Sony Dwi Kuncoro, Surabaya


Sony Dwi Kuncoro Juara Asia Tiga Kali dan Runner-up Kejuaraan Dunia
Sony Dwi Kuncoro0027 Juli 1984, di  Surabaya lahiran Sony Dwi Kuncoro selama beberapa tahun digadang-gadang menjadi penerus kehebatan Taufik Hidayat. Pemuda mulai berlatih bulutangkis pada usia yang sangat muda. Kesuksesan Sony menjadi runner-up Kejuaraan Dunia 2007 mengawali harapan arek Surabaya itu. Sony diharapkan bisa tampil kompetitif ketika Taufik seda ng mengalami penurunan prestasi. Dalam perebutan Thomas Cup tahun 2008 Sony menjadi tunggal pertama Indonesia, di atas Taufik. Atlet POR Suryanaga cabang bulutangkis yang terkenal karena semangat dan kesadarannya dalam berlatih ini memiliki banyak penggemar khususnya di Suryanaga. Hamp ir semua atlet- atlet muda, putra maupun putri, baik yang bermain di nomor tunggal ataupun ganda semua sangat mengidolakan pemuda pemalu dan murah senyum ini. Kiprah di dunia yang membanggakan dan sosoknya tidak sombong membuat para pemain muda sangat ingin menjadi seperti Sonny Dwi Kuncoro.
Mengawali gemblengan di Pelatnas pada 2001, Sony sudah mampu menjadi juara Asia pada 2002. la bahkan mampu mempertahankan gelarnya pada 2003 dan merebut kembali gelar tersebut pada 2005. Prestasinya menanjak ketika ia merebut medali perunggu Olimpiade Athena pada | 2004. Di tahun 2006 Sony mampu *^ menemukan performa terbaik walaupun hanya sampai perempat final Hong Kong Terbuka.

Sony Dwi Kuncoro001Di Pelatnas, setelah ioko Suprianto mengundurkan diri, Sony dilatih oleh Hendrawan. Masa transisi pelatih dari Joko ke Hendrawan tak terlalu sulit buat Sony untuk beradaptasi. Baginya, dua juara dunia itu (Joko Suprianto dan Hendrawan) mempunyai karakter berbeda yang saling melengkapi.

Ditahun 2007, Sony mampu menembus babak final Kejuaraan Dunia dan hanya kalah dar? pemain nomor satu dunia asal Tiongkok, Lin Dan. Sony sempat dihantam cedera punggung di final kejuaraan Filipina Terbuka.

Selanjutnya, Sony mampu menjadi juara tunggal pria Indonesia Open Super Series 2008 setelah di final mengalahkan Simon Santoso 19 – 21, 21 – 14, 21 – 9. Berkat suksesnya itu, ia kini menjadi pemain terbaik Indonesia, la diturunkan sebagai pemain tunggal pertama dalam perebutan Thomas Cup di Jakarta pada 2008.

Kemenangan – kemenangan Sony tak hanya terjadi berkat keberuntungan, namun juga karena hasil kerja keras yang dilakoninya. Menurut peraih medali perunggu Olimpiade Athena 2004 itu, dan juara Asia tiga kali ini, strategi dalam bermain sangat penting. Saat bertanding, atlet harus mampu mengubah pola pikir yang dianutnya saat terjun di lapangan, menyesuaikan dengan kekuatan atau kelemahan lawan.
PRESTASI SONY
Tahun 2007, Runner-up Kejuaraan Dunia
Tahun 2004, Medali perunggu Olimpiade Athena
Tahun 202, 2003 dan 2005, Juara Asia tiga kali
Tahun 2008, Juara Indonesia Open Super Series
Tahun 2008, Juara Japan Open Super Series
Tahun 2008, Juara Tiongkok Masters Super Series

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Johnny Budi Martono & Mulyono. Buku Peringatan 100 Tahun POR Suryanaga, Surabaya: Suryanaga, 2008.

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Sosok, Surabaya, Th. 2008 dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s