Mapag Tanggal, Tradisi Jawa Timur


UPACARA DAUR HIDUP DI MASYARAKAT PETANI DI DESA WONOREJO

Masa kehamilan untuk pertama kali bagi suatu keluarga baru me­rupakan peristiwa penting. Kehamilan merupakan harapan bagi ke­langsungan keturunan. Dahulu seorang ibu muda yang hamil, meru­pakan lambang kesuburan, dan kepadanya diperlakukan sikap yang menyenangkan. Dalam masyarakat kita, peristiwa kehamilan menim­bulkan harapan sekaligus kecemasan.

Anak yang dikandungnya harus lah dijaga dengan baik-baik. Sang ibu yang mengandung, dijauhkan dari suasana duka, sebaliknya kepadanya diberikan suasana yang menggembirakan dan kesukaan. Selama mengandung ia diselamati dengan suatu upacara yang dilakukan secara turun-temurun. Upacara yang harus dilakukan oleh keluarganya, berlangsung sejak bulan per­tama tanda-tanda kehamilan hingga pada saatnya ia melahirkan.

Demikianlah dalam masyarakat Jawa Timur, upacara-upacara yang menyertai kehamilan seorang ibu, diikuti dengan patuh dan khidmad. Berikut ini adalah serangkaian upacara yang lazim dilaku­kan oleh masyarakat, sepanjang masa kehamilan yang pertama.

 

Mapag tanggal

Arti istilah mapag tanggal adalah menjemput tanggal, da­lam arti upacara selamatan yang diselenggarakan pada waktu kandungan seorang ibu telah berumur 1 bulan. Dalam acara ini tidak ada hal-hal ritual yang harus diperbuat si ibu, maupun keluarganya, atau suaminya. Selamatan pada saat itupun se­derhana saja. Sajian itu berupa bubur merah (jenang abang).

Apabila kandungan telah memasuki usia dua bulan, diada­kan selamatan lagi, hanya saja makanan yang disajikan jauh lebih banyak dan beraneka ragam. Sajian itu berupa :

v    Nasi Gudhangan.

v    Nasi Tumpeng

v    Bubur merah dan bubur putih

v    Pipis kenthel

v    Jajan pasar.

Berbagai macam hidangan dalam selamatan itu dikendurikan dengan mengundang para kerabat dekat serta tetangga sekitar rumah. Baik dalam upacara mapag tanggal maupun selamatan dua bulan masa kandungan, si ibu tidak melakukan tindakan ataupun perbuatan ritual, kecuali hanya untuk lebih berhati – hati waktu bekerja, maupun menahan diri untuk tidak berucap yang bersifat mengejek ataupun membenci sesuatu. Pada saat usia bayi memasuki umur tiga bulan, diadakan upacara Neloni Pelaksanaan upacara itu jauh lebih meriah jika dibandingkan dengan upacara yang mendahuluinya.

 

57 -58

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Seni Budaya, Th. 1986 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s