Jane Sahilatua, Surabaya


Franky++Jane+franky+janeDia memang jarang tampil seorang diri. Bersama kakaknya Franky Sahilatua selama ini dikenal sebagai pasangan duet kakak beradik Franky & Jane yang selalu menyuguhkan lagu-lagu berirama “Country”.

Satu penyajian dari pasangan duet Franky & Jane seperti sudah menjadi ‘Trade Mark” yang sangat dominan dalam mertampilkan warna musik “Country” kepada penggemar­nya di seluruh tanah air.

Hampir satu dekade mereka berdua menekuni jalurnya sebagai pe­nyanyi “Country” tanpa mau merobah kiblat, sekali pun namanya nyaris tenggelam ketika warna musik pop mendominasi percaturan bursa musik komersiel di tanah air.

Sungguh idealis, dimana pada waktu itu banyak pe­nyanyi dari aliran rock yang coba-coba untuk mengikuti situasi dengan alasan untuk menge­pulkan “asap dapurnya”.

Bagi mereka berdua hanya bisa berdiam sambil menanti sikon yang tepat untuk tampil kembali ke tengah-tengah publik penggemarnya.

Akibatnya mereka berdua jarang mencetak album, namun bukan berarti harus berdiam diri, justru dari sini mereka menjadi semakin mapan dalam menggumuli kariernya di blan- tika musik “Country”. Suguhan lagu-lagunya semakin apik dan punya bobot, sangat serasi sebagai pasangan duet kakak-adik yang belum ada duanya dalam menyuguhkan warna musik “Country” di tanah air.

Sayang, waktu akhirnya harus memisahkan mereka berdua, dan ini memang pasti dialami oleh setiap anak manusia. Franky, kakaknya terpaksa melepaskan Jane yang selama ini se» lalu berdua dalam meniti kariernya sebagai pe­nyanyi.

Franky harus menempuh jalan hidup­nya sebagai seorang laki-laki sejati, pada tang­gal 25 Desember 1982 yang lalu secara resmi dia mengakhiri masa lajangnya, mempersunting seorang dara ayu sebagai pasangannya yang baru, tapi bukan untuk bergumul dalam dunia tarik suara. Melainkan menuju singgasana pelaminan sebagai pasangan suami istri.

Barangkali dari sini banyak kalangan penggemar Franky & Jane Sahilatua yang bertanyatanya terhadap kelangsungan kariernya di dunia tarik suara, terutama pertanyaan itu dituju-
kan kepada Jane adiknya.

Apalagi ketika Franky tampil dalam album terbarunya tanpa Jane. Bukan mustahil para penggemarnya dibuat penasaran, mungkinkah Jane akan menghilang darj pelataran bursa musik komersiel? “Walau tanpa Franky, saya akan tetap bergumul dalam dunia yang sudah terlanjur saya cintai sebagai penyanyi “Country”, kilahnya.

Sebagai seorang penyanyi “Country Indonesia” yang mempunyai suara khas, Jane Sahilatua dengan lengkingnya yang manis, kali ini tampil seorang diri lewat album ‘Tiap Hari Ada Sempat Ada Berkat” suatu persembahan yang serasi dari Franky Sahilatua, yang sengaja menciptakan karya apiknya buat Jane.

Karena Franky sudah hafal betul akan kemampuan vokal adiknya, agaknya memang Franky tidak ingin melepaskan Jane dengan begitu saja, segala bimbingan dan pengarahan untuk mengkatrol Jane agar menjadi seorang penyanyi yang berbobot begitu melekat sekali di dalam benaknya.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: ANEKA RIA – 376, Juni 1983, hlm. 65

 

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kesenian, Surabaya, Th. 1983, Tokoh dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s