Prof. Dr. Moestopo, Kabupaten Kediri


MOESTOPO a13 Juli 1913, Moestopo lahir di Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur, Indonesia.  Anak keenam dari delapan bersaudara. Ayahnya, Raden Koesoemowinoto sudah meninggal ketika Moestopo baru kelas V HIS.

adalah pahlawan nasional Indonesia yang berasal dari Jawa Timur dan juga seorang tokoh militer PETA, dokter gigi dan akademisi yang membidani lahirnya Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama).

Ia Moestopo menempuh pendidikan diawali dari HIS, kemudian MULO. Setelah itu ia melanjutkan ke STOVIT (Sekolah Tinggi Kedokteran Gigi) di Surabaya dan juga mengikuti pendidikan Orthodontle di Surabaya dan UGM, Yogyakarta. Setelah itu ia mengikuti pendidikan Oral Surgeon di Fakultas Kedokteran UI, Jakarta dan juga pendidikan sejenis di Amerika Serikat dan Jepang.

Mayor Jenderal TNI Purnawirawan Profesor Dr. Moestopo, Os.Orth.Opdent.Prosth. Pedo/D.H.Ed. Biol.Panc. Gelar di depan namanya umum pasti mengetahui. Namun gelar di belakang dirinci sebagai berikut: ahli ilmu bedah rahang mulut; ahli perawatan gigi; ahli pengawetan gigi; ahli kesehatan gigi masyarakat; ahli gigi palsu srta ahli dalam biologi.

Tahun 1937 – 1941, Prof. Dr. Moestopo mulai bekerja sebagai Asisten Orthodontle dan Conserven de Tandheeldunda.

Tahun 1941-1942 ia menjabat sebagai Wakil Direktur STOVIT, kemudian sebagai asisten profesor dari Shikadaigaku Ikabu (Sekolah Tinggi Kedokteran Gigi pada masa pendudukan Jepang di Indonesia).

Tahun 1952, Kolonel Moestopo, menjabat Kepala Bagian Bedah Rahang Rumah Sakit Angkatan Darat, Jakarta. Membuka Kursus Tukang Gigi, merupakan awal pengabdian Yayasan UPDM.  Disela  kesibukannya, Pak Moes mengabdikan diri pada dunia pendidikan, dengan mengelola ‘Kursus Kesehatan Gigi dr. Moestopo’, di rumah beliau di jalan Merak 8, Jakarta. Kursus ini berlangsung selama 2 jam, sejak pukul 15.00 sampai 17.00 dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan tukang gigi di seluruh Indonesia yang jumlahnya hampir 2.000 orang, agar dapat memenuhi kriteria minimal Ilmu Kedokteran Gigi dalam hal hygiene, gizi, dan anatomi sederhana, sesuai dengan himbauan Menteri Kesehatan dalam Konggres PDGI II tahun 1952.

Tahun 1957, dibuka sebuah kursus lagi yang dinamakan ‘Kursus Tukang Gigi Intelek’.

Tahun 1958, sepulang dari Amerika Serikat, Pak Moes mendirikan ‘Dental College Dr. Moestopo’. Dental college ini mendapat pengakuan resmi dari Departemen Kesehatan, Presiden Soekarno berkesempatan kunjung. Bung Karno memberikan pujian khusus kepada Dr.Moestopo, dianggap berhasil mendidik dan menelurkan tenaga kesehatan gigi yang terjangkau.

Tahun 1960, status dental college ditingkatkan menjadi ‘Akademi Tinggi Gigi’, status akademi ditingkatkan menjadi ‘Perguruan Tinggi Swasta Dental College dr. Moestopo’, selanjutnya ditingkatkan lagi statusnya menjadi ‘Fakultas Kedokteran Gigi Prof.Dr.Moestopo’

Tahun 1961 Pak Moes memperoleh gelar Guru Besar/Profesor dari Universitas Indonesia, dan dilantik oleh Prof. Ouw Eng Liang.

15 Februari 1961, Prof. Dr. Moestopo pejuang kemerdekaan, ilmuwan dokter gigi yang sangat peduli terhadap pendidikan bangsa Indonesia. Mendirikan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) UPDM (B).

Tahun 1962,  Prof. Dr. Moestopo bersama ibu R.A. Soepartin Moestopo mendirikan Yayasan Universitas Prof.Dr.Moestopo berdasarkan akte Notaris R.Kadiman No. 62. Untuk mendirikan Yayasan ini, Pak Moes selaku pendiri dan ketua Yayasan yang pertama, menggunakan tanah pribadi dan bangunannya di jalan Hang Lekir I no. 8. Jakarta dan sebuah mobil Opel Capitan tahun 1962 Nopol. B 311, sebagai salah satu modal pertama.

Tahun 1964, Prof. Dr. Moestopo mendirikan lembaga Pusat Perdamaian Dunia Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa pada. DEalam perjuangannya mewujudkan perdamaian dunia memalui lembaga inilah, Moestopo mengirim telegram yang ditujukan ke banyak pemimpin dunia, diantaranya Leonid Brezhnev, Paus Paulus II, Jimmy Carter, Ronald Reagan, Menachem Begin, Margaret Thatcher, Presiden Argentina, pemimpin Iran dan Irak.

29 September 1986, Prof. Dr. Moestopo wafat, pada umur 73 tahun Prof. Dr. Moestopo meninggal di Bandung, Jawa Barat. Namun perjuangan Ys UPDM sebagai wadah pengabdian keluarga Pak Moes kepada Negara dan bangsa harus tetap berlangsung. Untuk itu telah diwasiatkan kepada keluarga yang ditinggalkan dan keluarga besar Ys UPDM, bahwa yang menggantikan beliau sebagai Ketua adalah putra sulungnya, yaitu drg. J.M.Joesoef  Moestopo.=S1Wh0To=

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kediri, Pahlawan, Sosok, Th. 1986 dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s