Boy Bolang, Surabaya


12 Januari 1948  , Boy Johnny Bolang lahir di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Masyarakat lebih menganal dengan Boy Bolang.

Tahun 1960, Boy Bolang menamatkan Sekolah Dasar di Manado .

Tahun 1962 , pada usia 14 tahun Boy sudah mulai berlatih tinju dari ayahnya Johanes Bolang yang dalam sejarah tinju nasional merupakan salah seorang pendiri Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), serta dari abangnya Johnny Bolang yang adalah juara Nasional tahun 1960-1962.

Tahun 1963,  Boy Bolang menamatkan SMP di Jakarta.

Tahun 1966, Boy Bolang menamatkan SMA-nya di Jakarta. Boy pernah kuliah di Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan UI sampai tingkat II.

Tahun 1968 ,  Boy merintis karir di dunia tinju sejak berusia 20 tahun, diawali dengan menjuarai kelas welter ringan junior DKI Jaya.  Kala berusia 20 tahun itu pria Boy ini tengah bermukim di Amerika Serikat. Di sana dia menjadi pencuci piring demi mendapat uang saku. Dia memulai kisah hidup di ring tinju sebagai atlet latih-tanding untuk petinju-petinju lokal. Dari situlah Boy mulai serius menekuni dunia tinjunya.

Tahun 1968, 1969, 1970, Boy Bolang  menjadi petinju amatir , dan berprestasi nasional sebagai Juara amatir kelas welter

Tahun 1970, Boy menjadi juara Tinju Invitasi Nasional.

Tahun 1971,  Boy menjadi juara kelas menengah ringan POR Mahasiswa Palembang.

Tahun 1973, Boy menjadi juara kelas menengan ringan PON Jakarta.

Tahun 1974, Boy menjadi juara kelas menengah ringan tingkat nasional di Semarang ditahun ini pula Gelar juara juga dikoleksinya di kelas menengah Sarung Tinju Emas (STE) Jakarta.

Tahun 1975, Boy menjadi juara kelas menangan ringan di Surabaya dan ditahun yang sama turut menjadi peserta Kejuaraan Tinju Asia di Yokohama.

Tahun 1976, Boy aktif sebagai Ketua II Pertina DKI Jakarta,

Tahun 1978, menjadi penyelenggara pertandingan tinju bulanan DKI Jakarta.

Tahun 1979  – 1986, menggelar pertarungan antara Rocky Joe vs Rudy Siregarm Chong Pal Park vs Rudy Siregar, Ellias Pical vs Ju Do Chun, Ellias Pical vs Wayne Mulholland dan Ellias Pical vs Cesar Polanco dalam.

Tahun 1981, berseteru dengan Herman Sarens Sudiro, juga promotor, soal hak mementaskan pertandingan tinju dunia antara Thomas Americo dari Indonesia dan Saoul Mamby dari Amerika Serikat di Jakarta. Pertandingan itu dimenangkan Mamby dan Boy harus pergi bersembunyi dahulu bersama keluarga di Amerika Serikat selama delapan bulan penuh.

Tahun 1981, Boy lalu sempat hidup “menggelandang” di Amerika Serikat di New York, kemudian pindah ke Los Angeles.

Tahun 1985. Pulang ke Indonesia setelah mendapat jaminan Laksamana Sudomo, Pangkopkamtib pada masa itu.

Tahun 1985, Boy merupakan Presiden PT Forum Enterprise Inc.

Mei 1985, Boy sebagai Promotor, mempertemukan Pical dengan Ju Do Chun asal Korsel. Boy dijuluki “Raja Promotor”. Dwi sukses diraih, karena dalam pertandingan bersejarah itu Elly memukul roboh Ju Do Chun dan petinju Ellyas Pical merebut gelar juara IBF kelas bantam yunior, sehingga menjadi orang Indonesia pertama yang meraih gelar tinju dunia.

Boy Bolang sempat akan mempromotori pertandingan kejuaraan WBC kelas welter antara juara bertahan Saoul Mamby dari Amerika Serikat melawan Thomas Americo petinju Indonesia asal Timor Timur.

