G.H. de Man, Gubernur Jawa Timur (14 April 1931 – 21 Juni 1933)


Pemerintahan Jawa Timur Masa Gubernur G.H. de MAN (14 April 1931 – 21 Juni 1933)

G.H. de MANG.H. de Man mengawali kariernya dalam pemerintahan dimulai ketika dia diangkat sebagai Ambtenaren ter beschikking di Agrarische Zaken pada tanggal 26 Oktober 1906. Ken\mudian dia diangkat sebagai Controleur daerah Genteng pada Standplaatsen van de overige, Controleur en adspirant Controleurs di Binnenlandsch Bestuur op Java en Madoera (Besuki) pada tanggal 28 Juli 1908. Kariernnya dalam pemerintahan semakin menanjak hingga akhirnya ditunjuk sebagai residen Surabaya, sekaligus anggota dan ketua NIAS, Surabaya pada tahun 1928.

Seiring dengan pengangkatan W.Ch. Hardeman sebagai anggota Raad van Indie di Batavia, de Man ditunjuk sebagai gubernur pengganti di Jawa Timur berdasarkan besluit tanggal 14 April 1931, No. 32 dengan gaji f2000 per bulan. Proses penunjukan sebagai gubernur sendiri tak urung menimbulkan beberapa polemik. Ada beberapa calon yang sebenarnya diajukan untuk mengisi kekosongan gubernur ini, seperti: de Brinks, H.H. de Cock, C.A. Schnitzler. Tetapi dengan berbagai pertimbangan, pilihan jatuh pada G.H. de Man.

Pemilihan de Man sebagai gubernur Jawa Timur ini tidak lepas dari campur tangan pendahulunya. Hardeman lebih condong pada G.H. de Man. Menurut Hardeman, G.H. de Man dianggap orang yang cocok menggantikannya. Dia mempunyai kemampuan dan kepribadian yang baik untuk memimpin Propinsi Jawa Timur. Di samping itu, Hardeman sudah tahu betul kualitas de Man. Ia abdi pemerintah yang taat.

Hardeman pernah bekerja sama dengannya sebelum itu. Itulah yang disampaikan Direktur Binnenlandsch Bestuur pada Gubernur Jenderal di Batavia dalam surat rahasianya. Banyaknya calon yang diajukan untuk maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur ini juga mengundang campur tangan Raad van Indie. Maka ia pun turut memberikan sumbang sarannya. Bahkan ia menambahkan kandidat baru dalam bursa

calon gubernur, yaitu JHB Kuneman, residen Priangan Tengah. Pada akhirnya Raad van Indie menyetujui G.H. de Man sebagai gubernur Jawa Timur dengan pertimbangan bahwa sejauh ini dia memiliki prestasi yang bagus dalam pemerintahan.

Penunjukan G.H. de Man sebagai gubernur ini tak ayal juga menimbulkan sakit hati dari residen Probolinggo, G. Scholten. Ia merasa telah disepelekan karena tidak tercantum dalam daftar calon. Karena itu ia berkirim surat pada Direktur Binnenlandsch Bestuur atas kejadian yang menimpanya. Ia menceritak bahwa selama 5 tahun menjadi residen di Probolinggo, ia mampu bekerja sama baik dengan Gubernur saat itu. Ia juga banyak membawa perubahan dalam pemerintahan termasuk sebagai ketua Gemeente Raad van Probolinggo.

Dalam suratnya Scholten menyebutkan banyak kesuksesan yang telah dicapai selama menjadi residen. Sayangnya gubernur Hardeman tidak mempertimbangkan ini, dan mengajukan nama de Man sebagai penggantinya. Itu sebabnya Scholten terpaksa meminta penjelasan pada Direktur Binnenlandsch Bestuur tentang hal ini.

Selama menjadi gubernur, G.H. de Man melanjutkan kebijakan yang telah mulai dilakukan oleh Hardeman. Untuk menambah modal pembangunan, ia mengusulkan peminjaman likuasi sebesar f 340.000,- yang akan dibayar dalam tempo 19 tahun mulai 1933 sampai 1951. Usul pinjaman ini diketahui oleh Provinciaal Raad van Oost Java yang akhirnya menyetujui sejumlah pinjaman itu untuk modal pembangunan pipa air minum bagi wilayah Surabaya Selatan, Bangkalan, Lumajang, Pamekasan, dan lain-lain.

