Batik Tanjung Bumi, Madura


Batik Tanjung Bumi Banyak Pilihan, Harga Bersaing

BERWISATA ke Pulau Madura kini lebih mudah dan cepat. Karena dari arah Surabaya kurang lebih 15 menit melewati Jembatan Suramadu, kita sudah sampai di Kabupaten Bangkalan. Sesampai di kabupaten yang merupakan pintu gerbang Pulau Madura ini, tidak jauh dari Jembatan Suramadu kita akan menemukan banyak pengrajin batik tulis yang membuka gerai di samping kanan-kiri jalan raya.

Tepatnya di Desa Tonjung, Kecamatan Bangkalan, atau 5 kilome­ter ke arah utara dari Jembatan Suramadu sisi Madura. Selain banyak pengrajin yang membuka gerai, di sini dapat ditemukan banyak pilihan corak

batik sesuai dengan yang disukai. Tentu semua itu pengaruh juga dengan harga. Menurut Sugiarto, penjaga salah satu gerai di tempat tersebut mengatakan, batik-batik
yang dijual di tempat ini semua rata-rata adalah buatan Tanjung Bumi yang memiliki kekhasan motif dan warnanya.

“Tanjung Bumi lebih dikenal dengan batik tulisnya sampai di luar Madura, bahkan banyak juga wisatawan domestik yang datang ke sini untuk memborong batik,” katanya saat ditemui di gerainya.

Ditambahkannya, untuk warna batik tulis Madura lebih banyak ke arah gelap. Tentunya semua ini menjadi ciri khas dari masing-masing daerah. Tentang harga, tidak usah khawatir, pasti tidak akan merogoh saku lebih dalam. Pasalnya, untuk satu lembar kain batik tulis yang pas untuk ukuran satu baju cukup dihargai Rp 90 ribu. “Dan bila menginginkan yang jadi baju siap pakai pun juga ada, harganya berkisar Rp 150 ribu saja,” katanya.

Meski begitu, ada juga jenis batik cap atau batik printing yang harganya jauh lebih murah dibanding batik tulis. Hal ini dikarenakan proses pengerjaan batik cap atau batik printing tidak memakan waktu lama. Jika dibanding dengan batik tulis jelas berbeda yang membutuhkan waktu berhari-hari dalam proses pengerjaannya.

Namun, saat kita menyusuri sepanjang jalan Desa Tonjung ini, ternyata setiap pengrajin memiliki patokan harga sendiri-sendiri. Setiap gerai antara satu dengan yang lain selalu ada selisih harga meski itu nilainya kecil. Dengan demikian kondisi seperti ini membuat persaingan antar pengrajin batik. Disisi lain juga ada nilai plus minusnya.

Meski di Jawa ini banyak pengrajin batik, tetap saja setiap daerah memi liki ciri khas yang berbeda, terutama dari motif dan corak warna. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan, khususnya oleh pengrajin batik tulis asal Bangkai an. Pasalnya, sampai saat ini peminat nya cukup luar biasa, tidak hanya dari masyarakat Madura sendiri, tetapi juga dari luar kota. Bahnkan tidak sedikit pula yang mempergunakan batik khas Tanjung Bumi sebagai seragam di lingkup sekolah maupun instansi pemerintah, «edw

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Kirana, EDISI 77, TAHUN Vlll, FEBRUARI 2013, hlm. 5

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kesenian, Madura, Th. 2013 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s