Krisdayanti (KD), Batu


Kris dayanti.24 Maret 1975, di Batu, Jawa Timur Krisdayanti lahir dari pasangan Trenggono (ayah) dan Rachma Widadiningsih (ibu). Ia memiliki seorang kakak perempuan, Yuni Shara, serta seorang adik perempuan berlainan bapak, Kartika Sari.

Tahun 1984, Kris hijrah ke Jakarta bersama ibunya, masuk Sanggar Merah Putih pimpinan Toto Sugiarno. diusia sembilan tahun mengisi suara film anak-anak Megaloman. Usia 12 tahun, membuat album pertama berjudul Burung-Burung Malam bersama perusahaan rekaman Gembala Record. Namun gagal di pasaran.

Tahun 1991, Kris mengikuti pemilihan model remaja terkenal GADIS Sampul.  Meski minder berhasil sebagai finalis.

Tahun 1992, Kris mengikuti festival Asia Bagus. Kompetisi awal di Singapura merebut gelar Weekly Champion (juara mingguan), lalu Monthly Champion (juara bulanan), grand final di Tokyo, Jepang berhasil dinobatkan sebagai Grand Champion atau juara umum festival Asia Bagus 1992.

Kris_DayantiTahun 1993, meraih penghargaan FIDOF Awards sebagai The Young Talented Artist pada festival Bucharest, Rumania , bermain dalam sinetron None di TPI, diawali dengan Jendela Rumah Kita serial terpopuler TVRI, pada salah satu episode berjudul “Gadis Manis dalam Gerimis”.

Tahun 1994, Karier akting dilanjutkan dalam sinetron Cemplon di SCTV.

Tahun 1995, di Indosiar dalam sinetron Tantangan dan Saat Memberi Saat Menerima di RCTI. a rekaman album solo berjudul “Terserah”, “Kala Rindu” dan “Penantian” pada Hemagita Records,  menjadi Warner Music Indonesia.

Tahun 1996, merilis album “Cinta merupakan album duet pertama Krisdayanti bersama Anang.

22 Agustus 1996, Krisdayanti menikah muda dengan Anang Hermansyah, Mereka berdua membuat demo album duet dirilis dengan judul Cinta. Sebanyak 1.000 keping pertama album tersebut diberikan sebagai kado untuk undangan yang datang ke pernikahan mereka. Banyak hit yang lahir dari album ini seperti “Cinta”, “Berartinya Dirimu”, “Di Hati”, dan “Dua Hati”.

Tahun 1996 dan 1997, Kris tampil dalam sinetron Istana Impian produksi Multivision Plus tayang di Indosiar. Kemudian sinetron Abad 21 di RCTI dan Istri Pilihan di Indosiar. Perannya di dua sinetron tersebut mendapat nominasi “Pemeran Wanita Terbaik” pada Festival Sinetron Indonesia pada tahun 1996 dan 1997. Singel soundtrack Abad 21 berjudul “Kau dan Aku” juga meraih popularitas. Krisdayanti salah satu dari “6 wanita paling berkilau di televisi tahun 1996” versi tabloid Bintang Indonesia.

Tahun 1997, Krisdayanti dan Anang berhasil meraih penghargaan “Album Pop Terbaik” pada Anugerah Musik Indonesia . Duet Krisdayanti – Anang berlanjut di  Kasih. Singgel pertama berjudul “Demi Cinta”, album ini mendapatkan penghargaan double platinum. Krisdayanti juga mengikuti kompetisi Asia Bagus di Odaiba, diadu bersama para pemenang lainnya. sebagai juara dan dinobatkan sebagai The Best of Asia Bagus.

10 Juli 1998, Kris melahirkan seorang perempuan, Titania Aurelie Nurhermansyah. Merilis album duet bersama Anang bertajuk Buah Hati. Dengan singel berjudul “Timang-Timang” video klipnya digarap di rumah mereka bersama sang bayi. Semasa hamil juga membuat album solo bertajuk Sayang. Pertama kalinya, Kris memproduseri sendiri albumnya dan menulis dua buah lagu, dibantu Melly Goeslaw, Oppie Andaresta, Ari Bias dan suaminya sendiri. Album ini. Juga

Tahun 1998, Krisdayanti membintangi sinetron berjudul Doaku Harapanku bersama aktor Dicky Wahyudi pada bulan Ramadan.  Juga merilis singel “Doaku Harapanku” dijadikan sebagai soundtrack sinetron tersebut. Sinetron ini sukses.

Tayangan ini juga menjadi pelopor sinetron-sinetron Ramadan di Indonesia pada tahun-tahun berikutnya. Doaku Harapanku juga terpilih menjadi salah satu dari “20 Sinetron Paling Fenomenal” versi tabloid Bintang Indonesia.

