H. Roeslan Abdulgani, Surabaya


RUSLAN ABDUL GANI24 November 1914, H. Roeslan Abdulgani Lahir  Surabaya, selanjutnya lebih akrab dipanggil Cak Roes oleh arek-arek Suroboyo. Anak keempat dari lima bersaudara. Ayahnya, Dulgani atau Haji Abdulgani tokoh Sarekat Dagang Islam, adalah satu dari tiga orang kaya di Surabaya memiliki tujuh mobil Fiat. meninggal ketika Roeslan duduk dibangku sekolah lanjutan pertama. dan Ibunya, Siti Moerad, wafat tahun 1964 pada usia 90-an.

Tahun 1920-1928, Cak Roes Sekolah di Hollandsch Inlandsche School (HIS), Surabaya.

Tahun 1926, Cak Roes sebagai Anggota National Indonesische Padvinderij.

Tahun 1928-1932, Cak Roes Sekolah pada Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), Surabaya.

Tahun 1932-1934, Cak Roes melanjutkan pada Hoger Beroeps Onderwijs (HBS-B) (setingkat sekolah lanjutan sekarang) dan Openbare Europeesches Kweekschool (OEK) (sekolah guru untuk orang Eropa) di Surabaya, namun ydak berijazah, Dikeluarkan dari sekolah karena aktivitasnya di Gerakan Pemuda/Kemerdekaan.

Tahun 1934, Cak Roes menjadi Ketua Indonesia Moeda.

Tahun 1935, Cak Roes sebagai Guru di Sekolah Menengah Islamiyah/Perguruan Rakyat/Kursus malam Taman Siswa, Surabaya.

Tahun 1936-1937, Cak Roes menjadi Ketua Pedoman Besar Indonesia Moeda Surabaya.

Tahun 1938,  Cak Roes menjalini Kursus Tata Buku A dan B.

Tahun 1940, Cak Roes menjalini Kursus Notariat I dan II.

– Karyawan Dinas Perindustrian dan Koperasi Rakyat, Surabaya.

Tahun 1942-1943, Poetera bagian Ekonomi, Surabaya.

Tahun 1945-1946, Redaksi Majalah Bakti.

10 November 1945, ketika pasukan sekutu mendarat di Surabaya, ia terlibat beberapa pertempuran. Selanjutnya ke Malang. Disana ia bekerja di Kementerian Penerangan, ia pun diangkat menjadi Seketaris Jenderal Kementerian Penerangan, yang waktu itu berkedudukan di Yogyakarta.

Tahun 1946-1947, Kepala Dinas Penerangan Rakyat Jawa Timur.

Tahun 1947-1954, Sekjen Deppen

19 Desember 1945, Pada saat Agresi Militer ke-2, di Yogya ia tertembak belanda pada tangan kanan dan beberapa jari tangannya terpaksa dipotong.

Tahun 1954-1956, setelah penyerahan kedaulatan, menjadi Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri.

Tahun 1955, Cak Roes menjadi Sekretaris Jenderal Konferensi Asia-Afrika di Bandung.

Tahun 1956-1957, Menteri Luar Negeri, enam bulan menjalani pensiun, mantan Menlu RI Cak Roes diundang memberikan kuliah di Universitas Monash, Australia. Selama tiga bulan. Kemudian ke Negeri Belanda, atas undangan Pangeran Bernhard, enam bulan mengadakan riset tentang arsip dan dokumentasi. Oleh markas Unesco di Paris, ia kemudian diminta menjadi konsultan di bidang komunikasi massa dan kebudayaan. Bekas Dubes RI di PBB ini menerima gelar doctor honoris causa dari Unpad, Unair, dan IAIN Sunan Kalijaga.

Tahun 1957-1959, Wakil Ketua Dewan Nasional, Jakarta.

Tahun 1959-1962) Wakil Ketua DPA.

Tahun 1960-an, diangkat sebagai jenderal berbintang empat, suatu “kepangkatan politis.

Tahun 1962-1966, Menteri Koordinator, merangkap Menteri Penerangan pada Kabinet Ali Sastromidjojo II.

Tahun 1964, Wakil Ketua IV DPP PNI.

Tahun 1964, membuahkan karya “Heroes Day and the Indonesian Revolution”, Prapanca.

Tahun 1965-1966, Anggota Presidium Kabinet.

Tahun 1966-1967, menjabat Wakil Perdana Menteri.

Tahun 1967-1971, Setelah tampuk kepresidenan berganti dari Soekarno ke Soeharto, Roeslan dipercaya menjadi Duta Besar RI di Perserikatan Bangsa-Bangsa, di New York.

Tahun 1968, Hunter College, New York, AS.

Tahun 1969, Barnard College, New York, AS.

Tahun 1973, membuahkan karya “Nationalism, Revolution and Guided Democracy in Indonesia, Monash University”.

Tahun 1978- ….., Ketua Tim Penasihat Presiden mengenai Pancasila, Pelaksanaan P4.

Tahun 1979, membuahkan karya “Indocina dalam Kawasan Asia Tenggara Dewasa Ini”, Idayu.

Tahun 1981, membuahkan karya “The Bandung Connection”, Gunung Agung.

Rabu, 29 Juni 2005, pukul 10.20 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta. Cak Roes dipanggil keharibaan-Nya, jenazah disemayamkan di kediaman Jalan Diponegoro sebelum dimakamkan pada Kamis, (30/6) di TMP Kalibata.

=S1Wh0T0= dari berbagai sumber

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Sosok, Surabaya, Th. 2012 dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s