Titi Qadarsih, Pare-Kabupaten Kediri


22 September 1945,  Titi Qadarsih lahir di Pare – Kediri – Jawa Timur, Ayahnya adalah Mohammad  Sardjan, bekas Menteri Pertanian dari Partai Masyumi dalam Kabinet Wilopo.

Tahun 1953-1966, Titi sempat mempelajari balet klasik pada Ludwig Werner, Jakarta.
Tahun 1956, Titi telah lulus Sekolah Dasar (SD) di Jakarta.
Tahun 1959, lulus SMPN 56 Melawai, Jakarta Selatan.
Tahun 1962, lulus SMA, Jakarta.
Tahun 1963, Pemain drama UI dikarenakan Titi kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI) jurusan Bahasa Inggris   tidak selesai,
Tahun 1964, mengawali karirnya di dunia hiburan dengan bergabung dalam grup penyanyi Salanti Bersaudara.
Tahun 1965, Penyanyi dalam Trio Salanti Sisters.
Tahun 1966, Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Indonesia UI tidak selesai
Tahun 1966-1968, Penari, anggota Sanggar Karya sekaligus sebagai primadonanya pada Sanggar pimpinan Juni Amir, yang mengisi acara tarian di Hotel Indonesia.
Tahun 1968, Mendirikan Venus Girl Dance Group,sebagai Anggota Teater Populer, lalu menjadi peragawati dan foto model.Sebagai  Pemain film sekarang.
Tahun 1970-1973, sebagai Guru balet sereta guru  tari nasional.
Tahun 1970 – sekarang,  Peragawati dan pengisi suara
Tahun 1974, waktunya banyak tersita dengan kegiatan senam, yang kini memiliki 30 cabang di berbagai kota. Sampai kini, Titi masih dianggap ratu-nya modelling di Indonesia. Ia juga seorang di antara penerima Piala The Lovely Women dari Komite Kelestarian Lingkungan Hidup, karena prestasinya memelihara kelestarian Taman Puring, di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tempat sekolah tari dan senam TQ Studio.
Tahun 1974-1980, Koreografer balet
Tahun 1978 -2000, sebagai pimpinan sekaligus sebagai guru, pada  Titi Studio Club.

Tahun 2003, sejak Hari Perempuan Internasional, Titi ikut dalam aksi protes menolak perang yang dilakukan LBH APIK (Asosiasi Perempuan Untuk Keadilan).  Demikian pula tahun-tahun selanjutnya. Mulai acap terlibat dalam unjuk rasa atau aksi keprihatinan jika ada hal yang melukai perasaan dan akal sehatnya, terutama terkait nasib perempuan.

25 November 2004, Titi mendatangi SMPN 56 Melawai Jakarta Selatan, almamaternya, menyusul tindakan Pemprov DKI Jakarta yang meruislag  sekolah itu.

Tahun 2005, dengan kondisi kesehatan yang tetap bugar kendati sudah berusia 60-an tahun, dia masih bisa terlibat dalam proses pembuatan film layar lebar Panggil Namaku 3 Kali.

Sabtu 08-03-2008, Titi  yang peduli terhadap nasib bangsa, khususnya perempuan Indonesia. Ia Unjuk Rasa yang berlangsung di kawasan Bundaran HI, Jakarta, terkait Hari Perempuan Internasional. Mengenakan pakaian hitam bunga-bunga dengan sebuah topi berornamen bunga pula, Titi berada di antara ratusan peserta aksi yang tengah berdemo.

Minggu, 09-03-2008,  Titi  artis multi talenta peragawati, penari, foto model, bintang film, artis panggung,  bahkan guru senam,  Merasa prihatin tidak ada yang membela rakyat kecil saat ini. kembali terlibat dalam aksi unjuk rasa, di Bundaran HI Jakarta.

Mendapat Piala ”The Lovely Women” dari Komite Kelestarian Lingkungan Hidup

Alamat Kantor: Jalan Hasyim Asyhari 24, Jakarta Pusat

Setelah berpisah dari Yudho Salmun, bekas suaminya, yang meninggal muda di usia 38 tahun karena penyakit komplikasi. sampai kini Titi masih betah sendirian. Titi pantas digelari embahnya modelling di Indonesia. Titi adalah ibunda dari Indra BIP, personel band BIP, yang juga mantan persoil band Slank.

Film

(1966) Hantjurnya Petualang, Dibalik Tjahaja Gemerlapan

(1971) Wadjah Seorang Laki-Laki

(1975) Wulan Di Sarang Penculik

(1978) Bula-Bulu Cendrawasih, Pacar Seorang Perjaka

(1979) Buah Terlarang

(1980-an) Jendela Rumah Kita – Sinetron

(1982) Jangan Ambil Nyawaku (Pemeran Pembantu Wanita Terbaik FFI (Piala Citra) Nominasi)

(1986) Jangan Kirimi Aku Bunga

(2005) Panggil Namaku Tiga Kali

(2006) Rumah Pondok Indah

(2007) Suster N , Terowongan Casablanca

(2008) Tapi Bukan Aku ; Mupeng (Muka Pengen)

(2009) Kembang Perawan

(2012) Sang Martir

(2012) Madre   =Siwhoto=

Sumber :

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kesenian, Sosok, Surabaya, Th. 2012 dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s