Tahun 1999, di ajang penghargaan musik tertinggi Malaysia—Kris berhasil memperoleh penghargaan “Album Indonesia Terbaik”. Ia juga dianugerahi penghargaan “Most Wanted Female Artist” dan “Most Wanted Indonesian Video” oleh MTV Asia Tenggara.

Tahun 2000, Kris membintangi sinetron yang ditayangkan stasiun SCTV, yaitu Terpesona.  merilis album solo bertajuk Mencintaimu. singel berikutnya “Rembulan”, “Jangan Pergi”, “Yang Ku Mau”. Album ini berhasil membawa kemenangan Krisdayanti pada banyak ajang penghargaan. Pada ajang Anugerah Musik Indonesia 2000, Krisdayanti memperoleh dua penghargaan yaitu “Penyanyi Wanita Terbaik” bidang pop progresif dan “Lagu Terbaik” bidang umum untuk “Mencintaimu”. Krisdayanti juga memborong kategori-kategori utama pada pergelaran perdana Anugerah Planet Muzik—ajang perhargaan tingkat Asia Tenggara yang dirintis di Singapura—yaitu “Artis Wanita Terbaik”, “Album Terbaik”, dan “Lagu Terbaik”.

27 Juni 2000, Krisdayanti melahirkan anak keduanya, seorang laki-laki, yang diberi nama Azriel Akbar Hermansyah.

Tahun 2001, MTV Indonesia  turut memberikan penghargaan “Most Favourite Female” kepada Krisdayanti.

20 September 2001, Krisdayanti menggelar konser tunggal perdananya (Konser KD) di Plenary Hall, Jakarta Convention Center. Dengan Erwin Gutawa sebagai penata musik serta Jay Subiyakto sebagai penata seni. Disiarkan secara langsung oleh SCTV. Konser ini merupakan pertunjukan musik terbesar bagi penyanyi wanita lokal saat itu. Sejak saat itu, gelar Diva Pop Indonesia selalu melekat pada namanya.

8 November 2001, konser bersama diva-diva Asia Tenggara bertajuk Diva SEA di Istora Gelora Bung Karno. Pertunjukan tersebut menampilkan Krisdayanti sebagai wakil Indonesia bersama Vina Panduwinata dan Titi DJ; Siti Nurhaliza, Sheila Majid, dan Fauziah Latiff sebagai wakil Malaysia; serta Kuh Ledesma sebagai wakil Filipina.

Tahun 2001, membintangi sinetron Mencintaimu juga di stasiun SCTV.

Tahun 2002, di bulan Ramadan Kris bersama Anjasmara dalam sinetron Doa dan Anugerah ditayangkan di Indosiar. Tayangan ini mengulang sukses Doaku Harapanku dan kembali dibuatkan sekuelnya pada Ramadan berikutnya. Melalu sinetron-sinetron tersebut ia dua kali dinominasikan sebagai “Aktris Terfavorit” pada ajang Panasonic Awards, yaitu pada tahun 2000 dan 2003. Tahun yang sama, Krisdayanti dikontrak oleh Trans TV untuk memandu programnya sendiri bertajuk KD Show. Acara tersebut berhasil menjadi salah satu tayangan unggulan Trans TV hingga tahun 2004.

Tahun 2003, Kris meluncurkan album duet bersama Anang “Menuju Terang”,  “Bila Cinta Tak Berdosa” dan “Rapuh” diusung sebagai singel andalan dari album tersebut. Pada tahun yang sama, Krisdayanti meluncurkan sebuah buku berjudul Seribu Satu KD yang ditulis oleh Alberthiene Endah. Menceritakan pasang surut perjalanan kehidupan dan kariernya, buku tersebut turut menampilkan foto-foto khusus Krisdayanti hasil jepretan Darwis Triadi dan Jay Subiyakto.

Pada Anugerah Citra Kartini Indonesia (2003), Krisdayanti menerima penghargaan  pin emas dari Yayasan Citra Prestasi. karena prestasinya di bidang musik namun tetap menyadari kodratnya sebagai seorang wanita. diundangan tampil pada perhelatan MTV Asia Awards (2003) di Singapura. Terlibat dalam World Peace Music Awards—pertunjukan amal yang melibatkan para musisi dari berbagai negara—di Garuda Wisnu Kencana, Bali. Krisdayanti membawakan tiga lagu secara solo diiringi orkestra pimpinan Erwin Gutawa, serta berduet dengan Gloria Gaynor, penyanyi disko asal Amerika Serikat, dalam sebuah lagu berjudul “Together We Stand”.

