Batik Papringan, Kabupaten Magetan


Magetan adalah salah satu kota di Jawa Timur yang terletak paling barat, dan merupakan perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di daerah ini terdapat pusat kerajinan yaitu pembuatan kain batik tulis. Batik tulis tersebut dinamakan batik papringan. Penamaan batik tersebut berdasarkan  tempat pembuatannya, yaitu di dusun Papringan, desa Sidomukti, kecamatan Plaosan, kabupaten Magetan. Motif batik papringan adalah khas yaitu pring sedapur ‘pohon bambu yang tumbuh mengelompok menjadi satu ikat.

Pembuatan batik papringan ini sudah ada sejak zaman nenek moyang, tetapi mereka hanya sebagai buruh membatik dan bahannya diambil dari pengusaha batik di Magetan. Setelah selesai dibatik, hasilnya disetorkan lagi ke Magetan. Pada waktu itu, pengusaha batik dari Magetan tidak ada penerusnya sehingga proses membatik tersebut macet.

Pada tahun 2002 pemerintah daerah Kabupaten Magetan melalui Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag) membentuk kelompok batik papringan. Deperindag mengadakan Pelatihan dan memberikan bantuan. Tahap pertama pelatihan diikuti oleh sepuluh orang anggota dengan
kegiatan khusus yaitu membatik. Kemudian, pada tahun 2003 pelatihan berkembang dengan menambah tenaga menjahit dan membuat desain, hingga sekarang beranggotakan 25 orang. Selain memberikan pelatihan, pemerintah daerah juga memberikan bantuan sebesar RplOO.000,00 per anggota. Pada zaman nenek moyang dulu mereka hanya buruh membatik saja, tetapi sekarang berkat pembinaan dari Deperindag kelompok tersebut mampu mengerjakan mulai dari bahan kain, proses membatik hingga pakaian jadi.

Pembuatan batik tulis papringan dikelola oleh warga Dusun Papringan sendiri dengan membuat suatu kelompok kerja. Kelompok tersebut dinamakan Kelompok Mukti Rahayu. Kelompok tersebut beranggotakan 25 orang, yang terdiri atas 22 orang perempuan dan 3 orang laki-laki.

Anggota perempuan mengerjakan tugas membatik, sedangkan untuk anggota laki-laki bertugas mengerjakan cap dan sablon, jam kerja para pembatik mulai pukul 08.00 sampai dengan 16.00. Waktu istritahat mulai pukul 12.00 sampai dengan pukul 13.30. Upah pembatik dihitung berdasarkan hasil membatik. Upah pembatik dihitung dariharga bahan, harga jual, dan keuntungan yang diperoleh.

Dari perhitungan tersebut, upah yang diperoleh kurang lebih pembuatan batik tulis papringan didatangkan dari Solo. Bahan yang dipakai ada dua macam yaitu kain sutra dan mori. Batik dari kain sutra harganya lebih mahal apabila dibandingkan dengan kain mori, karena tingkat pengerjaannya lebih sulit. Kelompok Mukti Rahayu selain menghasilkan batik tulis, juga mengerjakan batik cap atau batik sablon (printing). Batik tulis penjualannya lebih laku dibandingkan dengan batik cap atau batik sablon. Perbedaan batik tulis dan batik sablon terletak pada kualitas gambar bagian luar dan bagian dalam. Batik tulis memiliki gambar bagian luar dan dalam yang sama, sedangkan batik cap atau batik sablon memiliki gambar bagian luar dan dalam yang tidak sama (artinya gambar bagian luar lebih jelas, sedangkan bagian dalam agak kusam). Pemasaran batik papringan sementara ini belum meluas, masih berdasarkan pesanan. Penjualan di luar kota masih sampai Yogyakarta dan Lamongan.

Proses pembuatan batik papringan melalui enam tahap. Tahap pertama adalah pemotongan kain dan pembuatan pola. Ukuran standarnya adalah 2,25 meter sedangkan ukuran untuk orang yang gemuk adalah 2,5 meter. Kemudian dilanjutkan dengan tahap kedua, yakni membatik. Tahap ketiga adalah pewarnaan. Proses pewarnaan atau pencelupan dapat dilakukan sampai tiga kali. Hal ini bertujuan agar apabila hasilnya kurang bagus bisa diulangi lagi. Tahap keempat adalah penguncian, yang bertujuan agar warna kain tidak luntur. Penguncian berlangsung selama empat jam penguncian. Tahap kelima adalah pencucian. Tahap keenam atau terakhir adalah perebusan kain yang bertujuan untuk menghilangkan lilin yang menempel pada kain sehingga kain tidak kaku. Proses pembuatan batik Papringan ini dilakukan selama tiga hari.

Pesona Jawa Timur,Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Badan, Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Sidoarjo, 2012, hlm. 59-61

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kesenian, Magetan, Th. 2012 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Batik Papringan, Kabupaten Magetan

  1. Angelia Rachmawati berkata:

    batik papringan ini sangat lah bagus,patut untuk dipasarkan ke pasar internasional…. sekian dari mahasiswi SMPN 24 SURABAYA 🙂

  2. Ping balik: Harga Selendang Batik Sutra - Pakaian Murah Ada Dimana Mana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s