Pujan Kasanga, Upacara Tradisi Masyarakat Tengger


Pujan Kasanga, Usaha Bersih Desa  

Upacara Pujan Kasanga ditujukan untuk merawat desa dari segala penyakit, terutama yang disebabkan oleh gangguan roh-roh halus. Upaca­ranya dipimpin oleh Dukun, bertempat di Sanggar Pamujan. Apabila semua penduduk desa sudah berkumpul mulailah Dukun mengujubkan, serta mengadakan hubungan dengan para leluhur serta Hong Pukulun.

Upacara di Sanggar Pamujan antara lain mengadakan korban dengan menyembelih ayam, kemudian ditanam di halaman Sanggar Pamujan. Kemudian Sesajen diberikan berupa Tumpeng kecil dan besar sejumlah 11 buah; bambu 9 buah, nasi golong 7 buah, jenang lima macam, yaitu berwarna merah, putih, hijau, kuning dan hitam. Di samping itu juga rangkaian bunga senikir dan Tanalayu, sapu dan prasen.

Sajian untuk Pujan Kasangan itu sering juga disebut Sanggar Bu- wana, diletakkan di atas meja, di depan rumah, di tepi jalan besar meng­arah ke tempat Pendanyangan Desa. Macam sajian yang lengkap terdiri dari:

  1.  Nasi Tumpeng, ayam panggang, kuwe pipis, pasung, juadah, pisang ayu, kinang, ketan, jenang, wajik, apem, semuanya ditempatkan dalam takir kawung. ‘
  2. Munden 6 batang, yang dibuat dari daun kelapa muda (janur) yang dianyam seperti cambuk.
  3. Pada kaki meja sebelah belakang diikatkan pohon pisang sebuah dengan jantung dan buahnya. Di situ juga diikatkan batang tebu, daun beringin, daun bunga kelapa (manggar), dan dua buah kelapa muda pada setiap kaki meja yang disebelah belakang tadi.
  4. Di sebelah meja, di tanah, diletakkan sebuah ancak atau rigen dibu­at dari belahan bambu panjang yang dianyam jarang-jarang (ukur­an 1 x \Vi meter) di atas ancak dibentangkan kulit lembu lengkap dengan kepalanya. Di atas kulit lembu itu diletakkan apa yang disebut: Momotan Sarwo satus, yaitu seratus bungkus kuwe-kuwe dan nasi, masing-masing 50 biji. Pada mulut kepala lembu itu disi­sipkan sate mentah, yang disebut cokotan.

Sehabis upacara di Sanggar Pamujan biasanya dilanjutkan dengan arak- arakan anak-anak yang membawa gamelan untuk di bawa keliling desa. Instrumen yang dibawa antara lain terdiri: kendang, ketuk, kempul, genta yang dibawa oleh Legen.

Di samping itu dibawa pula cangkul dan sapu, sebagai lambang untuk membersihkan kotoran. Dengan Upacara Kasanga diharapkan desa sertta penduduknya akan hidup sejahtera, selamat sentausa. Pujan Kasanga diadakan pada tanggal 24 bulan Ka­sanga.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Reog  di Jawa Timur. Jakarta:  Upacara Kasada dan Beberapa Adat Istiadat Masyarakat Tengger, Proyek Sasana Budaya , Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 1978-1979. hlm. 96

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Probolinggo, Seni Budaya, Th. 1978 dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s