Tahun 2004, merilis album solo Cahaya diproduseri Erwin Gutawa. Kris menambahkan unsur musik country dalam album tersebut dan menyajikan lebih banyak lagu-lagu dengan irama cepat.  Sejumlah hit meluncur sukses dari album ini seperti “Pilihlah Aku”, “Cobalah Untuk Setia”, dan “Mahadaya Cinta”. Album ini laku 160.000 kopi dalam dua hari. Cahaya  kemudian mendapat  penghargaan triple platinum atas catatan penjualan lebih dari 450.000 kopi. Melalui album ini, ia juga meraih dua penghargaan pada Anugerah Musik Indonesia yaitu “Album Pop Terbaik” dan “Karya Produksi Terbaik”. Krisdayanti juga memenangkan penghargaan “Artis Wanita Terbaik” pada ajang Anugerah Planet Muzik 2005 di Singapura. Sepanjang tahun 2004, Krisdayanti berhasil menyelenggarakan banyak konser di berbagai tempat, termasuk di luar negeri.

27 Juni 2004, mengadakan konser tunggal bertajuk Cahaya KD di Suntec International Exhibition Convention Center, Singapura. Konser yang disponsori Janner Siahaan dengan CLAY Production.

18 Juli hingga 3 Agustus 2004, Kris menggelar tur konser di enam kota besar di Indonesia, yaitu Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Denpasar, dan Bandung.

4 Desember 2004, mengadakan konser tunggal bertajuk KD Live in Tokyo di Aprico Hall, Tokyo, Jepang. Pada pertunjukan tersebut, selain membawakan lagu-lagunya yang sudah populer, Krisdayanti juga membawakan dua lagu berbahasa Jepang serta tembang dangdut dan keroncong.

24 Maret 2005, Kris menggelar konser tunggal keduanya bertajuk KD 1530 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center.  Konser tersebut dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun ke-30 Krisdayanti dan menandai 15 tahun kariernya sebagai penyanyi profesional. Seperti konser tunggalnya empat tahun silam, konser ini menggandeng Erwin Gutawa sebagai pengarah musik dan Jay Subiyakto sebagai penata artistik. Konser kali ini kembali menuai kesuksesan dan seluruh tiket yang disediakan habis terjual.[56]

Pada tahun 2005, Krisdayanti merilis singel berjudul “Can’t Remember a Time” yang diciptakan oleh Diane Warren, komposer terkenal asal Amerika Serikat.[28] Lagu tersebut dimuat dalam album kompilasi bertajuk Diane Warren Presents Love Songs. Ia juga berduet bersama Melly Goeslaw dalam singel berjudul “Cinta” yang merupakan soundtrack film arahan sutradara Rudi Soedjarwo, Tentang Dia.Krisdayanti merilis ulang album Cahaya dalam edisi khusus dengan empat lagu tambahan, salah satunya yaitu daur ulang dari lagu dangdut “Penasaran” ciptaan Rhoma Irama. Pada akhir tahun 2005, Krisdayanti membintangi sinetron Ramadan bertajuk Mukjizat Allah yang ditayangkan di Indosiar.[57]

Tahun 2006, Krisdayanti menggelar konser bertajuk 3 Diva bersama Titi DJ dan Ruth Sahanaya di Plenary Hall, Jakarta Convention Center. Gagasan oleh KD Production bersama Erwin Gutawa dan Jay Subiyakto. Berlanjut dalam tur konser di tiga kota besar lainnya, Surabaya, Bandung, dan Denpasar.

25 Maret 2007, 3 Diva melesat di Malaysia. Konser mereka dilangsungkan di Stadium Putra Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Setelah sukses di Indonesia, kemudian 3 Diva meluncurkan album kompilasi berjudul Semua Jadi Satu. Album tersebut berisi lagu-lagu yang dibawakan mereka saat konser dan menampilkan singel andalan “Semua Jadi Satu”, sebuah lagu daur ulang dari Malyda dan 2D.

Tahun 2006 Kris membintangi film Jatuh Cinta Lagi. Dalam film garapan KD Production dan MPV Pictures, berperan sebagai Lila dipasangkan dengan aktor Gary Iskak. Selanjutnya untuk sepuluh tahun pernikahannya, merilis album bertajuk Sepuluh Tahun Pertama.

Tahun 2007, Krisdayanti merilis solo album berjudul namanya sendiri, Krisdayanti. Kris merekrut Melly Goeslaw dan Anto Hoed sebagai produser. “I’m Sorry Goodbye” sebagai singel utama dan berhasil menduduki posisi puncak tangga lagu di Indonesia.

Tahun 2007, hubungan 3 Diva bersama Erwin Gutawa dan Jay Subiyakto mulai retak. Krisdayanti, Titi DJ, dan Ruth Sahanaya dapat terus menggunakan nama 3 Diva, namun tanpa campur-tangan Erwin Gutawa dan Jay Subiyakto. Setelah perpisahan tersebut, mereka merilis album mini berformat CD multimedia bertajuk 3 Diva. Album tersebut berisi tiga lagu, yaitu “A Lotta Love”, “Adilkah Ini Untukku”, dan “Mencinta”.

