Charles Olke van der Plas (Ch. O. van der Plas), Gubernur Jawa Timur (18 Mei 1936 – 30 Juni 1941)


CHARLES OLKE VAN DER PLASCharles Olke Van Der Plas (Ch. O. van der Pias) terlahir sebagai putra Charles Olke Van der Plas Senior dan C.C.E. Clifford Kocq van Breugel pada tanggal 15 Mei 1891 di Buitenzorg. Sepanjang hidupnya telah diabdikan untuk kepentingan negara dan masyarakat. Ia seorang figur pekerja keras, penuh ide dan aktif memper­juangkan hak-hak orang kecil.

Kariernya dalam pemerintahan diawali setelah ia menamatkan Nederlandsch Indisch Bestuurdienst di Rijksuniversiteit, Leiden. Ia menempuh pendidikan dari tahun 1912 hingga 1919. Setamatnya dari Perguruan tinggi, ia mendapat tugas yang berbeda-beda sebagai ambtenaar di Binnenlandsch Bestuur. Kariernya terus menanjak seiring pertambahan usia, hingga ditunjuk sebagai Gubernur Jawa Timur pada tanggal 18 Mei 1936 menggantikan JHB Kuneman.

Selepas dari Dinas Binnenlandsch Bestuur, Pemerintah Hindia Belanda masih mempercayakan beberapa tugasnya pada beliau. Ini dapat diketahui dari beberapa arsip yang ditinggalkan serta peranannya dalam menjembatani perundingan antara pemerintahan Belanda dengan pemerintah Republik Indonesia, setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dikumandangkan oleh Ir Sukarno. Selama masa pemerintahannya, banyak kebijakan-kebijakan pemerintah telah dikeluarkan. Tetapi ia tidak sendiri dalam menentukan kebijakan tersebut. Setiap kebijakan yang diambil, harus ada persetujuan Dewan Propinsi Jawa Timur (Provinciaal Raad van Oost-Java). Dalam menjalankan kebijakan, Gubernur dibantu oleh College van Gedeputeerden. Mereka adalah anggota-anggota dewan yang terdiri dari para residen, bupati, pegawai pemerintah atau orang tertentu yang dipilih atas persetujuan Raad van Indie dan Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Mereka juga terdiri para pejabat Belanda, pejabat pribumi, serta orang asing non-pribumi, seperti: Arab, Cina.

Mengawali tugasnya sebagai gubernur Jawa Timur, ia mengajukan permohonan restitusi pajak pada Gubernur  Jenderal. Permohonan ini terpaksa dilakukan mengingat dia harus membayar pajak pendapatan sejumlah f 5.760. Pembayaran tersebut untuk pajak pendapatan atas NV. Uitgevers Mij Brill, di mana ia pernah sebagai pemegang saham untuk tahun 1934. Ini terjadi ketika ia masih menjabat sebagai Residen Cirebon. Permohonan van der Plas pada Gubernur Jenderal ini diperkuat dengan keterangan Kepala Inspeksi Keuangan, Bandung pada kepala Inspeksi Keuangan Batavia mengenai jumlah pendapatan yang diterima setelah dikurangi pajak-pajak yang lain.

Keberatan van der Plas ini diajukan mengingat ia tidak lagi mempunyai saham pada NV Uitgevers Mij. Brill. Sementara sebagai Gubernur, pendapatannya dirasa hanya cukup untuk hidup bersama istri dan 3 anaknya. Dari pemeriksaan Departemen Keuangan Batavia dan Inspeksi Keuangan di Bandung diketahui bahwa ia sudah melepaskan kepemilikan atas saham di NV tersebut. Akhirnya diputuskan oleh Gubernur Jenderal bahwa pajak pendapatan yang harus dibayar van der Plas sejumlah f 5.760,-

Beratnya beban yang dipikul sebagai seorang Gubernur Jawa Timur, mengakibatkan kelelahan fisiknya. Ia sempat jatuh sakit. Itu sebabnya ia mengajukan permohonan cuti karena sakit. Permohonan cuti itu diajukan pada Gubernur Jenderal Hindia Belanda, disertai surat Keterangan sakit dari DR. ERA. Luijke Roskott. Dalam surat keterangan tersebut ditunjukkan sakit yang diderita tuan Gubernur Van der Plas serta kondisi kesehatannya yang makin melemah akibat komplikasi penyakit tropis, seperti disentri, maag, dan lain-lain. Berat badannya berkurang hingga 6,5 kg selama 14 hari sakit hingga badannya sekarang tinggal 52,5 kg.

