Jenderal TNI Purnawirawan Rudini, Malang


Rudini15 Desember 1929, Jenderal TNI (Purn.) Rudini lahir di Malang, Jawa Timur, Indonesia, dari pasangan pasangan R. Ismangun Puspohandoyo dan Kusbandiyah.

Tahun 1942, Rudini menyelesaikan pendidikan dasar di SD Malang.

Tahun1945, Rudini menempuh pendidikan menengah di SMP, Malang.

Tahun 1950, Rudini menempuh pendidikan Menengah Atas di SMA, Malang.
Tahun 1951-1955, kemudian Rudini mengikuti Akademi Militer KMA, Breda di Negeri Belanda selama lima tahun.

Tahun 1955, Sekembalinya ke Indonesia, ia dilantik menjadi perwira remaja dengan pangkat Letnan II.

Tahun 1956 – Dan Ton Ki Yon 518/Brawijaya

Tahun 1959 – Pelatih Taruna AMN

Tahun 1961, Rudini  menempuh pendidikan berikutnya adalah: Suski, di Bandung,

Tahun 1964, Rudini mengikuti pendidikan Para di Bandung.

Tahun 1966, Rudini mengikuti pendidikan Jump Master, di Bandung.

Tahun 1967 – Rudini sebagai Dan Yon 401/Banteng Raiders ( sekarang Yonif 400/Raiders ), mengikuti pendidikan Suspala di Bandung.

Tahun 1970, Rudini mengikuti pendidikan Seskoad di Bandung.

Tahun 1972 – Dan Brigif 18/Linud

Tahun 1973, International Defence Management Course, AS.

Tahun 1975, Panglima Komando Tempur Lintas Udara

Tahun 1977, Rudini menjabat sebagai Kepala Staf Kostrad, mengikuti Lemhanas, di Jakarta.

Tahun 1978, Rudini menjabat sebagai Panglima Kodam XIII/Merdeka.

Tahun 1981, Rudini menjabat sebagai Panglima Kostrad.

Tahun 1983-1986, Rudini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.

23 Maret 1988 – 17 Maret 1993, sebagai Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Pembangunan V

Tahun 1999-2001, Rudini dipercaya sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU). yang bertugas sebagai penyelenggara Pemilu pada 7 Juni 1999. Ia kemudian memimpin 52 anggota KPU yang bertanggung jawab menyelenggarakan pemilihan umum dengan kontestan multipartai (48 partai politik dengan beragam asas dan kepentingan) pertama setelah 44 tahun. Rudini juga adalah anggota Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Rudini adalah seorang pejabat Orde Baru yang berkiprah dalam era Reformasi. Ia terbebas dari penghujatan yang menerpa pejabat-pejabat Orde Baru pada awal bergulirnya Reformasi.

Sabtu,  21 Januari 2006-23.00 WIB, Rudini meninggal dalam usia 77 tahun, di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, karena serangan jantung, meninggalkan dua orang istri dan lima orang anak.

Minggu 22 Januari 2006 pukul 13.30 WIB. dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan,

Penghargaan yang diperoleh: Bintang Mahaputra; Satya Lencana Operasi Militer V; Bintang Lencana Santi Dharma; Bintang Lencana Seroja; Bintang Lencana Unicef; Bintang Lencana Kesetiaan 8 Tahun; Bintang Lencana Kesetiaan 16 tahun serta Bintang Lencana Kesetiaan 24 tahun.

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Malang [Kota], Pejabat Negara, Th. 2006, Tokoh dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s