Dalam perpajakan, bersama Provinciaal Raad menentukan daftar pajak untuk jalan, pengurangan taksiran pajak kendaraan bermotor. Meskipun begitu ada yang keberatan atas pajak jalan yang telah ditentukan, seperti: NV Mineraal Waterfabriek Hellfach & co, Surabaya. Akhinya gubernur De Man menetapkan besarnya pajak yang harus dibayar.

Dalam bidang keuangan, gubernur de Man memberikan subsidi pada beberapa rumah sakit dan klinik baik swasta, pemerintah dan keagamaan, seperti RS. Zending, RS. PKO Muhamadiah. Ia juga membantu subsidi bagi perkumpulan, seperti: rumah yatim piatu, perkumpulan pemuda, Museum. Ia banyak memberi perhatian pada kaum pengangguran dengan memberi subsidi berdasarkan kelas-kelasnya. Ini membuktikan bahwa de Man konsen terhadap krisis yang melanda penduduk pada saat itu.

Pada bidang pertanian, ia menyarankan pada para petani dan pengusaha perkebunan untuk menggunakan pupuk guna peningkatan produktivitas. Diharapkan penggunaan pupuk ini dapat disebarluaskan pada masyarakat yang mayoritas bergerak di sektor agraris.

Beratnya tugas yang harus diselesaikan, ditunjang daya tahan tubuh yang tidak begitu kuat, membuat G.H. de Man jatuh sakit. Menurut dokter yang memeriksa, gubernur menderita komplikasi bludrek. Ini membuat kondisinya lemah dan tidak dapat berpikir berat. Dokter menyarankan agar ia beristirahat di Pacet, sehingga benar-benar lepas dari rutinitas kantor. Atas saran dokter pula ia mengajukan permohonan cuti pada Gubernur Jenderal. Di samping itu sudah 5 tahun ini ia belum pernah mengajukan cuti. Gubernur Jenderal melalui besluit tanggal 8 Oktober 1932, No. 32 memberikan cuti selama 1 bulan dan mengijinkan untuk dibawa ke Pacet bersama anak istrinya.

Pada awal tahun 1933, secara tiba-tiba Gubernur de Man mengajukan permohonan diri untuk pensiun dari dinas karena ingin kembali ke tanah air bersama keluarganya. Saat itu ia telah berusia 45 tahun dan telah 25 tahun mengabdikan diri pada pemerintah. Pada Direktur Binnenlandsch Bestuur, ia telah merencanakan untuk memesan tempat di kapal Sibajak dari Stoomvaart Mij. Rotterdamsche Lloyd.

G.H. de Man akhirnya diberhentikan dengan hormat dari dinas melaui besluit tanggal 10 Maret 1933 No. 23 sejak tanggal 21 Juni 1933. Ia juga berhak atas sejumlah pensiun dari Directeur van Financien. Atas pengunduran dirinya, ia mengadakan kunjungan resmi pada Gubernur Jenderal. Di samping telah berpamitan melalui surat.

Berkaitan dengan pengunduran dirinya pula, de Man telah menyampaikan memori pengunduran diri pada Direktur Binnenlandsch Bestuur sebagai pertanggungjawaban. Di dalamnya ia menyampaikan berbagai kebijakan yang dilakukan selama menjadi Gubernur dari tanggal 1 Mei 1931 – Juni 1933, di antaranya Bestuur Politie, Indeeling en Bestuur, dan lain-lain.

Dengan berhentinya G.H. de Man, ada kekosongan jabatan di Jawa Timur. Gubernur Jenderal dalam suratnya memberikan pandangannya mengenai kandidat gubernur di Jawa Timur. Di antara calon yang disebut adalah: residen Kuneman, residen de Brinks, de Vrees, dan lain-lain. Rupanya pemerintah pusat lebih condong pada JHB. Kuneman yang sebelumnya adalah residen. J.H.B. Kuneman akhirnya ditunjuk sebagai pengganti GH. De Man menjadi gubernur Jawa Timur.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Profil gubernur Jawa Timur Masa Hindia Belanda Tahun 1928-194; Badan Arsip Propinsi Jawa Timur, 2003. hlm, 4-5

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Sosok, Th. 2003 dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke G.H. de Man, Gubernur Jawa Timur (14 April 1931 – 21 Juni 1933)

  1. Zulfikar berkata:

    Admin numpang tanya,apakah g.h de man pernah membuat lukisan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s