Plastik Goreng ITS


Limbah kantong plastik di tangan Ellya, bisa berubah menjadi barang antik.

Ellya Z, ST, MSn bersama mahasiswa Desain Produk ITS, membuat karya dengan bahan sampah kantong plastik. Tujuannya untuk mengurangi limbah plastik yang sulit diurai. Sebab bila dibakar menyebabkan polusi udara yaitu karbon yang akan merusak paru-paru. la bersama timnya menemukan formula baru mengolah sampah plastik dengan cara menggoreng plastik, kemudian dibentuk menjadi barang-barang unik seperti kalung, gelang, tas, sandal, dan tudung lampu.

CARA PEMBUATAN

Cara pembuatannya, awalnya sampah dipilah, tergolong plastik LDPE (Low Density Poly Ethylene) dan yang masuk dalam katagori HDPE (High Density Poly Ethylene). Untuk katagori LDPE yang sering disebut kresek, digoreng menggunakan minyak dengan suhu 250-270 derajat Celcius, agar plastik mudah menggumpal dan mudah dicetak.

Sedangkan untuk plastik, yang biasa digunakan di super- maket masuk dalam katagori HDPE (lebih tebal daripada kre­sek), digoreng dengan suhu rendah yaitu 150-190 derajat Celcius. Pada dasarnya semua jenis kresek dapat digunakan untuk kerajinan plastik goreng, na­mun butuh kreatif agar warna yang didapat dapat menarik.

Setelah digoreng, dicampur de­ngan beberapa warna yang ber­beda, hasilnya akan memun­culkan warna yang lebih variatif, menarik, dan unik. Pertama plastik di­sobek sobek menjadi ben­tuk lemba­ran-lembaran yang lebih kecil. Kemudian, kantong plastik dimasukkan kedalam wajan penggorengan. Hasilnya, dapat berupa gumpalan-gumpalan, lalu di cetak, dan di pres.

PEMANFAATAN

Plastik goreng gumpalan, dapat dimanfaatkan untuk bahan baku gelang dan kalung. Begitu juga dengan plastik goreng cetakan, dapat dijadikan bahan baku dua aksesoris yang digandrungi kaum hawa. Sedangkan plastik goreng pres dapat di gunakan se bagai bahan baku tassandal, danyangpalingbanyak diminati adalah seba-gai tudung lampu. Menurut Ellya, Tudung lam-pu yang menggunakan plastik goreng, cahaya yang dihasil-kan berbeda dengan tudung lampu pada umumnya. Caha-yanya lebih unik, lebih bagus, dan tidak bisa didapatkan dari warna lain (warna spesial khas plastik goring, red).

ALAT DAN BAHAN

Tidak membutuhkan dana besar dan alat yang ribet, ha-nya membutuhkan minyak go-reng, wajan penggorengan, kompor, dan tentunya bahan baku berupa plastik atau kre-sek. Bahan bakunya tidak me- merlukan uang sepeserpun ka- rena didapat dari hasil mengais sampah.

Tentunya hal itu menjadi poin positif, selain mampu me-ngubah barang yang produktif, juga mampu melestarikan ling-kungan dengan mengurangi jumlah sampah yang berasal dari plastik sebagai polusi ling­kungan.

PEMASARAN

Untuk pemasaran, Ellya dan timnya gencar melakukan pengenalan produk ini. Salah satunya melalui pameran. No­vember lalu ia menggelar pame­ran di salah satu pusat perbe­lanjaan di Surabaya. Hasilnya, antusiasme pengunjung sangat tinggi.

Untuk gelang dan kalung dijual dengan harga Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. Sedangkan untuk produk lain dijual dengan harga yang variatif, sesuai de­ngan warna dan tingkat ke­rumitan pengerjaannya.(Rara)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Potensi, EDISI 12 TQHUN IX/2009 12

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Surabaya, Th. 2009 dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s