupakan bagian terbesar dari seluruh penduduk di Pasuruan.

Para Generasi Muda yang tergabung pada Organisasi Pemuda seperti AMPI, GP.Ansor, KNPI ataupun yang tergabung dalam organisasi kema hasiswaan dan lain-lain adalah merupakan potensi daerah Pasuruan.

Mereka pada umumnya mempunyai semangat yang tinggi sesuai dengan jiwa kepemudaannya. Karenanya mereka perlu dan harus diikut ser­takan dalam memacu pembangunan di daerah.

Dengan semangat juang Untung, maka diharapkan unsur Ulama’ Nelayan, Tani, Umaro’, Niagawan dan Generasi Muda dapat bersatu padu, seia sekata ikut berpartisipasi secara aktif di dalam pembangunan

” SURAPATI ” MERUPAKAN ARAH MOTIVASI

Setelah potensi rakyat Pasuruan dapat dihimpun dalam satu ikatan yang diharapkan dapat bahu membahu, saling bekerja sama dengan penuh toleransi maka polensi yang sangat besar ini harus dapat diarahkan untuk lebih memacu Pembangunan.

Bagaimana caranya, apa tujuannya dan dimana hal itu dilakukan ? Jawabnya adalah pada Surapati, yang apabila dijabarkan berarti:

S Serentak : Maksudnya adalah untuk melaksanakan pembangunan tidak dapat hanya dilakukan sebagaian masyarakat saja akan tetapi harus dilaksanakan secara serentak.

Tidak boleh ada yang hanya bersikap apatis apalagi hanya sebagai penonton semuanya sebagai pelaku pembangunan.

U – Upayakan : Maksudnya adalah seluruh potensi yang ada harus berupaya / berusa ha untuk lebih menggalakkan pembangunan.

Kesejahteraan tidak akan datang dengan sendirinya, akan tetapi harus diupayakan. Agama mengajarkan bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib sesuatu kaum bila mereka tidak berusaha merubah nasibnya sendiri Karena itu upaya memang perlu dilakukan.

R Ramai Ramai : Tradisi kita mengajarkan bahwa di dalam mengupayakan kemajuan bersama perlu dilakukan secara gotong royong. Bentuk masyarakat ” Paguyuban”harus terus dipertahankan. Dengan semangat kegotong royongan yang tinggi dan dengan dilandasi oleh rasa kebersamaan maka setiap usaha pembangunan, pasti akan dapat tercapai.

A Ambangun: Ambangun sama artinya dengan membangun. Dalam hal ini mem­bangun manusia Indonesia dan masyarakat Indonesia seutuhnya lahir dan bathin, materiil dan sperituil berdasarkan Pancasila.

P Pasuruan : Sasaran Pembangunan, kita arahkan di Pasuruan. Walaupun sasaran tempatnya adalah Pasuruan, namun dampak positifnya tentu tidak hanya di nikmati oleh masyarakat Pasuruan semata – mata, akan tetapi pasti dinikmati oleh masyarakat di tempat – tempat yang lain.

A Aman : Keadaan daerah yang aman merupakan salah satu syarat lancarnya pelaksanaan Pembangunan dan sekaligus tujuan yang ingin dicapai oleh Pembangunan itu sendiri.

Karenanya, seluruh potensi harus ikut bertanggung jawab menjaga dan menciptakan keamanan di lingkungan masing – masing.

Disamping tercipta rasa aman secara lahir harus dapat diupayakan rasa aman secara bathin. Dalam hal ini peranan para Ulama sangat me – nentukan.

T Tertib : Keadaan yang tertib diharapkan dapat tercipta pada semua aspek kehidupan, baik secara individual maupun hidup bermasyarakat. Memang untuk menciptakan kehidupan yang tertib ini, membutuh­kan waktu. Namun kita semua harus berusaha agar suasana tertib ini dapat terwujud dalam kehidupan sehari – hari.

I – Indah : Pada hakekatnya, semua manusia cinta akan keindahan, sebab ke­ indahan dapat memberikan gairah hidup

Sudah menjadi kewajiban seluruh masyarakat untuk berusaha memperindah lingkungan dan daerah kita masing – masing.

Keadaan lingkungan yang indah akan menimbulkan rasa nyaman yang pada akhirnya menciptakan rasa krasan tinggal di Pasuruan.

Dengan motivasi Surapati ini, diharapkan seluruh potensi yang ada dapat secara serentak, mengupayakan secara ramai – ramai ambangun Pasuruan agar tercipta keadaan yang aman, tertib dan indah.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:Tim Pembudayaan Sejarah UNTUNG SUROPATI,Untung Suropati dan Semangat Juangnya, Kabupaten Pasuruan, Pasuruan, 1988, hlm. 36-39

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Pasuruan, Pasuruan [Kota], Th. 1988 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s