Bobby Tutupoly, Surabaya


13 November 1939, Bobby Willem Tutupoly lahir di RS William Booth, Jalan Diponegoro, Surabaya, Jawa timur.  Dari pasangan perantau asal Maluku  Adolf Laurens Tutupoly dan Elisabeth Wilhemmina Henket-Sahusilawane. Bob adalah anak kedua dari lima bersaudara, memiliki seorang kakak yang bernama Christian Jacobus Tutupoly dan tiga orang adik yang bernama Alexander Bartjes Tutupoly, Hendrika Laurensia Tutupoly, dan Adolf Tutupoly Jr. Ayahnya dinas di Angkatan Laut sejak zaman penjajahan Belanda di Indonesia dan terus membela TNI ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaanya. Bob dan keluarganya sempat berpindah ke Yogyakarta yang kala itu menjadi ibukota RI.

Tahun 1953, Bob kembali ke Surabaya dan memasuki bangku Sekolah Dasar di SD Pasar Turi.

Tahun 1956, Bob melanjutnya pendidikannya di SMP Kristen Embong Wungu, Surabaya.

Tahun 1959, Bob melanjutnya SMA Katolik St. Louis, Surabaya. Saat duduk di bangku SMA, mulai bernyanyi untuk mendapatkan uang jajan tambahan di masa remajanya. Bob diajak bergabung dalam Kwartet Jazz di RRI Surabaya oleh Didi Pattirane. Bersama Didi Patirane, Bob juga merekam lagu-lagu daerah Maluku, seperti Mande-mande, Sulie, dan Donci Bagici. Rekaman tersebut difasilitasi oleh perusahaan rekaman milik negara, Lokananta. Pada masa-masa itu, Bob juga diminta bergabung dengan Chen Brohers (Bubi Chen, Nico, Jopie Chen, dan Frans) untuk mengisi acara dansa kalangan atas.

Beliau sempat menuntut ilmu di Perguruan Tinggi Ekonomi Surabaya (Cikal bakal FE Universitas Airlangga) dan Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran, Bandung namun kedua setengah jalan. Ketika berkuliah di Bandung, Bob tergabung dalam grup Cresendo pimpinan Yongki Nusantara yang sering tampil di hotel, seperti Hotel Homman dan Bumi Sangkuriang serta beberapa klub malam kota Bandung.

Tahun 1960. Bob bergabung Bill Saragih di band The Jazz Riders. Pernah tergabung di dalam Band Bhinneka Ria bersama dengan Bubi Chen, Loudy Item, Award Seweileh, Marius Diaz, Hasan Alamudin, dan Yusmin. Band ini berhasil menjuarai festival band di Surabaya dan festival Band se-Jawa di Jakarta. Band Bhinneka Ria sempat bermain bersama Trio Los Pancos dan merekam lagu Oto Bemo, Kopral Jono, dll. bersama dengan Jack Lesmana pada tahun 1960.

Pada tahun 1963, band The Riders meminta dirinya menggantikan vokalis mereka saat itu, Bill Saragih, yang bekerja di Thailand. Bersama The Riders, Bob dapat tampil di Nirwana Super Club, Hotel Indonesia sebanyak 15 kali dalam sebulan. Bob tidak hanya sering tampil di Hotel Indonesia, tetapi juga di TVRI dan tempat-tempat lain yang mengundangnya. Enteng Tanamal, pemimpin Band Panca Nada, mengajak Bob untuk merekam lagu-lagu Natal bersama Pattie bersaudara di Remaco. Selanjutnya, Bob pun mulai merekam berbagai lagu seperti Gunung Seribu Janji, Tak Mungkin Kulupa, Tiada Maaf Bagimu, dan Batu Nisan. Beliau tidak hanya tampil di dalam negeri tetapi juga di Malaysia, Singapura, dan Hongkong.

Tahun 1965,  Bob mulai rekaman di Jakarta bersama Pattie Bersaudara. Selanjutnya, ia dikenal dengan lagu-lagu “Lidah tak bertulang”, “Tiada Maaf Bagimu”, “Tinggi Gunung Seribu Janji”, dan lain-lain.