Tahun 2008, Kris memenangkan penghargaan “Artis Wanita Terbaik” pada Anugerah Planet Muzik  yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. Album ini juga laris di Malaysia dan mendapat penghargaan platinum untuk penjualan lebih dari 25.000 keping di negara tersebut. Krisdayanti kembali bersatu dengan Ajai sebagai pasangan duet dalam lagu “Perlu Kamu” yang merupakan soundtrack film Malaysia berjudul 1957: Hati Malaya.

Siti Nurhaliza merilis album duet bersama Krisdayanti berjudul CTKD: Canda, Tangis, Ketawa, Duka .

Tahun 2009, Kris meluncurkan album duet terakhirnya bersama Anang dengan judul Dilanda Cinta. menampilkan satu lagu baru, “Dilanda Cinta”,  sisanya  lagu-lagu duet lama mereka. Juga merilis album solo Aku Wanita Biasa. lagu lama Krisdayanti direkam ulang dengan aransemen baru dari Andi Rianto, serta dua lagu baru, “Aku Wanita Biasa” dan “Jangan Biarkan Cinta Menangis”. Tahun ini juga Kris mempublikasikan buku keduanya bersama Alberthiene Endah yang diberi judul My Life, My Secret. Buku berformat memoar tersebut, Krisdayanti membuka rahasia hidupnya yang tidak terekspos media seperti kecanduan narkoba dan operasi plastik. Buku tersebut berhasil menjadi best-seller di Indonesia. Krisdayanti juga menyumbangkan suaranya pada soundtrack film Ketika Cinta Bertasbih pada lagu “Menanti Cinta”.

9 Mei 2009, Kris menggelar konser tunggal di Esplanade Concert Hall, Singapura dengan tajuk Krisdayanti Live at Esplanade,  terselenggara atas permintaan langsung oleh promotor Kevin Chin, dengan iringan Magenta Combo Orchestra pimpinan Andi Rianto. Di bawah payung KD Production, ia juga menggarap konser tunggal perdana Melly Goeslaw bertajuk Glow, Melly Goeslaw in Concert 2009 di Tennis Indoor Senayan.

Agustus 2009, Sepulang ibadah umrah, Krisdayanti memutuskan untuk mengakhiri 13 tahun pernikahannya bersama Anang.

22 Oktober 2009, Krisdayanti resmi menyandang status janda secara hukum .

Tahun 2009 akhir, Krisdayanti merilis album duet bersama penyanyi Malaysia Siti Nurhaliza yang diberi judul CTKD: Canda, Tangis, Ketawa, Duka. Kurang mendapat sambutan di Indonesia, namun album ini berhasil meraih kesuksesan di Malaysia.

Tahun 2010,  singel hit berjudul “Amarah”. Pada pergelaran Anugerah Industri Muzik di Kuala Lumpur, Malaysia, mendapat dua penghargaan, yakni “Persembahan Vokal Berkumpulan Dalam Lagu” untuk duetnya bersama Siti Nurhaliza dalam lagu “Amarah” serta “Lagu Bahasa Melayu Terbaik Yang Dipersembahkan Oleh Artis Luar Negara” untuk lagu solonya “Aku Wanita Biasa”.

Tahun 2011, Krisdayanti bekerja sama dengan Maia Estianty dalam singel berjudul “Kamu di Hatiku Selamanya”. Lagu tersebut dimasukan ke dalam album mini Cintaku Kan Selalu Menemanimu bersama tiga singel lainnya yaitu “Cintaku Kan Selalu Menemanimu”, “Aku Pasti Kembali”, serta kolaborasi bersama Yuni Shara dan Iis Dahlia, “Nurleila”.

20 Maret 2011, Krisdayanti menikah dengan Raul Lemos.

5 September 2011, Pernikahan Kris dan Raul Lemos dikaruniai seorang putri bernama Ariannha Amora Lemos pada. Krisdayanti menyatakan siap meninggalkan dunia hiburan dan menetap di Timor Leste sebagai seorang ibu rumah tangga. Kemudian menarik pernyataan dan mengatakan bahwa ingin terus menyanyi sampai tua sepeti Titiek Puspa.

Tahun 2012, Kris kembali merekam sebuah lagu ciptaan Bebi Romeo berjudul “Pernah Denganmu”. Lagu tersebut dimuat dalam album kompilasi bertajuk Bebi Romeo Mega Hits.

Krisdayanti melahirkan anak kedua dari pernikahannya, Raul Lemos yaitu Kellen Alexander

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Batu, Kesenian, Sosok, Th. 2012 dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s