Sumenep


Potensinya Besar, Belum Digarap Optimal

Kabupaten Sumenep memiliki keistimewaan sendiri dibandingkan tiga kabupaten lain di Madura  Pamekasan, Sampang dan Bangkalan). Salah satunya. Sumenep secara geografis memiliki patens; yang tersebar di sejumlah pulau.

Pemkab Sumenep termasuk sukses  mempertahankan jumlah pulau yang ada di wilayahnya. Semula, pemerinlah provinsi dan pusat menolak usulan 5 pulau dan 126 pulau yang ada sebagai pulau. Namun belakangan akhimya tetap disetujui bahwa pulau yang ada Jumlahnya mencapai 126 pulau.Tantu saja, ke-.126 pulau itu memiliki potensi tersendiri. Masing-masing pulau memiliki karakteristik yang berbeda, terutama potensinya.

Namun, secara umum ada persamaan, yakni mengandalkan perdagangan dan perikanan.Salah satu pulau yang cukup memiliki patensi perdagangan dan perikanan adalah Kepulauan Kangean. Di pulau yang satu ini terdapat dua kecamatan, yakni Kecamatan Arjasa dan Kecamatan Kangean.

Kepulauan Kangean, potensi  disana cukup banyak. Terutama perdagangan, perikanan dan pariwisata. Dari segi modal dasar pembangunan. Seperti sarana transportasi, bisa dibilang sudah siap meski belum sepenuhnya merata. Terutama. akses jalan darat dari satu desa ke desa lainnya. Jalan yang sudah bisa dikatakan bagus hanya di utara saja. Padahal, dijalur selatan potensinya cukup banyak juga. Pemkab berupaya memperbaiki sarana dan prasarana transportasi darat di wilayah setatan.

Potensi lain di Kangean. Yakni, adanya transportasi sungai di Desa Geliaman, Kecamatan Arjasa. Transportasi sungai termasuk sarana paling efektif untuk warga setempat dalam alur kehidupan sehari-hari, namanya Sungai Bato- Bato. Warga disana biasa menggunakan jalur sungai untuk transportasi. Jaraknya kurang lebih 5 km. Tapi, transportasinya padat sekali.

Di sisi lain ada peluang pariwisata selain perdagangan. Sebab, di kanan kiri sungai masih alami didominasi dengan hutan bakau. Suasananya sangat alami sehingga bisa menjadi altenatif  tujuan wisata. Salah satu pekerjaan yang kini sedang dilakukan pemkab dalam upaya membangun kepulauan adalah manyusun rencana strategis (renstra). Penyusunan  renstra kepulauan merupakan tahap yang penting. Sebab, ke depan akan menjadi tumpuan dalam pengembangan kepulauan.

Dalam rangka menyusun renstra. pemkab memberikan kesempatan kepada bappeda untuk mendesainnya dengan baik. Melalui bidang percepatan pembangunan kepulauan, bappeda mencoba memotret semua potensi di kepulauan, pengembangan kepulauan sudah menjadi agenda penting saat ini. Sebab, patensi di kepulauan diakui atau tidak belum sepenuhnya tergarap maksimal

Awalnya akan fokus pada penyusunan renstra yang meliputi penyusunan kebijakan, dan program dari berbagai urusan pemerintahan untuk kepulauan. Selanjutnya, bappeda akan menyusun dan mengevaluasi baik sacara eksternal maupun internal. Selelah itu, tahap penyusunan zonasi untuk kepulauan yang disusun berdasarkan karakteristik wilayah.

Hal lain yang juga harus diselesaikan di kepulauan.  Salah satunya keterbatasan air di wilayah kepulauan. Beberapa wilayah di kepulauan yang sering kekurangan air seperti Kepulauan Gili Raja di Kecamatan Gili Genting. Untuk itu, pemkab akan mengenalkan teknologi tepat guna. (berbagai sumber koleksi deposit Badan Perpustakaan dan kearsipan)

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Sumenep, Th. 2012, Wisata dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s