Namun karena masalah keuangan sangat serius dan Boy Bolang harus ‘bersembunyi’ ke Amerika Serikat karena terlilit hutang. Pertandingan kejuaraan dunia yang pertamakalinya di Indonesia itu akhirnya diambil alih oleh Herman Sarens Sudiro yang tampil sebagai promotor.

Tahun 1985, tiga bulan kemudian Boy menghadapkan Elly dengan penantangnya Wayne Mulholland. Petinju dari Australia itu pun bertekuk lutut pada ronde ketiga, tetapi banyak pengamat menyindir Boy yang dianggap tidak bisa mencarikan lawan yang kuat bagi Elly.

Tahun 1985 , Boy menjalani operasi dibawah tim dokter Wid Patria, David Tandian dan dokter Djoko Maryono.

Tahun 1985, Publik mengelu-elukan promotor tinju kesohor (Boy Bolang ) tatkala berhasil mengangkat Ellyas Pical menjadi juara dunia tinju.

Tahun 1986, Boy lalu mengundurkan diri dari promotor.

Februari 1987 dia mementaskan pertandingan Ellyas Pical melawan Kaosai Galaxi dari Thailand yang berakhir dengan kekalahan Pical.

Juni 1997,  di Las Vegas, Amerika Serikat Don King, si raja tinju dunia berambut landak itu menghampiri Boy untuk sarapan pagi, sebab Boy datang ke King bukan untuk minta duit melainkan membawa duit.

Tahun 1997, Boy menjadi konsultan olahraga dan komentator di televisi sampai. Boy menjadi promotor pertandingan tinju stasiun televisi RCTI.

Tahun 2001, Serangan stroke pertama kali menimpanya mengenai otak sebelah kiri. Ini belum akhir segala-galanya sebab setelah teratasi Boy kembali muncul ke khalayak ramai menjadi komentator di beberapa acara tinju di televisi swasta.

30 Juni 2003, di Hotel Park Lane, Jakarta dia meresmikan pendirian Yayasan Olahraga Indonesia (YOI), sebuah yayasan yang dibentuknya.

Tahun 2003, Serangan kedua terjadi namun masih dalam skala ringan. Akibat stroke berat badan Boy turun drastis dari 95 kg menjadi 74 kg.

Sabtu 10 April 2004, Boy kembali terkena serangan stroke untuk yang ketiga kali yang mengakibatkan pendarahan hebat di otak sebelah kanan. Dia terus saja koma dan tak sadarkan diri padahal sudah 100 cc darah disedot dari otaknya oleh dokter RSPP Pertamina Jakarta.

Tahun 16 April 2004, pukul 17.33 WIB, Boy Bolang menghembuskan napas terakhir di RS Pertamina, Jakarta, di usia  56 tahun, karena serangan stroke kronis.

Senin, 19 April 2004 di makamkan  Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Jakarta Selatan.

Kecintaannya terhadap dunia tinju terus dikembangkannya . Boy terus menekuni karirnya sebagai promotor tinju profesional, yang menggelar pertarungan-pertarungan nasional dan internasional, diantaranya banyak yang menjadi obyek tayangan langsung stasiun-stasiun teve swasta. Boy juga ikut aktif dalam wadah keorganisasian tinju pro di tanah air, baik KTI (Komisi Tinju Indonesia) maupun ATI (Asosiasi Tinju Indonesia) secara bergantian. Buah pikirannya banyak dicurahkan kepada kedua organisasi, demi memajukan profesionalisme tinju di Tanah Air.  Jasa Boy Bolang yang pernah menjadi wakil IBF untuk Indonesia, tentu teramat sulit dilupakan rekan-rekan seprofesi dan dunia tinju Indonesia pada umumnya. Selamat jalan Boy! =S1Wh0T0=

Sumber:           http://www.pelita.or.id/baca.php?id=25547                                   http://m.bangfauzi.com/tokoh.php?id=230&mode=view&page=4

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Sosok, Surabaya, Th. 2004 dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s