Bangunan Peninggalan Jepang di Kabupaten Lumajang


Di Kabupaten Lumajang  terdapat terowongan yang sengaja dibangun untuk tempat pengintaian, persembunyian dan benteng pertahanan hingga menembus Pantai Selatan. Terowongan itu memiliki dinding dari beton yang cukup kuat, dengan tinggi dan lebar sekitar 5 meter dan panjang mencapai hampir 200 meter, sekaligus cerobong udara untuk sirkulasi.

Sepanjang 50 meter, dibangun jalan lori untuk mengangkut peralatan, tanah dan batu dari hasil penggalian. Sayangnya, pengerjaan proyek ini tidak dilanjutkan setelah terjadi longsor yang menewaskan ratusan romosha dan mengubur dua lori yang dipergunakan sebagai angkutan. Tanpa melakukan upaya penyelamatan, tentara Jepang meninggalkan begitu saja ratusan romusha di dalam terowongan.

Tidak jauh dari lokasi terowongan, Jepang juga membangun depo minyak dengan dua tangki solar yang ditanam di dalam tanah. Solar yang disimpan di depo ini biasanya diisi setiap seminggu sekali, dan diambil untuk keperluan kendaraan Jepang serta penerangan, karena pada waktu itu minyak tanah masih jarang ditemui.

Setiap harinya, rata-rata 20 romusha mati mengenaskan. Padahal pembangunan proyek pertahanan Gondoruso berjalan hampir 2 tahun lamanya. Proyek ini adalah proyek pembunuhan masal yang lebih tepat jika disebut dengan “Gondorusuh” akibat banyaknya korban yang meninggal dunia mengenaskan.

Sayangnya, saat ini terowongan maut tersebut telah tertutup oleh longsoran tanah setinggi 10 meter, sehingga tidak terlihat lagi sisanya. Sedangkan bendungan yang rencananya akan dipergunakan sebagai proyek PLTA, juga telah rusak terkena terjangan lahar Gunung Semeru ketika meletus tahun 1982.

Namun sejumlah bangunan lainnya masih terlihat puing- puingnya, dan tidak banyak dimanfaatkan oleh warga sekitar. Sisa bangunan yang masih ada seperti bekas tangki solar (depo minyak), rumah uang Jepang yang dipergunakan sebagai tempat penyimpanan uang tentara Jepang, dan barak tentara Jepang serta kediaman Komandan tentara Jepang di Pasirian, Kolonel Arakawa.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Kirana, Edisi 2011, Lumajang, 2011,0728 * wisata sejarah

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Lumajang, Sejarah, Th. 2011 dan tag , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Bangunan Peninggalan Jepang di Kabupaten Lumajang

  1. rizal berkata:

    lokasinya dimana ya??? jd pengen liat sisa2 kekuasaan jepang di pasirian

    • di sebelah kanan terminal Minak Koncar terdapat KWT (Kawasan Wonorejo Terpadu),layanan informasi mengenai wisata Lumajang di sana terdapat kantor Pariwisata yang siap membantu. Namun jika ingin langsung menuju ke lokasi naik ojek Pasirian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s