Ny. Everdina Soetomo, Surabaya


Everdina Bruring-Simbol Keagungan Surabaya Roman Taste

Everdina Bruring- salah satu saksi dari indahnya kisah cinta dua benua dan dua ideologi (Surabaya Roman Taste).

Tahun 1917, Everdina Broering masih diselimuti duka ditinggal mati suaminya. Dan ia bertugas sebagai perawat di RS. Blora, dan Dr.Soetomo yg baru dari Sumatera pun pindah tugas di Blora. Rasa sayang dan cinta pun tumbuh di hati kedua insane manusia tersebut, tetapi dari pihak Everdina mendapat tantangan dari keluarganya.

Sedang dari  pihak Dr. Soetomo baik keluarga maupun teman-teman seperjuangannya juga menentangnya, namun cinta sudah mengalahkan segalanya, hingga akhirnya mereka berdua menikah.

Saat Dr. Soetomo mendapat tugas belajar selama 4 tahun di Belanda pun, teman-teman Dr. Soetomo yang mahasiswa Indonesia sering bermain di rumahnya karena terpikat suguhan masakan Ny. Everdina Soetomo berupa nasi goreng, dan masakan Ind lainnya.

Sepulang dari Belanda, Dr. Soetomo diangkat menjadi dosen Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin di NIAS (Nederlandsch Indische Artsen School) Surabaya, lalu memimpin berbagai organisasi dan membentuk PARINDRA (Partai Indonesia Raya).

Ny. Dr. Soetomo pun ikut aktif menyiapkan hidangan2 untuk teman2 suami yg sering bertamu di rumah Jl. Simpang Dukuh atau di GNI. Keduanya tetap bahagia meski tak dikaruniai anak. Hingga akhirnya, Ny. Dr. Soetomo jatuh sakit dan beristirahat di daerah sejuk Celaket, Malang. Walaupun sakit, Ny. Dr. Soetomo aktif di kegiatan sosial di Malang dan suami 2 minggu sekali menjenguknya.

Tanggal 13 Februari 1934 jam 09.10 pagi Ny. Dr. Soetomo menghembuskan nafas terakhir dipangkuan sang suami. Saat prosesi pemakaman di Kembang Kuning, ribuan para pelayat dari berbagai kalangan terharu sampai ada yg menitikkan air mata, ketika mendengar pidato pelepasan dari dr. Soetomo yang sangat indah dan begitu mendalamnya cinta beliau kepada istrinya.

29 Mei 1938 di usia 50 tahun, ajal menjemputnya. Sepeninggal sang istri, dr. Soetomo tidak menikah lagi Hidupnya diabadikan untuk kesetiaan terhadap cinta kepada istri maupun nusa dan bangsa Indonesia. Seluruh penduduk kota Soerabaia tumplek blek di Jl.Bubutan jadi lautan manusia. Suara dzikir berdengung dari lisan ribuan pelayat mengantar kepergian putra bangsa.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Dhahana Adi Pungkas, Menelusuri Mereka Yang Merebah di Kompleks Makam Kembang Kuning Surabaya. http://palingindonesia.com/menelusuri, 08 Agustus 2012. 

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Surabaya, Th. 2012, Tokoh dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s