Budaya Carok Madura


madura005Budaya ini sebenarnya merupakan sarkasme bagi entitas budaya Madura.

Dalam sejarah orang Madura, carok adalah duel satu lawan satu, dan ada kesepakatan sebelumnya untuk melakukan duel.

Malah dalam persiapannya, dilakukan ritual-ritual tertentu menjelang carok berlangsung.

Kedua pihak pelaku carok, sebelumnya sama-sama mendapat restu dari keluarga masing-masing.

Karenanya, sebelum hari H duel maut bersenjata celurit dilakukan, di rumahnya diselenggarakan selamatan dan pembekalan agama berupa pengajian.

Oleh keluarganya, pelaku carok sudah dipersiapkan dan diikhlaskan untuk terbunuh.

Carok ini adalah sebuah pembelaan harga diri ketika diinjak-injak oleh orang lain, yang berhubungan dengan harta, tahta dan wanita.

Pada intinya carok ini dilakukan untuk menjaga kehormatan.

Ungkapan etnografi yang menyatakan, etembang pote mata lebih bagus pote tolang (daripada hidup menanggung perasaan malu, lebih baik mati berkalang tanah) inilah yang menjadi motivasi orang untuk melakukan carok.

disadur dari Disertasi Prof.Dr.Kuntowijoyo, dan berbagai sumber

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Info Balai V, edisi 08, Desember 20012, hlm. 36-39

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Madura, Seni Budaya, Th. 2012 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s