Drs. Saifullah Yusuf, Kota Pasuruan


28 Agustus 1964, di Pasuruan, Jawa Timur lahir Drs. Saifullah Yusuf, dari pasangan Ibu  Hj. Sholichah Hasbulloh bekerja di Departemen Agama , Ayah: (Alm) H. Ahmad Yusuf Cholil

Tahun 1979, Saifullah menamatkan sekolahnya di MI Mambaul Maarif Denanyar Jombang.

Tahun 1981, Saifullah menyelesaikan sekolahnya di SMP Islam Pasuruan.

 Tahun 1985, Saifullah lulus dari SMPP Negeri Pasuruan.

 Tahun 1988 -1990, Ketua Senat Fisip Unas Jakarta

Tahun 1990 -1992, Ketua HMI Cabang Jakarta.

Tahun 1990-1995, Ketua Pimpinan Pusat IPNU.

Tahun 1992 -1994, Pengurus Pusat IPNU.

Tahun 1993 -1995, Pertemuannya dengan Eros Djarot mengantarkannya jadi wartawan Tabloid Detik

Tahun 1995, Wakil Sekjend PP GP Ansor, Sekretaris Jendral AMNU

Tahun 1996, Iful menikahi Ummu Fatma, yang kini dikaruniai empat anak.

  1. Selma Halida
  2. Moh. Falihuddin Daffa
  3. Moh. Rayhan Hibatullah
  4. Moh. Farrelino Ramadhan

Tahun 1996 – 1997, sebagai Wartawan Tabloid Target.

Tahun 1999,  menjadi anggota DPR dari PDIP. Saifullah dianggap sebagai lambang aliansi dari Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri karena Saifullah adalah orang kepercayaan Gus Dur dan ditempatkan di PDIP.

Tahun 1999, menjadi plh Ketua Umum GP Ansor menggantikan Iqbal Assegaf yang meninggal dunia

Tahun 2000-2005, Syaifullah Yusuf mengawali kariernya melalui organisasi GP Ansor. menjadi ketua umum GP Ansor

Tahun 2001, Ketika hubungan Gus Dur-Megawati merenggang maka, Saifullah mengundurkan diri dari PDIP dan juga DPR serta bergabung dengan PKB.

Tahun 2002 – 2004, Pada muktamar PKB, Saifullah terpilih menjadi Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), itu merupakan hasil yang optimal setelah sebelumnya ia bersaing dengan Alwi Shihab memperebutkan posisi ketua umum.

Tahun 2003. Saifullah menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Nasional Jakarta

Senin 1 September 2003 malam, Saifullah Yusuf sebagai Sekjen DPP PKB direposisi. Selanjutnya, Gus Dur mengusulkan jabatan Sekjen diberikan kepada Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) Muhyidin Arubusman.

Oktober 2004 hingga Mei 2007, Syaifullah menjabat sebagai Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal pada Kabinet Indonesia Bersatu.

Selasa 26 Oktober 2004 malam, setelah sempat terjadi perdebatan di rapat pleno DPP PKB , tentang keberadaan fungsionaris DPP PKB yang merangkap jabatan di Kabinet Indonesia Bersatu, , memutuskan, Ketua Umum PKB Alwi Shihab (yang menjadi Menko Kesra KBI) dan Ketua PKB Saifullah Yusuf diberhentikan dari jabatannya di PKB.

3 April 2005, dalam Muktamar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Dia terpilih kembali secara  aklamasi menjabat Ketua Umum GP Anshor periode 2005-2010.

Konflik di tubuk PKB yang berakibat dicopotnya Saifullah Yusuf dari jabatan Sekjen PKB berimbas pada jabatan menteri ini. Karena tidak dianggap lagi sebagai representasi PKB lagi maka ia digantikan oleh Lukman Edy yang juga menggantikannnya sebagai Sekjen PKB.

Th. 2007 – ….., Komisaris Bank Rakyat Indonesia.

23 Juli 2008 putaran pertama, 4 November 2008 putaran kedua, Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan selama dua putaran itu, Saifullah Yusuf terpilih sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Soekarwo

21 Januari 2009, pemilihan ulang putaran kedua di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang.

12 Februari 2009 , oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, pelaksanaan PelantikannyaPemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Jawa Timur.

Saifullah Yusuf Alamat Tempat Tinggal : Jl. Warung Silah No.31  RT. 002 RW. 005  Ciganjur – Jakarta Selatan 12630

Dia politisi muda antarpartai, Pengagum Gus Dur, yang pamannya sendiri, Di saat NU mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kang Iful bukannya masuk PKB, tetapi menjadi kader PDI Perjuangan yang mengantarkannya ke Senayan sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PDIP. lalu ia keluar dari PDIP bergabung dengan PKB, dan menjadi Sekjen/Ketua DPP PKB, mewakili PKB di Kabinet Indonesia Bersatu dalam jabatan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, kemudian bergabung ke PPP. setelah pindah ke PPP dia diberhentikan dan diganti oleh Sekjen DPP PKB Muhammad Lukman Edy. Kini Cawagub berpasangan dengan Cagub Jawa Timur Soekarwo yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan partai Demokrat.

Ia sendiri mengumpamakan diri sebagai tukang pos, kurir. Sebagai kurir, ia punya peran dalam berbagai lobi politik, antara lain pertemuan Ciganjur I (1998), Ciganjur II (2000). Prestasi lain: Iful bisa menghadirkan Megawati di Istighotsah Kubro II di Senayan, 2001.

Dua hal tersulit dalam menjalani profesi politisi adalah ketika Gus Dur terpilih sebagai presiden, mengalahkan Megawati yang ketua partai pemenang pemilu. Gus Dur pamannya, sedangkan ia di PDIP. “Itu rasanya satu hari seperti 20 tahun”, ujarnya. Juga sebaliknya, ketika Gus Dur digantikan oleh Mbak Mega, katanya lagi. Untuk menghadapi situasi tersebut, Iful berusaha tetap tenang, menahan diri, dan meyakinkan diri apa yang perlu diyakinkan.

Moto hidupnya: Saya menjalani hidup, kalau orang Jawa bilang, glundung semprong, seperti air mengalir saja tuturnya. Alasannya, Karena di dalam hidup ini, hanya ada dua cara orang hidup. Pertama; orang yang berpikir tertib dalam hidupnya, perencanaannya dan sebagainya. Kedua; orang yang menjalani hidup dengan motivasi, kalau tidak jadi, ya, tidak apa-apa, ujarnya. =S1Wh0T0=

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Pasuruan [Kota], Th. 2012, Tokoh dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s