Akibat sakitnya, ia tidak bisa menjalankan tugas sebagai mana mestinya. Dr. Roskott menyarankan untuk meminta ijin cuti selama 6 minggu sejak tanggal 7 April 1937. Dr. Roskott berharap agar pasien dapat beristirahat dan memulihkan kesehatan. Gubernur Plas merasa ijin cuti itu teramat singkat baginya, sehingga ia meminta pada Gubernur Jenderal agar memperpanjang cutinya sampai 6 bulan.

Keadaan sakit Gubernur van der Plas ini dibenarkan oleh Sonnevelt, melalui surat rahasianya pada sekretaris Gubernur Jenderal, JM Kiveron. Bahwa van der Plas menderita demam dan selama itu hanya diperbolehkan duduk-duduk di serambi dan tinggal tidak jauh dari kamar tidurnya. Melihat kondisinya yang belum pulih benar, Dr. Roskott memperpanjang ijin cutinya hingga tanggal 6 Juli 1937. Ini dilakukan demi kesembuhan Gubernur van der Plas.

Van der Plas kembali bekerja sebagai Gubernur Jawa Timur, menjelang akhir masa jabatannya, ia mengadakan konferensi Bupati se Jawa Timur yang diadakan di ruang Dewan Propinsi Jawa Timur, Surabaya. Konferensi diadakan pada hari selasa, tanggal 24 Juni 1941. Konferensi ini juga dihadiri oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Sekretaris Umum, JM Kiveron, Direktur Kabinet Guberur Jenderal Aldenberg, para residen serta Bupati se Jawa Timur.

Pertemuan dibuka pada pukul 16.35 sore. Diawali dengan pidato pembukaan oleh Gubernur Jenderal, Strakenborgh Stachouwer. Kemudian Gubernur Jenderal mempersilahkan para Bupati menyampaikan pandangan dan paparannya mengenai model propaganda dan penerangan bagi masyarakat luas secara bergantian. Masing- masing bupati menyampaikan pidato yang berbeda sesuai dengan kondisi daerahnya. Akhirnya, pertemuan ditutup oleh Gubernur Jenderal pada pukul 19.30 malam. Tampak Gubernur Jenderal Starkenborgh puas atas laporan para bupati di Propinsi Jawa Timur, di bawah kendali Gubernur van der Plas. Ia mengakhiri masa jabatannya, pada bulan Juni 1941. Sebagai gantinya ditunjuk Mr. H.C. Hartevelt sebagai Gubernur kelima Jawa Timur.

Selepas menjadi Gubernur Jawa Timur, banyak tugas yang diembannya. Mula-mula ia ditunjuk sebagai anggota Raad van Indie di Batavia Kemudian menjadi Ketua Komisi Hindia Belanda untuk Australia dan New Zeland. Bahkan di awal-awal berdirinya Republik Indonesia, Van der Plas masih mendapat tugas-tugas, seperti:
1944  : sebagai Direktur Binnenlandsch Bestuur.
1945  : Atas nama pemerintah Indonesia mengadakan pembicaraan dengan pimpinan pasukan Inggris (South East Command) di Jawa Sebagai Civil Affairs Officer
1944-1945 : Penasihat Urusan Islam
1947 : Sebagai penasihat FAO
Hingga pada masa tuanya, beliau masih menjabat sebagai penasehat di beberapa lembaga pemerintah Belanda dan dunia. Dia masih bekerja keras mengabdikan sisa-sisa usianya untuk kepentingan masyarakat dunia. Tepat pada tanggal 7 Juli 1977, Charles Olke van der Plas meninggal di Zwolle dalam usia 86 tahun.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Profil gubernur Jawa Timur Masa Hindia Belanda Tahun 1928-194. Surabaya:  Badan Arsip Propinsi Jawa Timur, 2003. hlm,10-12

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Sosok, Th. 2002 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s