Batik Jatim Kolaborasi dengan Paradise Batik


Bude Karwo Ajak Paradise Batik Kolaborasi dengan Batik Jatim

Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Dra. Hj Nina Soekarwo,Msi mengharapkan, untuk memperkaya khasanah motif dan corak batik yang telah ada hendaknya Paradise Batik dapat berkolaborasi dengan batik Jawa Timur guna memadukan motif tradisonal dengan kontemporer.

Harapan itu disampaikan saat membuka Grand Opening Paradise Batik Surabaya di Jl. WR. Supratman Surabaya, Kamis (12/7), Dikatakan Bude Karwo sapaan lekat isteri Gubernur Jatim ini, Jatim salah satu provinsi yang sarat akan budaya luhur, salah satunya adalah batik.

Di Jatim terdapat 1.125 motif dan corak batik yang tersebar di tiap kabupaten dan kota dan telah mendapat penghargaan Muri sebagai maotif terbanyak. “Pada saat saat itu kita menggelar pameran berbagai ragam motif batik dari 38 kabupaten dan kota,” jelasnya.

 

Upaya itu telah mendorong pertumbuhan ekonomi Jatim semakin tinggi, sehingga sangat tepat jika para pengusaha batik melebarkan sayapnya di Jatim. Bahkan laju pertumbuhan ekonomi Jatim saat ini mencapai 7,2 persen lebih tinggi dari nasional  yang hanya 6,9 persen. “Jatim termasuk yang tertinggi laju pertumbuhan ekonominya di pulau Jawa,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bude Karwo menjelaskan, salah satu keunggulan DIY dan Solo angka harapan hidupnya lebih tinggi dibanding Jatim. Angka harapan hidup Jatim 69 tahun sedangkan DIY dan Solo mencapai 72 tahun. “Orang-orang Jogja dan Solo hidupnya tidak kemrungsung (tidak tergesa-gesa).

 

Alon-alon asal kelakon (pelan-pelan asal tercapai),” katanya. Ditambahkannya, selain banyak motif batik, Jatim juga memiliki UMKM yang jumlahnya sekitar 728 ribu unit dan mampu menyerap tenaga kerja 2.673.000 orang. “Sekitar tiga persen atau 93.527 adalah industri menengah’dan kecil (industri kain, batik dan garmen) yang mampu menyerap tenaga kerja 295.224 orang.

Produk kerajian itu mampu bersaing dengan produk luar,” ujarnya”Saya berharap, dengan adanya tempat ini dapat memperkaya motif dan menangkat daya beli masyarakat. Dengan motif yang beragam plihan, namun tidak diikuti dengan harga yang tinggi,” pintanya Sementara itu Ny. Kaelesha Afiati, pemilik Paradise Batik mengatakan, usahanya telah dirintis sejak tahun 1983 di rumahnya di Kotagede, Yogjakarta.

Produk awal hanya berupa sprei. taplak meja dan mukena dengan dibantu dua orang karyawan. Pemasarannya hanya sebatas Maloboro dan sekitarnya.♦

Prasetya, Volume IV, No. 43, Juli 2012, hlm. 18

 

 

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kesenian, Th. 2012 dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s