Pada tahun 1966-1969, beliau meraih predikat sebagai Penyanyi Kesayangan Siaran ABRI. Selain itu, beliau juga dianugrahi golden records (piringan emas) karena hasil penjualan piringan hitamnya laku di pasaran

tahun 1969, Bob Tutupoly pindah ke Amerika Serikat atas tawaran dari grup Venturas (grup yang berisi orang Indonesia dan bermarkas di Los Angeles) yang berjanji akan mencarikan produser dan melakukan rekaman di negara tersebut. Sayangnya kedua hal tersebut tidak terwujud dan Bob malah bekerja paruh waktu di Yamaha Buena Park dan bergabung dengan The Midnighters untuk bernyanyi di San Fransisco dan Los Angeles . Bob pun akhirnya berpindah ke Las Vegas untuk bernyanyi di klub malam dan kasino-kasino yang ada di sana. Di sana, sempat merekam beberapa lagu seperti Hello LA dan Bye-Bye Birmingham yang tidak diedarkan. Di kota ini pula, bertemu dengan Haryono, Direktur Utama Pelita (anak perusahaan Pertamina) yang memberikan kesempatan kepadanya untuk menjadi public relation dan penyanyi di Restoran Ramayana. Restoran itu merupakan restoran Indonesia yang didirika oleh Pertamina di New York dan berfungsi sebagai agen promosi wisata Indonesia.

Tahun 1972, Bob menduduki jabatan sebagai Manajer restoran (1972-1976), merangkap Entertainer Restoran Ramayana New York.  Disini ia mengenal Rosmayasuti Nasution (Yosie) None Jakarta 1972, waktu itu Yosie tampil sebagai penari di tempat tersebut. Dan selanjutnya  Bob melamarnya (Yosie)

15 April 1977, Bob dan Yosie resmi menjadi suami-istri di hadapan petugas catatan sipil. Pernikahan tersebut dihadiri oleh Adnan Buyung Nasution sebagai saksi atas keluarga Yosie dan Leo Lopusila sebagai saksi dari pihak Bob. Sebelumnya mereka berdua harus menjalani persidangan selama sembilan bulan dikarenakan perbedaan keyakinan yang mereka anut.

Tahun 1977,  akhirnya Bob kembali ke Indonesia, dan menghasilkan lagu”Widuri” ciptaan Slamet Aryadi yang menjadi terkenal. Ia juga sebagai pemandu acara kuis di TVRI.

Tahun 1977–………, mendirikan usaha bernama PT Widuri Utama Sebagai  Direktur dan Widuri Promotion.

Tahun 1978, Bob dan Grace Simon terpilih untuk menjadi wakil Indonesia dalam pertukaran artis ASEAN.

29 Januari 1978, Putri semata wayang mereka lahir di Jakarta dan diberi nama Sasha Karina Tutupoly.

Tahun 1980,  juga menjadi pemenang pertama dalam Festival Lagu Populer 1980 dan mewakili Indonesia dalam Festival Internasional di Budakan Hall, Jepang.

Tahun 1985 dan 1988. Bob membawa rombongan kesenian Maluku “Siswa Lima” pergi pentas ke beberapa kota di Belanda.

Beberapa album yang telah direkam oleh Bob adalah:

  • The Best Song Of Bob Tutupoly Widuri
  • Album Nostalgia 2
  • Album Cinta Nostalgia 2
  • Tembang Kenangan Pop Indonesia Vol 6 “Kerinduan”

Bob Tutupoly juga dikenal sebagai  Pembawa acara, berbagai acara yang dipandunya seperti kuis Pesona 13 (selama 1,5 tahun), Silih berganti (selama 2 tahun), dan Ragam pesona (selama 5 tahun). Selain berkarya di bidang tarik suara, Bob Tutupoly juga pernah bermain di beberapa film Indonesia. Beberapa film yang pernah dibintangi Bob Tutupoly adalah Gli Innamorati Della Becak (Kisah Cinta si Tukang Becak) (1958), Penasaran   (1977), dan Sebelah Mata (2008). Gli Innamorati Della Becak adalah sebuah film yang digarap oleh orang Italia dan di film ini, Bob berakting bersama Indriati Iskak dan The Baby Dolls (Baby Huwae, Gaby Mambo, dan Lintje Tambayong atau lebih dikenal sebagai Rima Melati).

Di samping aktif bernyanyi, Bob Tutupoly juga sering menjadi duta budaya yang bertugas membawa kesenian Indonesia di pentas Asia bahkan internasional, pernah, kerjasama dengan Depertemen Transmigrasi dan Departemen Kehutanan pernah menduduki jabatan sebagai Ketua Umum Keluarga Besar Organisasi Sosial Keagamaan Anak-Anak Negeri. Bersama dengan Bubi Chen, Enteng Tanamal, Bob Tutupoli, John Reny Rehatta, Christ Manusama dan Zeth Lekatompessy, Bob Tutupoly pernah meraih penghargaan Ambon Jazz Plus atas dedikasinya memajajukan musik tanah air, terutama Maluku. Ketua Umum Keluarga Besar Organisasi Sosial Keagamaan Anak-Anak Negeri=Siwhoto=

http://id.wikipedia.org
http://majalahberkat.com/?p=260

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kesenian, Sosok, Surabaya, Th. 2012 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s