Pawai Obor, Kabupaten Situbondo


Pawai Obor Keliling Desa

Pawai Obor Keliling Desa001Warga Situbondo sangat antusias menyambut datangnya Ramadhan. Bulan penuh berkah, pahala, dan ampunan dari Allah SWT. Tak terkecuali puluhan bocah di wilayah ini. Mereka sudah jauh hari menyambut Ramadhan dengan kebiasaan yang unik yakni pawai obor keliling kampung.

Ahmad Fauzi, tokoh agama Desa Parente, mengung­kapkan, pawai obor dimaksudkan agar seluruh masyarakat bersiap-siap menyambut datangnya Ramadhan. Dengan adanya obor, warga tahu bila Ramadhan sudah menyapa kita kembali.

Selain untuk memberikan pesan bahwa puasa akan se­gera tiba, pawai obor juga sebagai harapan kepada Allah SWT agar warga diberi keselamatan, panjang umur, dan dimurahkari rezeki mereka, sehingga dapat menjalankan puasa tahun ini dengan baik dan lancar.

Untuk memeriahkan acara para bocah di Desa Perante, Kecamatan Asembagus, ini berkeliling kampung pada ma­lam harinya. Tak hanya anak-anak, para orang tua dan tokoh agama desa setempat juga ikut ambil bagian dalam pawai tersebut.

Pawai Obor Keliling Desa002Salawat dan nyanyian religius terus keluar dari mulut peserta hingga pawai berakhir sekitar pukul 22.00 WIB. Mereka pun biasanya tampak lega bisa menyelesaikan rute pawai obor.

Dalam berbagai referensi pada tradisi Jawa, pawai obor ini memang salah satu penanda datangnya Ramadhan. Warga bisa membuat bermacam-macam tanda-tanda akan datangnya Ramadhan, termasuk dengan membunyikan petasan besar alias blanggur.

Selain itu sebagian warga juga membuat obor-obor (sebagian lain menyebut oncor) yang dipasang di sejumlah tempat di sekitar rumahnya. Obor-obor ini dulu membuat terang desa sebab kala itu listrik belum menyentuh desa. “Tapi tujuan utamanya berbau mistik, di mana obor-obor disiapkan untuk memberi penerangan pada arwah leluhur yang pada Ramadhan bersilaturahim ke rumah,” kata Ah­mad, warga setempat.

Namun tradisi pawai obor ini tidak hanya dilakukan warga Situbondo saja sebab hampir semua warga muslim di tanah air menggunakan acara semacam itu saat me­nyambut Ramadhan. Namun, ada ciri-ciri tertentu yang menjadi khas Situbondo. Misalnya doa-doanya dan tuju­annya, (gus)

Suara Desa, Edisi 05  15 Juni -15 Juli 2012, hlm. 16.

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Seni Budaya, Situbondo, Th. 2012 dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Pawai Obor, Kabupaten Situbondo

  1. wisuda berkata:

    Reblogged this on wisuda20.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s